BAD GIRL VS ICE MAN

BAD GIRL VS ICE MAN
Episode 8



Lonceng masuk telah berbunyi sekitar 5 menit yang lalu, tapi berhubung guru mapel yang masuk hari ini gak datang, kelas 11 MIPA1 merdeka, seluruh murid sibuk dengan urusannya masing-masing, ada yang menggibah, main game, tidur and you know that apa yang terjadi lagi ketika tidak ada guru.


Percaya gak ... bahwa kelas ipa juga bisa berasa kelas ips, contohnya kelas 11 MIPA1 ini, yaps ... kelas mereka memang kelas IPA, termasuk unggulan lagi, tapi mereka berfikir meski mereka di kelas IPA dan merupakan kelas unggulan juga, mereka juga manusia yang butuh namanya refresing, you know lah guys ... gimana kelas ipa itu?:)


Bagi kalian yangg duduk di kelasls ipa apalagi ipa 1, pasti taulah gimana rasanya, tertekan guys ... tertekan :(


Selain itu mereka juga merupakan siswa biasa yang pengen bebas dan bahagia seperti siswa-siswa lain.


So ... jangan heran jika kelakuan mereka bukan seperti anak ipa, yang kutu buku dan suka belajar, yah ... walaupun gak semua begitu, ada juga kok anak yang rajin di kelas itu contohnya Kevin sang ketua kelas, yah ... walupun dia gak pintar-pintar amat, tapi dia termasuk salah satu siswa yang bisa tergolong ke dalam siswa-siswa yang pantas ada di kelas ipa. Oh iyah ... lupa ada lagi anak yang rajin bahkan pendiam, menurut Stella bahkan orang itu termasuk orang yang sangat taat aturan, yaps ... benar dia adalah Aldo Ricardo Alexander, si manusia es seperti yang di katakan Amanda.


Seperti siswa-siswa yang lain, Stella sekarang sedang duduk bertiga bersama Amanda dan juga Bianca teman barunya.


"Oik ... gak ada guru ni, pak Bambang gak masuk enaknya kita ngapain yah?" Amanda memutar kursinya menghadap ke arahku memprovokatori kami untuk ikut ke dalam suasana kemerdekaan kelas 11 MIPA1.


"Iya-yah enaknya ngapain?" Bianca mulai ikut ikutan dengan Amanda, dan you know that, gue anak seperti apa dulu, bad girl guys, bad girl, so ... siapa yang tak senang dengan ke adaan seperti ini, terutama siswa-siswi sejenis gue.


And terlalu munafik jika gue katakan gue gak suka ke adaan kelas tanpa guru.


Yah anak baru sih anak baru, jaga image yah jaga image juga, tapi ... jika kebadaan sudah seperti ini jangan salahkan gue bersikap aneh lagi, yah ... walaupun gak seperah dulu sih.


" Man... gimana kalau kita ngerjain si Kevin?" Bianca memberikan usulan kegiatan mereka selama jam kos setelah berfikir cukup lama.


Amanda menggelengkan kepalanya," Enggak ah ... gak enak dia udah sering kita kerjai. " kali ini Amanda yang memberikan saran.


" So ... kalau bukan kevin siapa dong? gue lagi pengen ngerjain orang nih. " Bianca memasang muka melasnya dan bersikap seperti anak yang marajuk tidak di belikkan permen lilipop oleh ibunya.


"Hm ... gimana kalau Aldo? Soalnya gue penasaran bangat anaknya itu gimana, kedinginannya juga gimana? " Kali ini Stella yang memberikan usul. Amanda dan Bianca saling bertatapan kemudian tersenyum.


"Oke ... lagian kan dia orangnya dingin, jadi enak untuk di kerjai."


****** lo anak songong, lihat saja sebentar lagi, bakalan gue balas perbuatan lo. Stella tersenyum licik tanpa ada seorangpun yang tahu.


Mereka bertiga bangkit dari tempat duduknya dan memulai aksi, namun siapa sangka ternyata Amanda dan Bianca memiliki niat licik, merka tau kalau Aldo adalah orang yang super dingin, orang yang punya kesadaran tinggi, dan mampu membuat lumpuh lawannya hanya dengan tatapan tajam darinya, namun Bianca dan Amanda sengaja tidak memberi tau Stella dengan niat ingin mengerjai teman baru mereka itu.


"Hm ... Stel tiba-tiba perut gue mules, " dengan raut wajah kesakitan dan tangan yang di letakkan di perutnya membuat akting Bianca terlihat perfect, sepertinya Bianca cocok jadi aktris azab.


"Lah terus ini rencana kita gimana dong?" Stella berdiri menghadap Bianca meminta penjelasan.


"Yaudah lo jalani aja dulu, lagiankan permen karetnya udah di tempelin di bangkunya si Aldo, lo tinggal nunggu dia dateng dan duduk di bangkunya. " Kali ini Amanda yang membuka suara, bukann lagi Bianca ataupun Stella.


"Jangan bilang lo juga mau ikut pergi Man? " gue menunjuk muka Amanda kemudian melipat tangan kesal


Ya iyalah kesal, siapa cobaan yang gak kesal punya teman seperti mereka, yang punya ide ngerjain orang lain siapa juga? Yang ngajak ngerjain orang lain siapa juga? Yah walau idenya bukan Aldo yang ingin mereka kerjai, tetap aja mereka yang punya ide gila, sekarang mereka pergi setela masang jebakan, siapa juga yang gak kesal.


Bayangin deh lo ada di posisi gue sekarang, niat ngebantu teman ngerjain orang, eh pas udah di bantu malah ninggalin, rasanya tuh sakit guys ... seperti lo lagi sayang-sayangnya sama doi terus ditinggalin gitu aja.


Yah walaupun gue sih yang ngusulin buat ngerjai si Aldo, demi pembalasan dendam, tapi tetap aja gue gak terima diginiin:v


" Hehe, sorry Stel bukannya gak mau ikut lo nungguin tu manusia es datang, tapi gue lagi ada urasan." Amanda menarik lengan Bianca kemudian kabur sebelum Stella murka pada mereka, sesungguhnya mereka berdua adalah teman terlacknut yang pernah Stella temui.