BAD GIRL VS ICE MAN

BAD GIRL VS ICE MAN
Episode24



Sudah 5 hari mereka menghabiskan waktu di villa bersama, dan hari ini adalah hari terakhir mereka di villa.


Perlahan Aldo dan Stevipun sudah mulai dekat dengan anggota keluarga the six mouse friends, meski kedinginannya tampak tak berkurang sedikitpun


Seiring dengan berjalannya waktu, Aldo perlahan-lahan mampu mengenali sifat mereka satu per satu. Dia tahu di balik sikap mereka yang bar-bar tersimpan sebuah hubungan yang kuat, yah ... hubungan persahabtan.


Perlahan-lahan Aldo mau mencoba untuk berteman dengan mereka, meski dari luar Aldo terlihat dingin, tapi jauh di lubuk hatinya


ia ingin mencoba berteman dengan mereka.


*****


Hari ini mereka memutuskan untuk berjalan- jalan didekat Villa. Karena katanya didekat villa Devano ini, ada sebuah bukit yang sering didatangi para wisatawan hanya untuk sekedar menyaksikan sunrise. Mereka bahkan rela datang jauh-jauh dan mencari penginapan di sekitar sini hanya untuk menikmati sunrise yang begitu indah katanya.


Jarak bukit tersebut dengan villa Devano tidak terlalu jauh, hanya sekitar 500 meter saja, tapi mereka memutuskan untuk mengendarai mobil ke sana agar tidak kehilangan kesempatan menyaksikan matahari terbit tersebut.


Mereka berangkat pagi-pagi sekali, agar mereka bisa mendapatkan tempat paling depan untuk menyaksikan sunrise, tapi ternyata mereka kalah cepat dengan turist- turist yang ada di sana.


"Huh ... kenapa sudah rame sih, padahalkan kita berangkatnya sudah pagi-pagi sekali, apa mereka tidur di sini? Makanya mereka bisa datang lebih awal." Gerutu Amanda yang kesal melihat sudah banyaknya pengunjung yang datang, padahal jam masih menunjukkan pukul 5.32 pagi hari.


Devano yang melihat raut kekecewaan dari wajah teman-temannya, langsung menarik mereka menuju tempat rahasia di bukit ini, tempat dimana sering didatangin Devano bersama keluarganya sewaktu ia kecil, tempat tertinggi di bukit ini, tempat yang belum diketahui oleh orang lain selain keluarga mereka.


Mereka begitu terpukau melihat keindahan persawahan yang terpapar luas di bawah sana, ditambah lagi dengan bunga-bunga matahari yang bermekaran di atas bukit. Kekecewaan mereka seketika langsung menghilang. Mereka tiduran sambil berpegangan tangan, menatap ke arah langit.


Hal yang ditunggu-tunggupun tiba, terlihat matahari yang mulai terbit perlahan dari arah Timur menuju kebarat, Indah sekali.


Awan-awan yang berubah menjadi sedikit ke pink-pinkan bercampur orange dan biru, ditambah dengan keindahan paparan sawah di bawah sana, membuat mereka betah berlama-lama di sini.



Amanda kini tidak lagi menyesal, dia justru terlihat lebih bahagia, karena di sini selain lebih indah, mataharinya juga terlihat lebih jelas dibanding dengan tempat awal mereka datang.


Udara sejuk pagi ini membuat ke 8 makhluk bumi tersebut tertidur sambil menikmati keindahan alam, mereka saling tatap dan tersenyum. Pagi ini adalah saksi bisu, dimana ke 8 orang tersebut bersatu semakin kuat, saksi dimana hubungan persahabatan mereka semakin erat, meskipun Aldo dan Stevi adalah keluarga baru dalam persahabatan mereka, mereka menerima kedua orang tersebut dengan terbuka, menerima segala kekurangan dan kelebihan mereka, menerima segala sikap dan perbuatan mereka, termasuk sikap Aldo yang masih saja cuek dan dingin terhadap mereka.


Hari ini Aldo menyaksikan, betapa kuatnya hubungan persahabatan diantara mereka, diam-diam Aldo tersenyum dan mengagumi persahabatan 6 orang ini, orang yang selalu melanggar peraturan di sekolah. Aldo juga jadi tahu, apa yang dirasakan mereka saat salah satu temannya dalam masalah, seperti Stella yang bermasalah beberapa bulan lalu.


Aldo juga jadi tahu rasanya tersenyum kembali, tertawa tulus menikmati hari-hari masa remajanya, semenjak terakhir kali dia tersenyum saat ibu dan ayahnya bertengkar hebat.


Saat itu Aldo kecil masih berumur 9 tahun, dia melihat sebuah pertengkaran antara ibu dan ayahnya.


Dia mendengar jika ayahnya ingin menceraikan ibunya dan menikah kembali dengan salah satu pegawai perusahaannya, begitu juga ibunya. Dia juga ingin menikah dengan pemilik agensi modeling ternama di Prancis. Mereka sama-sama saling mencaci dan menghina. Aldo kecil yang mendengarnya saat itu hanya bisa menangis sambil memeluk tubuhnya sendiri, ia menenggelamkan kepalanya di dalam tangan yang ia lipat di atas kaki.


Orang tuanya benar-benar tidak memperdulikannya saat itu, kehidupan orang tuanya tidak ada aturan yang bisa mengikat mereka satu sama lain.


Semenjak itu Aldo memutuskan untuk jadi anak pendiam dan hidup dengan segala peraturan. Dia melakukan itu agar kehidupannya juga tidak berantakan sama seperti orang tuanya.


Aldo memalingkan wajahnya, menatap wajah orang-oarang yang kini bersamanya, senyumannya terbit begitu saja. Berkat mereka Aldo kembali bisa merasakan apa yang namanya kebahagian, bagaimana caranya tersenyum dan kembali mendapatkan kepercayaannya terhadap orang lain.


Dari mereka juga Aldo belajar, bahwa semua orang itu tidak semuanya sama, terkadang orang yang kita lihat tidak ada peraturan, justru orang itu pula lah, yang menciptakan peraturan untuk mereka sendiri, peraturan dibuat emang untuk dilaksanakan, tapi bukan berarti peraturan itu tidak bisa kita langgar.


Terkadang kita bisa melanggar peraturan sekali kali untuk menikmati hidup ini.


Aldo tersenyum kepada mereka kemudian memejamkan kedua matanya, dan ikut terlelap bersama teman temannya.


***


NB:JGN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE, MKSH:)