Bakery love story

Bakery love story
pengenalan Karakter



Pengenalan karakter


Anindira Kirana


Seorang gadis cantik berusia 23 tahun yang sedang menjalani semester akhir di kampusnya. Ia hanya tinggal bertiga dengan kedua orangtuanya karena ia merupakan anak tunggal.


Ayahnya merupakan seorang supir bis, sementara ibunya seorang pembuat roti. Ibunya berjualan roti di ruko milik mereka sendiri. Ibu Anindira sangat pandai membuat roti, saat Anindira kecil ayahnya membeli ruko ini untuk mengembangkan usaha ibunya. usaha roti ibunya terbilang laris karena banyak pembeli yang menyukai roti buatan ibunya.


Walaupun tinggal di rumah sederhana, Anindira bahagia karena kedua orangtuanya sangat menyayangi dirinya dan selalu memperhatikannya.


Sedari kecil orang tua Anindira selalu berusaha menuruti semua keinginannya. meskipun ia tidak meminta, orang tuanya akan memberikan apapun agar dia senang selagi mereka mampu.


Meskipun orang tuanya selalu berusaha menuruti semua keinginannya, hal itu tidak menjadikan Anindira gadis yang manja, orangtua Anindira berhasil mendidiknya dengan sangat baik, sehingga ia tumbuh menjadi gadis yang baik, sopan, dan mandiri.


Anindira mempunyai impian untuk bisa bekerja di suatu perusahaan. rencananya setelah lulus kuliah dia akan mencoba melamar di perusahaan yang sudah ia targetkan sejak ia kuliah, karena selain gajinya yang lumayan besar, ruang kerjanya juga nyaman, tidak panas panasan seperti pekerjaan ayahnya yang seorang supir bis, pikirnya.


Ia merasa kasihan dengan ayahnya, ia ingin mengubah hidup keluarganya dengan cara menjadi orang sukses, Anindira ingin membuat orang tuanya bahagia dan bangga padanya. karena hanya dirinyalah harapan mereka satu-satunya.


Meskipun hidup sederhana dan terkadang pas-pasan, keluarga kecil itu tetap bersyukur dan ikhlas menjalankan kehidupan mereka sehingga mereka selalu merasa damai dan bahagia.


Akan tetapi kebahagiaan mereka tak bertahan lama, perlahan-lahan kebahagiaan yang dirasakan Anindira bersama keluarganya menghilang bagai mimpi buruk, semua itu dimulai setelah kepergian sang ayah tercinta.


Suatu hari kejadian naas menimpa ayah Anindira, ayahnya mengalami kecelakaan bis yang sedang dikemudikannya, kecelakaan yang dialami ayahnya membuat ayahnya meninggal dunia. Tinggallah Anindira bersama ibunya. mereka sangat terpukul atas kepergian ayahnya. semenjak saat itu ibunya pun jadi sering sakit-sakitan.


Belum hilang kesedihan yang ia rasakan, Anindira harus menerima kenyataan pahit bahwa ibunya juga ikut pergi meninggalkannya. Ibunya meninggal dunia disebabkan karena sakit, tepat seminggu setelah ayahnya meninggal. kini tinggallah Anindira seorang diri. Ia sangat terpukul dan terpuruk atas kepergian kedua orangtuanya yang bisa dibilang secara tiba-tiba.


 


Anindira duduk bersimpuh dilantai sambil memandangi bingkai foto keluarga kecil mereka yang ada ditangannya.


"Apa salahku? kenapa kalian harus pergi meninggalkan ku? kenapa secepat ini?... kenapa?.." Lirih Anindira berusaha menahan tangisnya sembari mengelus foto itu.


Air mata yang sudah tak terbendung itupun mengalir bebas dari matanya, matanya sudah sembab karena dari kemarin ia terus menangisi kepergian orang tuanya.


"Kenapa ayah dan ibu meninggalkan ku sendiri... ajak aku bersama kalian..." Tangisnya semakin deras sembari ia memeluk foto keluarganya. foto yang menampakkan keluarga kecil yang bahagia.


Kesedihan datang bertubi-tubi menghampirinya. Ia tidak pernah menyangka akan jadi seperti ini, ditinggalkan seorang diri di dunia ini tanpa sanak saudara seorangpun. Sebelum ia lahir, kakek dan neneknya sudah meninggal dunia baik dari pihak ibu ataupun ayahnya. sementara setahunya mereka tidak mempunyai saudara. Anindira benar-benar telah menjadi gadis sebatang kara di dunianya.


Disaat Anindira baru menyelesaikan kuliahnya dan baru akan memulai karirnya, ia bahkan belum sempat membuat ayah dan ibunya bangga padanya, tapi mereka sudah pergi meninggalkan dirinya untuk selama-lamanya. apalagi kalau bukan kehampaan yang dirasakannya sekarang.


Aksan Gamon Alister


Seorang CEO blasteran Eropa-Indo berusia 27 tahun, sama seperti kebanyakan CEO lainnya dia terkenal dingin dan kejam dalam berbisnis. ia terlalu sibuk dalam pekerjaan sehingga ia masih tak terlalu memikirkan pasangan hidup.


Dulu dia pernah mempunyai kekasih yang sangat dia cintai namun kekasihnya itu mengkhianatinya dengan berselingkuh dibelakangnya, Mulai saat itu dia tidak tertarik lagi untuk menjalin hubungan dengan wanita yang menurutnya hanya akan membuang-buang waktu berharganya saja. dirinya yang sudah sibuk bekerja tidak ingin direpotkan dengan urusan wanita lagi. menurutnya pekerjaan adalah yang paling penting, setelah keluarganya tentunya.


Meskipun bersikap dingin dan cuek diluar, bahkan terlihat angkuh, akan tetapi dengan keluarganya ia sangat sayang. hanya saja sifatnya sudah berbeda tidak seperti dulu yang suka bercanda dengan keluarganya, terlebih adiknya. ia tidak memiliki waktu untuk sekedar berkumpul dan bersantai dengan keluarganya, hari-harinya dipenuhi dengan pekerjaan. mereka hanya berkumpul saat dimeja makan saja, selebihnya Aksan akan menghabiskan waktunya di ruang kerjanya. tidak di perusahaan tidak dirumah yang ia lakukan hanyalah bekerja dan bekerja.


Tentu saja orangtuanya menyadari perubahan anaknya itu. mereka tahu penyebab Aksan menjadi seperti itu. ia berubah karena sebuah penghianatan dari orang yang dicintainya dulu.


ibunya selalu berusaha membuat Aksan menjalin hubungan dengan wanita lain agar ia bisa melupakan mantan kekasihnya, tapi Aksan tidak tertarik sama sekali.


Aksan memiliki keluarga yang lengkap.


Ayahnya Tuan David Alister, pria berdarah Eropa indo ini telah memberikan tanggung jawab perusahaan Alister Company kepada putranya.


Ibunya adalah orang Indonesia asli bernama Hanna.


Adiknya Bella Alister, ia tengah menempuh pendidikan nya di universitas ternama di Indonesia.


Mereka tinggal di rumah mewah nan megah bak istana.


Semenjak Aksan mengambil alih perusahaan, kini perusahaan yang sudah jaya itu jadi maju lebih pesat. Namun dibalik pencapaiannya saat ini, terdapat seorang pria hebat yang setia mendampinginya sejak awal, siapa lagi kalau bukan Malik sang sekretaris handal kepercayaannya, sekretaris yang sudah seperti teman bahkan adik baginya. Kebetulan Malik adalah anak dari orang kepercayaan ayahnya dulu.


 


"Apa proyek di kota B berjalan lancar?". Ucap Aksan sambil menandatangani beberapa berkas yang dibawa sekretaris Malik keruangannya.


"Iya Tuan."


"Ingat Malik aku tidak akan menerima kesalahan sekecil apapun."


Tanpa anda ingatkan pun saya tidak akan membiarkan kesalahan itu Tuan.


"Baik Tuan".


Sekretaris Malik, pria bertubuh tegap yang tingginya melebihi Aksan ini berusia 26 tahun. setahun lebih muda darinya.


Ayah Malik bernama Anand, ia merupakan anggota company yang paling dekat dengan Tuan David Alister. Ibunya keturunan Indo-China bernama Lusi. Sekretaris Malik ini merupakan anak tunggal.


Orangtua Malik saat ini tinggal di negara China, negara asal ibunya, orangtuanya pindah kesana untuk merawat neneknya yang sudah sakit-sakitan dan tinggal sendirian.


Beda seperti Aksan, sifat sekretaris Malik sangat baik dan ramah kepada semua orang, namun kalau urusan pekerjaan dia tetap perfeksionis, disamping sifatnya yang humble dia tetap bisa tegas dalam pekerjaan, ia tidak akan menerima kesalahan apapun dalam urusan pekerjaan yang menyangkut dengan perusahaan ini, dia benar-benar orang kepercayaan Aksan yang sangat diandalkan.