
" Do .... " Panggil seorang wanita berambut pirang dengan tinggi badan semampai yang terlihat tengah berlari ke arah Aldo.
" Do tungguin gue, ada yang mau gue bicarain sama lo. " Aldo terus berjalan tanpa menghiraukan panggilan wanita tersebut.
"Tunggu ...." dengan napas yang tersengal- sengal wanita tersebut menghalang jalannya Aldo dan mencoba untuk berbicara dengannya.
"Lo harus dengerin penjelasan gue, gu .... " Belum sempat wanita tersebut menyelesaikan kalimatnya Aldo sudah mencelanya
"Sudahlah San, gak ada yang perlu lo jelasin, gue udah lihat semuanya. " Aldo kembali berjalan tanpa menghiraukan Sandra yang terlihat menyesal itu.
"Gue masih sayang sama lo, gue tau gue salah, gue ngelakuin itu semua karena gue khilaf, gue kesal ngelihat lo yang jutek dan cuek"
Langakah Aldo seketika terhenti, ia membalikkan badannya dan berjalan menuju ke arah Sandra.
"Lo gak suka ngelihat gue cuek kan, itu sebabnya lo selingkuh dari gue, baiklah, " Aldo mengikis jarak antara dirinya dan Sandra.
"L ... lo... ma ... mau apa .... " Sandra terbata- bata saat Aldo kian dekat dengan dirinya, Sandra memejamkan kedua matanya, pikirannya mulai membayangkan hal yang tidak-tidak.
"Ha ... ha ... dasar cewe murahan." Sandra seketika membuka matanya saat Aldo menepuk-nepuk pipinya dan mengatainya wanita murahan.
Terlihat Aldo yang sedang menyunggingkan senyuman sinis kearahnya. Kemudian berlalu meninggalkan Sandra yang mematung di tempatnya.
****
"Guys ... gue punya info baru nih untuk kalian."
" Hm ... dasar Amanda biang gosip."
"Udah-udah, kalian ini ribut mulu," Stella mengalihkan pandangannya ke arah Amanda
"Berita apa Man? " Terlihat Amanda yang menjulurkan lidahnya ke arah Bianca, merasa menang karena Stella mau mendengarkannya.
"Jadi tadi tu gue ngelihat Aldo dan Sandra berdua di koridor sekolah, terus Aldo tadi nepuk-nepuk pipi sandra gitu .... "
"Ha? seriusan lo Aldo nepuk-nepuk pipinya si Sandra? "
"Iyah, yang lebih parahnya lagi ternyata mereka berdua itu adalah mantan kekasih yang telah putus karena si Sandra selingkuh," Amanda mengucapkannya penuh dengan ekspresi dan penjiwaan.
" What the hell, seriously? Serius Sandra pernah pacaran sama simuka datar itu? "
Amanda dan Bianca terlihat begitu antusias dalam menggibahi ke hidupan si Sandra dan Aldo, sementara Stella hanya diam memperhatikan dua temannya itu yang sedang asik menggibah sampai perhatiannya teralihkan kepada sosok yang amat menyita perhatiannya, cowok dingin yang menjadi objek pembicaraan Amanda dan Bianca, yah. .. yaitu Aldo Ricardo Alexander.
"Hm ... tampan .... " tanpa sadar Stella menggumam.
"Ha ... siapa yg tampan? " Kedua teman Stella langsung menoleh ketika mendengar Stella menggumam.
" Ha ... bukan siapa-siapa, berhenti menggibah dan lanjutin aja makannya, habis itu kita ke kelas bentar lagi ada pelajaran pak Richad, ntar lo semua disuruh lari 5 keliling lapangan lagi kalau telat."
****
"Hai Stel, lo habis ini mau kemana? "
"Kemana yah .... " Stella memegang sambil mengetuk ngetuk kepalanya seolah sedang berfikir, "Gak kemana-mana kayaknya nya."
"Kalau gitu temanin gue ke perpus yuk "
"Enak aja loh anak conda, Stella mau pergi ke kantin barang kami-kami, ya kan Stel." Amanda menyenggol lengan Stella memintanya agar mengiyakan ucapannya.
"Gue gak bicara sama lo biawak "
"Yakan lo bicara sama teman gue, berarti lo harus bicara sama gue juga dong. "
Disaat dua manusia tersebut sedang berdebat tiba-tiba saja Devano datang menghampiri Stella.
"Stel kantin barang gue yuk." Devano mengulurkan tangannya dan disambut oleh anggukan dan uluran balik dari tangan Stella.
"Ayuk ...." Mereka berjalan berdua, namun langkah Stella terhenti saat Devano berkata:
"Terus mereka berdua gimana? "
"Biarin aja berantam"
"Haha ternyata kamu jahat juga yah " mereka berdua tertawa sambil berjalan menuju ke arah kantin.
Kevin yang sadar bahwa Stella sudah tak bersamanya hanya ngoceh-ngoceh tak jelas dan menyalahkan semuanya pada Amanda yang menggagalkan rencananya mengajak Stella ke perpus.
"Padahal gue deluan yang ngajak Stella, tapi sicurut Devano itu yang dapat, semua ini gara gara lo," Kevin kembali menunjuk Amanda yang berada di sampingnya.
"Ha ... kok gara-gara gue sih, kan lo yang mulai deluan, lagian lo nya aja yang jelek makanya Stella gak mau diajak sama lo, wlek."
"Enak aja, kata mak gue, gue itu tampan, tampannya melebih tampannya oppa-oppa korea. "
"Kata mak lo kan, bukan kata orang lain"
Jadilah mereka berdua berdebat kembali hingga akhirnya lonceng masuk berbunyi.
***
NB: JGN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE
MKSH:)