
Ini bukan Update, ini hanya pemajuan part, karena semalam pada masa revisi ada part yang saya tambahkan. Update yang sebenarnya terletak di episode 18 dan 19, karena itu dimohon baca ulang agar tidak terjadi kesalah pahaman.
ini bukti part update sesungguhnya:
oke fix kita lanjutkan
***
"Wah ... ada pasangan baru nieh ...." Ucap salah seorang siswa yang melihat Devan dan Stella berjalan beriringan.
Stella dan Devano hanya tersenyum menanggapinya kemudian mereka kembali ketempat duduk mereka masing-masing.
"Stel, lo kok bisa sama Devan kemari." Bisik Bianca saat Stella duduk ke tempatnya.
"Bisalah, orang gue ketemu di koridor sama tu curut." Bisik Stella dengan acuh, dan Bianca hanya ber oh ria saja mendengarnya.
"Pagi anak-anak ...." Terlihat seorang guru muda nan cantik memasuki ruangan itu sambil memegang sebuah buku dalam pelukannya.
"Pagi buk ...." Semua murid serentak menjawabnya.
"Hari ini kita akan mempelajari struktur cerpen yah."
"Baiklah bu ...."Seluruh siswa.
"Sebelum kita mulai, ibu ingin bertanya, apakah ada di sini yang menyukai sebuah cerpen atau karya tulis lainnya seperti novel gitu?" Ibu Rina.
Stella menunjuk tangannya, " Ada buk saya."
Semua orang melirik tidak percaya ke arah Stella, mana mungkin anak seperti Stella suka membaca, itulah batin mereka.
"Oh iya Stel ... Novel apa dan siapa pengarangnya?" Tanya buk Rina.
"Saya suka segala jenis novel, tapi yang paling saya sukai novel Bad Girl vs Ice Man buk, karangan Aisyah larasati." Ucap Stella dengan bangganya.
"Oh ya ... berarti kita sama dong, penggemar novel karangan Aisyah." Buk Ririn tampak antusias bercerita seputar novel bersama orang yang pas menurutnya, Sampai keseruan mereka akhirnya terhenti karena ucapan salah seorang siswa.
"Buk ... kita kapan mulai belajarnya?" Tanya seorang anak cewe berkacamata tebal dengan polosnya.
Hu ....
Semua orang langsung menyorakinya, bagaimana tidak? Karena dia, harusnya mereka tak belajar menjadi belajar. Padahal mereka berharap perbincangan buk Rina dengan Stella berakhir sampa jam pelajaran ibu itu habis.
"Sok rajin lo sad"
"Dasar kutu buku."
"Pengen dipuji guru lo?"
"Gue doain lo, semoga semua buku-buku kesayangan lo hilang."
Begitulah sumpah serapah dari anak-anak kelas Mipa 1, yang kesal terhadap anak cewek berkaca mata tebal itu.
"Sudah ... diam semua." Buk Rina menghentikan bullyan itu, menatap tajam satu per satu siswa yg terlibat pembullyan itu.
"Dia benar, kenapa kalian membullynya? Bukannya memang kita seharusnya belajar?" Buk Rina terlihat sedikit emosi melihat tingkah laku mereka.
Bu Rina mengehempaskan nafasnya secara kasar, "Sudahlah lebih baik kita mulai saja pembelajarannya." Terlihat Bu Rina yang memegang spidol sambil berbicara kepada murid-muridnya.
Disaat semuanya fokus akan pelajaran, the six mouse friends plus two poeple malah asik ber bisik bisik.
"Woi ... les ke 4 nanti cabut yuk." Bisik Kevin.
"Serius Vin, tumben amat lo ngajak cabut, biasanyakan kite-kite yang maksa lo untuk cabut." Bisik Bima sambil menatap Kevin tak percaya.
"Hm ... itu ... itu gimana yah." Ucap Kevin sambil menggaruk-garuk tengkuknya yang tidak gatal.
"Gu ... gue serius." Ucapan Kevin mampu membuat kami berenam menoleh tak percaya, Kenapa cuman berenam? Karena Aldo sama sekali tidak perduli.
"Kenapa lo tiba-tiba pengen cabut Vin?" Tanya Stella sambil berbisik juga.
"Gue ...." dia tersenyum canggung sambil menggaruk lehernya, " Gue malas aja nanti belajar sejarah."
"Ha ...?" Ucap kami berbarengan sambil menatap Kevin. Tanpa sadar ternyata ucapan kami tadi mengundang tatapan tajam dari bu Rina dan juga murid-murid yang lain.
"Apa yang kalian bicarakan, mengapa begitu brisik sekali kalian?" Bu Rina melotot ke arah kami berenam, dia memberikan tatapan mematikan kepada kami secara bergantian.
"Maaf bu kami salah, kami tidak akan mengulanginya lagi." Ucap Bianca yang memang selalu bersikap lebih dewasa diantara kami.
"Baiklah ibu maafkan, tapi tolong jangan diulang lagi, kalian bisa mengganggu pembelajaran ibu kalau begini." Mereka berenam mengangguk serentak.
Setelah kejadian itu mereka semua diam tanpa ada yang berani mengeluarkan suara.
Kevin yang tadi berniat menjelaskan rencananya itu kepada teman temannya, memilih untuk menundanya saja.
*****
NB: Jangan Lupa Klik Like,Komen dan Vote,Terimakasih:).