Bakery love story

Bakery love story
Visual



Di part ini author mau kasih visual nih, biar seru menghayalnya wkwkwk.


Di cerita ini author pilih visual aktor-aktor korea, kalau ada yang ngerasa ga masuk sama visualnya abaikan aja. kalian bisa pilih visual dari kalian masing-masing kok hehe..


Aksan Gamon Alister


27 tahun


Dingin, cuek, pekerja keras, sayang keluarga, disegani banyak orang. Penerus perusahaan Alister Company.



Anindira Kirana


23 tahun


Cantik, Penyayang, Polos, baik hati dan mudah bergaul. Pemilik A.K Bakery toko roti paling terkenal di kotanya.



Malik


28 tahun


Dingin, cuek, Ambisius, berwibawa, disegani banyak orang. Sekertaris sekaligus asisten pribadi Aksan.



Bella Alister (Adik Aksan)


20 tahun


Periang, manja, mudah bergaul, Baik hati. Sedang berkuliah di Universitas ternama di kotanya.



Tamara


25 tahun


Seorang Model cantik yang gila harta dan kemewahan, egois dan licik. Mantan kekasih Aksan.



Kenan


26 tahun


Seorang penerus di perusahaan keluarga terpandang.



Visual visual ini berdasarkan bayangan author yaa, kalau ada yang ga suka sama visualnya gapapa kok😊😊 kalian bebas berimajinasi.


***


Berdasarkan panduan menjadi istri yang baik yang sudah dipelajarinya di internet, Anindira kini selalu memberikan perhatiannya kepada Aksan, mulai dari menyiapkan pakaian dipagi hari, menyambutnya saat pulang dan membawakan tasnya, bahkan terkadang dia berinisiatif memijat Aksan saat lelah.


Setelah pulang dari kantor Aksan langsung mandi. Akhir-akhir ini pekerjaan di kantor sedang Sangat banyak dan juga beban pikiran yang bertambah.


Setelah selesai mandi Anindira membantu Aksan mengeringkan rambutnya.


Meskipun Aksan bersikap dingin tapi dia tidak menolak semua perhatian yang Anindira berikan, malah dia menikmatinya diam-diam.


Anin pun mulai mengeringkan rambut Aksan dengan handuk kecil sembari memijat mijat kecil kepalanya.


"Mulai sekarang jangan panggil aku Tuan. Aku bukan tuanmu!" entah kenapa Aksan merasa sangat tidak nyaman jika Anin memanggilnya dengan sebutan Tuan.


"Lalu aku harus panggil apa?". Tanya Anin karena ia juga bingung harus memanggil suaminya apa.


"Terserah".


"Kalau suamiku bagaimana?".


"Norak, tapi bolehlah".


Anindira sangat senang karena sepertinya sikap dingin Aksan mulai mencair sedikit demi sedikit. dia jadi lebih bersemangat, usahanya akhirnya tidak sia-sia.


"Besok aku akan pergi ke luar kota untuk urusan kantor". Ucapnya sambil memejamkan mata karena terhanyut dengan pijatan yang membuatnya rileks.


Jujur mendengar hal itu membuat Anindira sedikit kecewa, ada perasaan sedih karena akan jauh dari pria itu. tapi dia juga senang mengingat Tadi Aksan memberitahunya terlebih dahulu sebelum pergi. itu berarti Anindira memang dianggap olehnya.


Hal sekecil itu saja sudah mampu membuatnya senang dan lebih bersemangat.


"Berapa hari?"


"Tiga hari"


"Kalau begitu aku akan menyiapkan semua keperluan mu, Suamiku". Ucap Anindira malu-malu mengucapkan kata suamiku.


Dengan segera ia pergi ke ruang baju untuk memasukkan beberapa pakaian Aksan kedalam koper.


Tanpa disadari garis tipis terlihat dibibir Aksan mengingat betapa polosnya Anindira.


Sementara Aksan memilih untuk beristirahat sebentar sebelum turun kebawah untuk makan malam.


***


Setelah selesai makan malam mereka berkumpul sebentar diruang TV.


"Apa tidak bisa diwakilkan saja oleh Malik?" Tanya Nyonya Hanna setelah Aksan memberitahukan rencana kepergiannya besok keluar kota.


"Tidak bisa mah"


"Kau ini bagaimana sih baru menikah sudah pergi-pergi keluar kota saja, kalian bahkan tidak punya waktu untuk berbulan madu" Nyonya Hanna kesal dengan anaknya yang sangat memprioritaskan pekerjaan.


"Nanti Anindira akan kesepian kalau kau pergi"


Aksan menghela nafasnya mendengar ucapan Mamanya.


"Aku hanya pergi tiga hari, tidak akan lama" Ucapnya kepada mamanya namun sembari melirik kearah Anindira yang diam saja.


"Bagi pasangan baru berpisah tiga hari itu lama. dan Anindira tetap akan kesepian nanti."


"Kenapa harus kesepian, kan ada kalian bersamanya" Aksan mencoba untuk tetap sabar menghadapi Mamanya.


"Maksudnya dimalam hari dia akan kesepian kan, Aksan kamu itu tidak peka sekali ya jadi orang." Jawab Mamanya kesal


"Sudah-sudah berisik sekali sudah malam, lebih baik kita istirahat. ayo mah kita bobok papa sudah mengantuk." Tuan David melerai perdebatan tidak penting mereka.