BAD GIRL VS ICE MAN

BAD GIRL VS ICE MAN
Episode 10



 


Bel pulang telah berbunyi, seluruh anak sma


Garuda sudah kembali pulang kerumah mereka masing-masing, tak terkecuali Stella dan juga 2 teman curut nya itu.


"Hm ... Stell, lo mau langsung pulang atau kita shopping dulu? " Bianca merangkul pundak kedua temannnya itu sambil melirik kearah Stella.


"Jadi kalian juga suka belanja nih? " kedua curut itu hanya mengangguk menanggapi ucapan Stella.


"Berarti hobi kita sama dong, yaudah langsung capcus aja "


***


"Guys ... kita mau beli apa nih ... " -Amanda.


"Gimana kalau beli dres baru atau baju-baju bagus lainnya gitu? Baju gue gak ada yang bagus nih," seru Bianca yang langsung mendapat plototan dari Amanda.


" **** ... lo bilang gak ada yang bagus? Ndasmu gak ada yang bagus, perasaan lo itu baru beli baju seminggu yang lalu, dan itu jumlahnya uwamat banyak," ucap Amanda dengan gaya lebaynya.


"Gak banyak kok cuman 15." Bianca berucap dengan wajah polos tak bersalah, alhasil Bianca sekarang mendapatkan plototan dari kedua temannya.


"Serah lo deh kutil biawak " - Amanda


"Udah-udah kalian ini ribut aja, gimana kalau kita makan dulu, habis itu nonton kemudian baru belanja." Usul Stella yang menengahi perdebatan dua manusia terkutuk tersebut.


"Good idea," ucap Amanda dan Bianca serentak


Mereka pun pergi mencari restoran di dalam mall tersebut untuk mengisi perut mereka.


***


"Gue lelah guys, seharian belanja dan mutar mutar mall segede gini "


"Yah gue juga, ternyata have fun juga bisa bikin orang lelah gini," ucap Bianca dengan wajah yang terlihat sangat kecapekan.


"Dih ... gimana sih kalian, katanya suka shopping, tapi baru segini aja dah lelah gimana sih? " Stella melirik kedua temannya kemudian menarik tangan mereka untuk kembali ke mobil masing-masing untuk pulang namun karena Stella tak membawa mobil, jadi dia menebeng dengan Amanda saja. "


***


"Renata ... where are you, your cute little sister, this beautiful form has returned."


( Renata ... di mana kamu ... adekmu yang imut, cantik membahana ini telah kembali)


"Eh setan berkepala monyet, lo bisa gak sih pulang gak usah teriak-teriak gitu. " Renata yang merasa terusik dengan teriakan adiknya langsung turun ke bawah melihat sang adek yang sangat mengganggu untuknya.


Namun Stella hanya tercengir mendengar ucapan kakaknya.


"Lo bawa apaan tuh? " Renata melihat berbagai macam paperbag di tangan adiknya, sehingga membuatnya merasa kepo atas apa yang dibeli adiknya.


"Gue gak nanya lo habis ngapain, yang gue tanya lo bawak apaan ogeb?" Stella hanya memutar bola matanya malas.


"Eh tapi ... teman lo cowok apa cewek? "


"Tapi tadi katanya gak nanya, gimana sih plin plan amat "


"Hehe, tapi kan maksud gue tadi, gue gak nanya lo habis ngapain, nah sekarang gue nanya lo sama siapa tadi shoppingnya, teman lo cewek apa cowok? Blibet bangat sih tinggal jawab cewek apa cowok aja jugaan," Renata mengibaskan rambutnya kepada Stella.


"Iyah ... rambut lo gak usah main juga, gatal nih hidung gue kenak rambut lo," ucap Stella sambil menyingkirkan rambut Renata dari mukaknya.


" Teman gue cewe," ucap Stella akhirnya.


"Btw lo beli apa geb? " Ucap Renata sambil mengintip-intip barang bawaan Stella.


"Dress, gaun midi, terusan, switer, jeans, maggie button " - Stella


"Banyak amat dek, mau lo apain pakaian sebanyak itu? "


"Mau gue jadiin kain lap," ucap Stella malas


"Ha seriusan lo? Sayang mending untuk gue aja." Renata membelalakkan matanya terkejut dengan apa yang sang adek katakan.


"Yah mau gue jadiin kainlap untuk ngelap muka lo, muka lo yang penuh noda pemakaian make up," ucap Stella dengan nada sinis.


"Ih apaan sih lo, mukak gue tanpa meke up juga cantik tau, btw dres untuk gue ada gak? "


"Ada tuh, di paperbag warna merah." Ucap Stella sambil menujuk ke arah paperbag yang berada di dekat kursi meja makan.


"Uwu ... makasih adekku tersayang, ummuach .... " Renata memberikan kisbay kepada Stella dan kemudian berlari menuju kamarnya untuk mencoba dress yang diberikan oleh adiknya.


Terlihat raut wajah gembira dari muka Renata namun wajah kesal nampak menghiasi wajau stella nan imut dan cantik.


"Kampret tu emang monyet beranak, kalau ada maunya pasti manggil gue adik tersayang, baik-baik ama gue, coba kalau gak ada maunya, hem ... macam mak tiri mau beranak ngeselin tau gak sih," ocehan Stella tak Henti-hentinya melihat kelakuan sang kk.


"Untung kakak gue, kalau nggak mungkin dah gue mutilasi terus dagingnya gue lempar ke kandang buaya "


 



 


NB: JGN LUPA LIKE, KOMEN AND VOTE


MAKASIH:)