Bakery love story

Bakery love story
Panggil pemilik Toko Roti ini



"Selamat pagi", sapa Anindira hangat kepada para pegawainya.


"Pagi kak". Sapa para pegawai serentak.


Anindira selalu datang ke tokonya untuk membantu karyawan nya disana. Itulah kegiatannya sehari-hari.


"Kringg. . Kringg. ."


Suara telpon Toko berbunyi, Anindira yang sedang berada di dekat telepon pun langsung mengangkatnya.


"Halo, saya Hanna. apa benar ini toko roti A.K Bakery?"


"Iya benar nyonya, ada yang bisa kami bantu?"


Mendengarkan.


"Iya, baik nyonya. Terimakasih."


Setelah mendengar apa yang orang itu katakan, Anindira langsung menutup telponnya.


"Ada pesanan kak?" Tanya Chika.


Chika adalah karyawan yang paling dekat dengannya.


"Ada orang yang mau memesan roti, katanya untuk acara arisan, dia bilang nanti mau kemari untuk memilih sendiri rotinya."


"Oh, kirain mau langsung pesan, ternyata dia menelepon cuma untuk mengabari kedatangannya."


"Mungkin dia minta disambut kali." Sahut karyawan lain.


Karyawan yang dipekerjakan Anindira rata rata masih muda, hanya berbeda beberapa tahun dibawahnya.


***


Sementara di sebuah rumah mewah nan megah. Keluarga Alister tengah menikmati sarapannya.


"Bel, apa kamu ada kuliah hari ini?" Tanya Hanna yang baru selesai sarapan.


"Tidak ma, kenapa?"


"Bagus, nanti kamu temani mama ya. Mama mau membeli roti ke bakery untuk acara nanti."


"Tapi ma, Bella mau pergi dengan teman Bella."


"Jadi kamu lebih memilih pergi bersama temanmu daripada pergi dengan mama ha?" Ucap Nyonya Hanna dengan nada tinggi.


"Tidak ada tapi tapian atau kamu mau seluruh kart".


"Baiklah aku akan menemani mama." Belum habis mamanya berbicara, Bella langsung menjawab cepat. Karena ia tau apa yang akan diucapkan mamanya.


Huh. . Turuti sajalah dari pada kartuku di bekukan lagi. Menyebalkan sekali.


Tidak ada yang bisa menolak jika nyonya Hanna sudah memerintah.


"Memang nya akan ada acara apa ma?" Tanya Tuan David Suaminya.


"Arisan pah " Jawab Hanna.


"Mah.. Pah.. Aksan berangkat." Aksan yang sudah selesai sarapan pun ingin langsung berangkat karena sekretaris Malik juga sudah datang.


"Kak apa kau tidak minta ijin padaku juga?" ucap Bella.


Aksan tidak menghiraukan adiknya itu, dia langsung berlalu meninggalkan mereka.


Bella memutar bola matanya kesal


Meskipun Aksan memiliki sifat dingin dan keras namun ia sangat menyayangi keluarganya.


***


Ting. suara pintu toko roti A.k Bakery


Berbunyi saat ada yang datang dan masuk.


"Selamat datang Nyonya, ada yang bisa dibantu". Ucap Chika. Ia memang bertugas di bagian depan melayani pembeli.


Hanna dan Bella dengan penampilan elegan mereka masuk ke dalam toko roti yang lumayan besar ini. Aroma khas roti langsung tercium.


"Saya Hanna yang tadi menelpon. Saya mau melihat lihat rotinya dulu."


"Oh, mari silahkan Nyonya." Ucap Chika ramah sambil melebarkan tangan mempersilahkan mereka untuk melihat roti roti yang tersusun rapi di lemari berlapis kaca itu.


"Oh ya, tolong panggil pemilik toko roti ini! Saya mau di layani langsung olehnya!." Ucap Hanna.


Karyawan lain pun langsung memanggil Anindira di belakang yang sedang membantu karyawan membuat roti.


Sambil menunggu Anin, Hanna terus saja berbicara dan bertanya. Chika hanya bisa mengiyakan dan menjawab sebisanya.


Sesaat kemudian Anin pun datang.


"Siang nyonya, saya Anindira pemilik toko roti ini. ada yang bisa saya bantu?". Hanna melihat Anindira dari atas sampai bawah.


Anindira dan Chika mengikuti Hanna yang berjalan sambil melihat lihat roti. Anindira menjelaskan semua yang ditanyakan oleh Hanna.


Hanna terus saja bertanya. selain bertanya tentang roti dia juga bertanya tentang kehidupan Anin. Anin memberi tahu bahwa ini adalah toko roti peninggalan ibunya dia juga memberitahu tentang dirinya yang seorang yatim-piatu dan tidak memiliki sanak saudara.


Jadi dia berjuang mengembangkan toko roti ini sendirian. sepertinya dia gadis yang baik, Dia juga sopan, cantik dan pintar.


"Anindira, apa kau sudah mempunyai kekasih?". Tanya Hanna yang sontak saja membuat Anin terkejut dengan pertanyaan itu. Anin memang belum memikirkan tentang itu. Dia sudah lama tidak punya pacar. terakhir kali dia pacaran itupun saat dia baru masuk kuliah dulu.


"Saya tidak punya pacar, Nyonya".


Kenapa ibu ini menanyakan hal itu juga sih.


Bella lebih memilih duduk di kursi pengunjung sambil memainkan ponselnya daripada mengikuti mamanya itu, karena dia tau ini pasti akan lama. mengingat mamanya yang sesuka hatinya itu. Bella memesan cappucino yang memang disediakan disini.


"Kenapa mama lama sekali sih."


Setelah memilih dan memesan begitu banyak roti, Hanna dan Bella pun pulang.


"Terimakasih sudah memesan Nyonya, semoga anda menikmatinya ". Ucap Anindira sambil membungkukkan badannya. Chika pun sama.


"Banyak sekali pertanyaan ibu itu seperti sedang interview saja ya kak."


Ucap chika.


"Yah namanya juga pembeli, mereka adalah raja." Ucap Anindira.