BAD GIRL VS ICE MAN

BAD GIRL VS ICE MAN
Episode 41



Budayakan like, komen dan vote setelah kalian membaca yah🤗, dukungan kalian sangat berarti untukku, dan like serta vote itu merupakan salah satu dukungan kalian terhadap novel ini, bantu saya mengembangkan ini novel yah😍😍


.


.


Satu minggu telah berlalu dari kepergian Devano yang meninggalkan luka bagi banyak orang yang menyayanginya. Satu minggu juga Stella kehilangan rasa keceriaannya, dia seolah enggan menjadi pribadi biasanya, dia seperti terkurung dalam kegelapan, berapa kali juga teman-temannya mencoba mengembalikkan Stella yang dulu, tapi hasilnya selalu nihil.


"Stel, kantin yuk, nongski bareng lagi," ucap Kevin yang merangkul pundak Stella.


"Malas ah Vin, kalian aja deh, gue mau ke perpus aja." Stella melepaskan rangkulan Kevin dan hendak berjalan pergi.


"Stel, lo mau sampai kapan gitu?" Bima berteriak saat langkah sudah mendekati pintu keluar.


Stella berbalik.


"Devan gak bakalan suka lihat lo yang kayak gini, udah deh kita itu sama-sama kehilangan, tapi coba untuk belajar ikhlas Stel. Karena setiap pertemuan pasti akan ada perpisahan, gak ada yang abadi di dunia ini, termasuk nyawa seseorang."


Stella mengurungkan niatnya untuk menyendiri ke perpustakan, ia ingin mendengar apa yang akan disampaikan teman-temannya.


"Iyah Stel, kami semua kangen lo yang dulu, gak papa deh lo bar-bar, asalkan kecerian lo kembali," sambung Amanda.


"Gue ngizinin lo lagi bareng mereka." semua pasang mata menoleh ke arah sang pemilik suara. Stella mengernyit heran.


"Untuk kali ini, karena gue pengen sosok keras kepala yang selalu mengganggu kehidupan gue kembali lagi." Aldo menatap Stella dengan datar dan tangan yang di masukkan ke dalam saku celananya.


"Bukannya lo gak suka gue kayak gitu yah," ucap Stella dengan sinis.


"Of course, tapi untuk kali ini gue ngizinin lo."


"Hm ...." Stella menyunggingkan senyum sinisnya.


"Kenapa kalian sekarang pada berubah? bukannya dulu kalian yang nyuruh-nyuruh gue taubat? Devano juga pesan gitu kan?" Stella tersenyum, tapi bukan senyum ceria seperti biasanya yang ia tunjukkan, melainkan senyuman penuh makna.


"Jangan bawa-bawa Devano Stel," ucap Bianca yang sedari diam mendengar ucapan Stella.


"Gue gak salahkan? mau balas kebaikan Devan dengan cara gue berubah."


"Lo gak salah Stel, yang lo ucapkan benar, lo juga gak salah kalau mau berubah, kita justru


senang, Devan juga pasti senang di alam sana. Masalahnya kami gak suka ngelihat lo yang begini, kemana sosok Stella yang berani melawan guru? keman sosok Stella yang suka berantam? kemana Stella yang suka bar-bar? kemana semuanya? Devan pengen lo berubah, iyah itu benar, tapi Devan gak pernah ingin membuat lo jadi sosok pribadi pendiam seperti ini," Bianca berucap menggebu-gebu, dia seolah sudah tidak tahan dengan situasi ini.


"Devan justru pengen lo bahagia, dia rela ngelakuin apapun demi lo, tapi lo apa? lo sendiri gak bisa buat dia tenang dan bahagia." Bianca langsung berlalu meninggalkan Stella yang mematung di tempatnya.


Dev, lo gimana sih? masa lo ninggalin gue dengan keadaan begini? sanggup lo lihat mereka begitu? lihat Stella Dev, dia bener-bener merasa bersalah atas kepergian lo, bukan hanya dia, kite-kite juga ngerasa kehilangan lo bangat, taga lo Dev. -batin Bima


Stella terdiam, dia mencoba memahami setiap perkataan Bianca. Apa yang Bianca bilang ada benernya. Masa dia tidak bisa berubah lebih baik tanpa melupakan temannya demi Devano yang sudah mengorbankan nyawa demi dirinya.


Pengorbanan sekecil itu tidak bisa Stella lakukan? sungguh itu benar-benar memalukan. Devano pasti sedih melihat dia yang sekarang.


"Udah, gak usah sedih, Bianca gak akan pernah ngebenci lo. Dia hanya merasa sedikit kesal melihat lo." Aldo datang ke samping Stella, dia mencoba menenangkan Stella yang habis berdebat dengan Bianca meski dengan gayanya yang seperti biasa.


"Al, gue jahat yah?" Stella melirik Aldo dengan mata yang sudah berkaca-kaca, siap menumpahkan air mata kapanpun dia mau.


"Lo gak jahat, cuman butuh kesadaran aja untuk berubah," ucap Aldo.


***


sorry aku telat up lagi😳, serius ini aku lagi dimasa-masa sibuknya


Jadi badmood mau ngapain, aku harus berkutat dengan 2hal berbeda🙃


Mana harus ngurusin pendaftaran mau masuk Sma, ngurusin kejelasan lulus lulusan smp


puyeng mah nih kepala🙂


so maafin aku yah guys, bantu aku vote and like karya ini okey, biar aku semngat update😍