Bakery love story

Bakery love story
Cemburu



Hari ini mereka berencana pergi ke suatu tempat. tentu saja atas usul dari Bella. Bella yang sudah sering datang kemari bersama teman-temannya pastinya sudah tahu tempat-tempat wisata yang harus dikunjungi bagi wisatawan seperti mereka.


Pagi harinya setelah selesai sarapan, mereka pergi ke sebuah tempat wisata taman budaya sampai siang hari, tak lupa mereka mampir ke sebuah restoran untuk makan siang. sore harinya mereka mampir ke sebuah pura. pura ini berada di atas batu karang besar yang terletak di tengah laut.


Daya tarik utama dari tempat ini adalah keindahan pemandangannya pada saat matahari terbenam.


Pemandangan pura dengan ombak laut yang menerjang batu karang, tampak banyak wisatawan yang mengambil foto di momen itu. tak terkecuali Bella dan Anindira.


Sembari menunggu matahari terbenam, Bella mengajak Anindira mencari sport yang bagus untuk foto. setelah menemukan titik yang bagus untuk berfoto, mereka berdua memilih bergantian mengambil gambar.


Anindira mulai mengambil gambar Bella, Bella pun bergaya dengan kerennya. karena Bella yang pandai bergaya serta Anindira yang juga pandai mengambil gambar, ditambah lagi pemandangannya yang indah, hasil fotonya pun jadi terlihat sangat bagus.


Kini giliran Anindira yang bergaya dan Bella mengambil gambar. Anindira yang tidak pandai bergaya jadi terlihat menggemaskan saat Bella mengambil gambarnya secara candid atau diam-diam. Bella juga pandai mengambil gambar, ia pandai membaca situasi, hasil gambarnya terlihat bagus meskipun orang yang akan difoto belum bergaya.


Ditengah-tengah foto, seorang pria bule mendekati mereka, sepertinya usia bule itu seumuran dengan Aksan. bule itu mengatakan dalam bahasa Inggris kalau Anindira sangat Cantik. ia juga meminta agar mereka berfoto bersama tapi Anindira menolak. bule itu tetap memaksa dia memohon hanya satu foto saja, akhirnya Anindira pun setuju.


Saat Bella hendak mengambil gambar mereka, tiba-tiba saja tangan Anindira ditarik seseorang dan, Cekrek. . . foto sudah terambil. tampak sang bule berpose dengan gaya sok dekat dengan Anindira sambil tersenyum, serta wajah Anindira yang bingung dan kaget karena tangannya ditarik seseorang, dan tampak juga orang yang menarik tangan Anindira dengan wajah kesalnya. seseorang itu adalah Aksan.


Aksan memberikan peringatan kepada pria bule itu dalam bahasa Inggris agar tidak mendekati istri orang, serta memberikan ancaman diakhir perkataannya lalu pergi. bule itu terlihat bingung dan terkejut begitu juga dengan Bella dan Anindira. Anindira lumayan mengerti bahasa Inggris jadi dia tahu apa yang dikatakan suaminya kepada bule itu.


Aksan membawa Anindira pergi meninggalkan bule itu dengan kesal.


"Bella" teriaknya. Bella pun segera berlari mengikuti mereka meninggalkan bule itu yang masih terlihat bingung.


"Apa itu tadi?" Tanya Aksan setelah melepaskan tangan Anindira.


"Em suamiku, orang itu tadi hanya meminta untuk foto bersama." Ucap Anindira terbata. ia sudah takut melihat wajah Aksan yang sudah tak enak dilihat.


"Memangnya siapa dia? selebriti?" Ucap Aksan kesal, Anindira hanya diam saja"


Ngeri banget kalau marah.


Anindira hanya melihat kebawah karena ia takut melihat mata Aksan yang sudah seperti mengeluarkan laser.


"Ada apa ini Aksan?" Tanya Nyonya Hanna yang berjalan kearah mereka. Bella pun menyahut.


"Tadikan mah, ada pria bule yang mau berfoto bersama kakak ipar, tiba-tiba kak Aksan datang dan mengancamnya. dan sekarang dia memarahi kakak ipar." Ucap Bella sambil menggeleng-gelengkan kepalanya dan mengecapkan lidahnya. "Padahal hanya berfoto, itupun belum sempat aku kirim." ucapnya lagi, ia langsung diam dan mengalihkan pandangannya kearah lain saat mendapat tatapan tajam dari Aksan.


"Oh, mama kirain ada apa. sudahlah Aksan, kau itu terlalu cemburu." Aksan memang cemburu, ia tidak bisa melihat istrinya dekat-dekat dengan pria lain, apalagi sekedar berfoto bersama.


Dia cemburu.


"Suamiku, aku minta maaf, sudah membuatmu cemburu."


"Aku tidak cemburu" Aksan tidak mau mengakui kalau dirinya cemburu.


"Kalau tidak cemburu kenapa kakak marah?" Tanya Bella


"Aku hanya kesal"


"Hahaha sama saja itu cemburu" Bella mengejek Aksan yang tidak mengakuinya.


Suamiku cemburu tapi tidak mau mengakuinya. lucu tapi menakutkan.


"Kalau begitu maaf sudah membuatmu kesal suamiku."


Aksan menghela nafasnya. Ia kesal dan cemburu. ia berusaha untuk tidak kesal lagi. meskipun sulit bagi Aksan untuk menghilangkan rasa kesalnya.


"Lihat tuh sunsetnya indah sekali"


Mereka pun kembali ke tempat semula, disana sudah ada Tuan David yang stay dari tadi ditempat itu. tempat ini sangat bagus untuk melihat pemandangan matahari terbenam. mereka mulai mengambil gambar lagi.


Anindira sudah mengambil banyak foto, baik foto pemandangan itu maupun foto dirinya bersama yang lainnya. tak lupa ia juga berfoto berdua dengan suaminya, Aksan. dengan bantuan Bella sebagai fotografernya, Bella juga yang mengarahkan gaya mereka. hasil foto merekapun terlihat bagus, mereka sangat dekat dan romantis.


"Uluh uluh romantisnya. . ." Ucap Bella saat melihat hasil jepretannya.


Anindira mengirimkan beberapa foto pemandangan yang indah kepada sahabatnya Kanaya, dan mengirimkannya juga ke grub chat para karyawan tokonya. ia mengirimkan foto itu dengan pesan "Cantik ya sunsetnya?" dilengkapi dengan emoji mengejek dan tertawa. mereka semua membaca pesan Anindira dan langsung berkomentar.


Balasan pesan dari Kanaya.


"Duh, enaknya yang lagi jalan-jalan sama keluarga balu.


Update foto terus ke aku, pamer nih ceritanya? hahaha . . .


Ditunggu nih oleh-olehnya, wkwkw . . ."


Balasan pesan dari para karyawan.


"Wow cantik banget kak tempatnya. . ."


"Enak banget kak Anin bisa jalan-jalan ke Bali. . ."


"Iya jalan-jalan bareng kitanya kapan nih? hehe. . ."


"Hati-hati ya kak disana. . ."


"Oleh-oleh gak ada nih kak? hehehe. . ."


Dan seterusnya. . .


Anindira tertawa melihat balasan pesan mereka semua. ia sempat lupa membelikan oleh-oleh untuk mereka, dia pun teringat karena sudah diingatkan.


Anindira memang berniat membelikan oleh-oleh untuk mereka semua, sahabat dan para karyawannya. bukan karena diminta tapi memang Anindira sudah berniat karena hatinya sangat baik dan suka berbagi. ia pun berencana akan membelikan oleh-olehnya besok supaya tidak lupa lagi. setelah hari mulai gelap mereka pun kembali.


Di tengah perjalanan, Bella melihat-lihat hasil foto mereka, mulai dari di taman wisata sampai di pura. ia juga menunjukkannya pada Anindira.


"Wah bagus bagus ya hasilnya. Bella memang pintar mengambil gambar. apa kau pernah ikut kursus fotografi Bell?"


"Ah tidak kakak ipar, aku hanya belajar dari temanku saja."


Bella tersenyum sambil mengingat seseorang.


"Pasti temanmu seorang fotografer hebat"


"Tidak kak, dia juga masih belajar. kami satu kampus tapi beda jurusan. dia jurusan seni, kalau aku design." Ucap Bella tersenyum senyum.


"Kau semangat sekali membicarakannya. apa kau yakin dia cuman teman? atau jangan-jangan dia pacarmu?" Anindira menggodanya. Bella tersenyum-senyum malu.


"Ah kakak ipar"


Bella senyum-senyum sambil tertawa sendiri, sang supir yang berada disebelahnya melihat tingkahnya yang aneh, supir itupun menggelengkan kepalanya pelan. supir itu adalah supir pribadi Anindira yang juga ikut bersama mereka.