
Satria.
...•°•°•°•...
''Heiii jangan pegang pegang!'' Teriak Satria saat Melly terus meraba raba wajah dan tubuhnya dari arah belakang..
''Heii ayolah liat akuuu, aku suka kumis lele mu.'' ucap Melly yang hendak mencium bibir Satria..
''Jangan! hentikan.'' tolak Satria namun dia malah memonyongkan bibirnya dan menarik tengkuk Melly, membuat Melly leluasa merenggut asa dari bibir manisnya Satria..
Namun ketika mereka saling menikmati dan bertukar saliva masing-masing. Satria tiba-tiba membuka matanya dan langsung mendorong kepala Melly. ''Jangan paksa aku.'' ucap Satria masih menutup kedua matanya dan membuang muka, lalu bergeser ke sofa yang lebih besar..
(Dasar koplak)
Melly yang sudah tidak sabaran lalu menghampiri Satria dan duduk di atas tubuhnya, membuat Satria membelalakan matanya saat kulit mulus berada di atas pahanya, membuat adik kecil bernama Kuncoro itu bangun seketika..
''Lihat aku.'' Melly mencengkram rahang Satria hingga pandangan mereka bertemu satu sama lain,
Deg.. Deg.. Deg..
Satria mematung dan merasakan gelenjar aneh tiba-tiba muncul di lerung kalbunya Satria, yang sudah lama di landa kekosongan, kekeringan dan kehampaan layaknya rumah hantu.
''Aku menginginkan mu.'' lirih Melly dengan tatapan sayu nan menggoda, membuat hati Satria di landa kebimbangan yang nyata..
Mata Satria yang awalnya memandang mata teduh dan sayu milik melly, kini dengan perlahan mata nakal itu tertuju pada gundukkan sintal yang menggoda iman cetek Satria yang hanya secuil basreng..
Glek.. Tiba-tiba tenggorokan Satria terasa kering, melihat benda halus yang menempel di dada Melly.. Dengan terlentur tangan Satria mengelus, dan melirik reaksi Melly yang kian membusungkan dadanya..
Aaahh...
Satria menggigit bibir bawahnya, kala Melly menggeliat penuh desah. Tanpa di pikir panjang lagi, Satria langsung melahap salah satu squshy milik Melly dan yang satu dia remmas dengan gemas..
Satria melepasakan bibirnya dari gundukkan sintal milik Melly, lalu menatap wanita yang berada di atas pangkuannya. ''Jangan pernah menyesalinya.'' bisik Satria lalu memungut bibir mungil milik Melly penuh damba..
Cumbuan dan belaian lum**tan, cecepan, jil*atan, bahkan memberikan tanda di setiap jengkal tubuh mulus Melly, hingga Satria membawa Melly naik keatas ranjang karna ia sudan tidak tahan ingin penyatuannya..
Sementara Melly yang menggeliat pasrah hanya menerima perlakuan Satria padanya dan sesekali membalas apa yang perlu di balas..
Di rebahannya tubuh Melly dengan perlahan, lalu Satria melepasakan baju yang dia pakai hingga keduanya saling polos tanpa sehelai benang pun..
Di bukannya lebar-lebar paha Melly agar si Kuncoro bisa masuk dengan leluasa, namun Satria merasa aneh saat dia mencoba untuk menerobos masuk tapi tak masuk. Hingga satria paksa menerobos yang mana membuat Melly berteriak kecil merasakan kesakitan saat mahkota berharganya di renggut oleh pria yang tidak dia kenal..
''Shiit! gadis ini masih perawan.'' gumam Satria melihat darah keperawanan Melly dia area si Kuncoro..
Namun nasi sudah menjadi bubur, Satria tidak mungkin berhenti di sini bukan? bagaimana kesejahtraan si Kuncoro, bisa-bisa adik kecilnya itu terkena demam berskala tinggi karna para kecebong nya tidak di keluarkan..
Hingga Satria tak perduli dan mencoba menggerakkan pinggulnya dengan perlahan. Sungguh, ini kali pertama Satria menikmati surga dunia hingga Satria tidak bisa berkata-kata..
Apakah Satria menyesalinya? Cih, tentu saja tidak! apa lagi si Kuncoro dengan gencarnya terus maju mundur cantik meng'obrak abrik Liang sempit yang belum di jaman siapapun..
Desah dan geraman terus menggema di kamar hotel dengan nomer 350. kedua orang itu saling memompa dengan gila, hingga keringat keduanya saling bercucuran hingga geraman Melly keluar untuk pertama kali. Di susul oleh desah panjang yang keluar dari mulut Satria hingga para kecebong itu keluar namun di tahan oleh sarung si Kuncoro...
•
...••••...
...Dah segitu aja, di sini hawa lagi panas yaaa.....
...Jangan sampe ini part buat Othor langsung mandi.....
...Soo jangan lupa setelah membaca LIKE.KOMEN.VOTE.BUNGA...