
Budayakan like, komen dan vote setelah kalian membaca yah๐ค, dukungan kalian sangat berarti untukku, dan like serta vote itu merupakan salah satu dukungan kalian terhadap novel ini, bantu saya mengembangkan ini novel yah๐๐
.
.
Hujan rintik-rintik sore ini, membasahi tanah tempat manusia berpijak, mengiringi isak-tangis yang kian menggema di ruangan terbuka.
"Al, lo anak yang kuat gue yakin." Stella menatap Aldo dengan senyuman, sembari mengelus-elus pundaknya memberikan kekuatan.
Tiba-tiba dari kejauhan terlihat seorang gadis yang berlari kecil sambil mengenakan kaca mata hitam menuju ke arah tempat pesemayaman terakhir orang tua Aldo.
"Al, lo gak papa?" ucapnya sembari menggeser posisi Stella dan langsung merangkul lengan Aldo begitu saja.
"Dasar mak lampir," ucap Amanda yang kebetulan ikut bersama Stella kepemakaman menemani Aldo mengantarkan orang tuanya ke peristirahatan terakhirnya.
"Sabar," ucap Stella sambil tertawa kecil.
"Al, gue turut berduka yah." Sandra terus saja bergelayut sok manja di lengan Aldo, tapi sayang, jangankan di balas, di responpun tidak.
"Stel, bawa orang ini menjauh dari gue," ucap Aldo datar dengan netra yang masih saja menatap lurus makam sang ayah. Stella mengangguk, menarik tangan Sandra agar menjauh dari hadapan Aldo.
"Ikut gue," ucap Stella sambil menyeret Sandra menjauhi pemakaman.
"Sakit be*o," Sandra menghempaskan tangan Stella dengan kasar saat sudah sedikit menjauh dari pemakaman.
"Gak usah narik-narik, gue bisa jalan sendiri." Sandra menatap tak suka kepada Stella, sambil mengelus-elus pergelangan tangannya yang terasa nyeri dan panas.
"Lo kenapa sih suka bangat nyari masalah?" Stella berpaling menghadapkan tubuhnya kearah Sandra.
"Suka-suka gue dong, lagian juga bukan sama lo," ucap Sandra sambil mendelik tajam.
"Iyah, setidaknya untuk saat ini jangan buat masalah ke Aldo bodoh, lo gak lihat dia sedang kemalangan? pikir dong pakai otak lo." Stella tampak berapi-api mengeluarkan seluruh amarahnya melihat tingkah acuh Sandra.
"Yah gue kan cuman ikut bela sungkawa, kenapa lo yang sewot?"
Duh rasanya pengen bangat Stella menjambak rambut nenek lampir satu ini, kalau bukan karena Aldo yang dalam keaadan berduka udah di colok Stella tuh matanya yang suka natap rendah ke Stella.
"Bela sungkawa lo itu beda, Aldo ngerasa gak nyaman sama sikap lo, tau gak lo?"
"Eh suka-suka gue dong mak lambe, emang lo siapanya Aldo ha? enak bangat ngatur-ngatur gue." Sandra berkacak pinggang, netranya seolah seperti belati yang ingin menghujam tepat di jantung Stella.
Iya yah, emang gue siapanya Aldo, saudara bukan, emak bukan, apalagai pacarnya. Tapi bodo ah, Aldokan temen gue, dia juga udah ngungkapin perasaan.
"Guโgue sahabat Aldo, lo mau apa?" Sandra tertawa terbahak-bahak mendengar penuturan Stella.
"Sahabat? Aldo sahabatan sama cewe kayak lo? haha, mana mungkin." Sandra terus tertawa, sampai tanpa sadar di belakangnya telah melaju sebuah mobil dengan kecepatan tinggi yang seperti kehilangan arah karena rem blong.
Stella yang melihat itu langsung mendorong tubuh Sandra hingga terpental ke sebuah trotoar. Mobil melaju dengan cepat hingga menabrak pembatas jalan yang ada di depan mereka.
"Aww, tangan gue," ucap Sandra lirih, dia menatap Stella yang juga sedang memegangi bahu belakangnya yang cukup keras terbentur tadi.
"Kenapa lo dorong gue jal**ng?" memaki dengan suara keras.
Dasar tidak tau diuntung, bukannya berterimakasih malah ngatain nih bocah.
"Lo kaga lihat tuh mobil, dia tadi habis mau nabrak lo, harusnya lo berterimakasih sama gue, bukannya malah memaki gue," ucap Stella sambil berusaha bangkit dari posisinya.
Sandra mengalihkan pandangannya ke arah mobil yang sudah terhenti dengan capboard terbuka dan mengeluarkan asap. Ide licik muncul seketika di otak Sandra, sebuah drama bakalan tercipta.
"Oh my God, makasih Stella, lo udah nyelamatin nyawa gue, makasih banyak." Stella menatap bingung ke arah Sandra yang tiba-tiba berubah baik padanya. Tiba-tiba memeluk dirinya dengan mengucapkan kata terimakasih terus-terusan. Tapi di balik itu Stella tak menyadari, senyum licik terbit di bibir Sandra.
Haha, bentar lagi lo bakalan mati Stel, lihat aja.
Sandra makin tersenyum senang, saat asap mobil keluar semakin banyak, sepertinya mobil tersebut ingin meledak.
Stella yang tak tau apa-apa hanya bisa diam saat Sandra memeluk tubuhnya, namun tiba-tiba ....
Bruk
Sandra mendorong Stella hingga terpental jauh dari dirinya, sampai mendekati sebuah mobil yang ingin meledak tersebut.
"Aw ...." ringis Stella, ia memegangi pergelangan kakinya yang terasa sakit.
"Kurang ajar lo!!" Stella memaki Sandra yang tampak tertawa terbahak-bahak itu. Tanpa disadari oleh Sandra, sebuah pasang mata melihat semua kejadian tersebut dan merekamnya melalui kamera handpone.
Stella berusaha bangkit dari posisinya, namun sayang pergelangan kakinya terasa sangat sakit.
"Haha, nikmatin hari terakhirmu sayang." Sandra mengerlingkan sebelah matanya, tersenyum puas hingga pergi menghilang dari hadapan Stella.
Duar ....
Terdengar suara ledakan tak lama setelah kepergian Sandra dari tempat itu.
****
Hola readersku, maafkan aku yang akhir-akhir ini terlambat up mulu yah, di dunia nyataku sedang banyak bangat kesibukan yang harus kujalani, sebagai seorang pelajar seharusnya kalian pasti mengerti gimana sibuknya hal hal itu๐๐๐๐, so aku sangat meminta maaf kepada kalian yah๐๐
Oh iyah satu lagi nih, aku bawa rekomendasi novel yang bagus, lumayan sambil nunggu novelku update kalian bisa baca novel ini๐๐, kasih like, komen dan rate juga untuk mereka๐๐ punyaku juga jangan lupa di LIKE, KOMEN DAN VOTE yah๐๐
Love is blindโ> Novi wu
He is beutifulโ>Yns pramucipta
Mereka author-author hebat yang punya karya yang bagus bagus loh๐
NB: Jangan lupa LIKE, KOMEN DAN VOTE YAH, MAKASIH:)