BAD GIRL VS ICE MAN

BAD GIRL VS ICE MAN
Episode 15



Stella mengerjapkan matanya beberapa kali, suara kicauan burung mulai terdengar, Stella bangkit dari kasurnya dan menuju kekamar mandi.


Setelah semuanya selesai, Stella turun kevbawah sekedar untuk sarapan bersama kakaknya.


"Pagi kk Ren," sapa Stella


"Pagi, buruan duduk sarapan, ntar gue telat gue ada kuliah pagi. "


"Iyah–iyah, btw momy mana? " Iyah ... sebulan yang lalu Momynya Stella datang ke Jakarta.


"Lo gak tau, nyokap dah balik lagi ke Amrik? Makanya lo kalau tidur jangan ngebo."


"Apaan sih, gue gak ngebo yah, cuman yah semalam emang lagi kecapekan aja, momy jugaan balik ke Amrik gak bilang-bilang " Stella mengerucutkan bibirnya, kesal dengan situasi yang ada sekarang, bahkan roti yang tak bersalah pun dijadikan pelampiasan olehnya.


"Apaan sih lo ... bibir dimaju-majuin gitu, lagian lo lupa, semalam kan momy dah bilang dia mau balik lagi ke Amrik ketempat papi, dasar pikun, masih muda kok pikun, suka ngebo lagi, gak ada cewek-ceweknya, nyesel gue punya adik kek lo," Ujar Renata malas.


"Kalo lo nyesel bilang sama nyokap, kan nyokap yang lahirin gue, wlek .... " Stella menjulurkan lidahnya mengejek Renata dan Renata hanya bisa menatap jengah kelakuan adik perempuannya itu.


"Bay the way, gue udah nebak sih, papi gak bakalan bisa ke sini, secarakan dia gak punya waktu untuk kita, momy aja yang berharap berlebihan, momy pikir papi punya waktu apa untuk ikut momy ngelihatin kita," Ujar Stella dengan nada sinis.


"Apaan sih lo, bisa gak sih ... pikiran buruk lo itu tentang papi dibuang jauh-jauh aja? Lo pikir papi itu kayak gitu demi siapa? Demi kita *****," ujar Renata penuh dengan kekesalan.


"Satu lagi, gimanapun pikiran lo tentang papi, jangan lo lupain dia itu adalah bokap kandung kita." Stella terdiam mendengar perkataan kakaknya


"Udah buruan makan, atau gue tinggal lo sendiri." Renata bangkit mengambil tasnya yang berada di meja dekat pintu keluar.


"Cepat gue gak mau tau, gue gak mau terlambat lagi gara-gara lo," teriak Renata agar adiknya itu memdengarmya.


"Iyah–iyah bawel."


***


"Uwah ... akhirnya sampai tepat waktu, lumayan hari ini gak kenak hukuman lagi." Stella mengembangkan senyumannya kemudian melenggang masuk ke dalam sekolahnya tetapi tiba-tiba ....


*B*ukh


"Hati-hati dong kalau jalan, lo punya matakan." Stella merapikan pakaiannya yang kotor akibat terjatuh sambil memaki-maki orang yang menabraknya tanpa melihat siapa orang tersebut.


"Lo dengar gue gak?" Tiba-tiba ucapan Stella terhenti saat melihat siapa yang ada di depannya.


"Aldo ... lo ... ngapain lo nabrak gue? mau modus yah? " Stella memicingkan matanya menatap Aldo penuh selidik. Yang ditatap tetap memasang wajah dingin dan datar.


"Nggak usah ngimpi, gak sudi gue modusin cewe gak ada peraturan kayak lo." Dengan dinginnya ia menjawab pertanyaan Stella kemudian berlalu begitu saja.


"Woy kampret, lo kok ngeselin bangat sih ... dari awal ketemu, lo udah buat gue naik pitam mulu, lo punya masalah apa sama gue?" Stella berteriak, mengeluarkan emosinya kepada Aldo yang sudah berjalan sedikit menjauh.


****


"Wah Stel, tumben lo gak telat datang, kesambet setan apa nih." Hebo Bima saat melihat Stella datang lebih awal tidak seperti biasanya.


"Diam lo kutu kupret, gue lagi kesal jangan lo tambah kekesalan gue lagi. " Stella melemparkan tasnya ke atas meja, kemudian mendaratkan bokongnya ke atas kursi.


"Kenapa sih Stel?" Ucap Bianca yang sudah duduk di samping Stella.


"Yah lo kenapa dah, datang-datang udah ditekuk aja tuh mukak, kalau ada masalah cerita sama kite-kite, ya gak Dev? " Amanda menatap Devano, seolah meminta dukungan darinya, dan Devano yang mengerti akan tatapan Amanda langsung mengangguk membenarkan perkataan Amanda.


"Iyah Stel, yang dibilang Amanda benar kok, kita semuakan sahabat lo, jadi kalau lo ada masalah cerita sama kita-kita." Kini Stella menatap Devano yang sedang memberinya nasehat, kemudian berganti silih menatap ke 4 sahabatnya yang lain, dia kembali menidurkan kepalanya di atas meja.


"Gue gak papa, cuman lagi kesal aja sama tuh manusia es." Kelima sahabatnya langsung saling menatap.


"Lo diapain sama tuh es, biar gue hajar dia sampai babak belur." Bukan Devan, Bianca maupun Amanda yang berbicara, namun kini Kevin yang berbicara, sambil menaikan lengan bajunya ke atas, seolah ia benaran ingin menghajar Aldo.


"Udah de vin, lo mending belajar ae lagi sono, gak usah sok-sokan mau ngajar tuh si Aldo, yang ada ntar si Stella yang ngelindungi lo, bukan lo yang ngelindungi Stella. " Ujar Amanda dengan sinisnya.


"Apaan sih lo Mand, sirik aja." Seketika wajah Kevin ditekuk ketika anak-anak yang lain menertawai guyonan Amanda.


"Eh kutu kupret, lihat yah ... lo itu biasanya belajar, bukan berantam, yang ada lo baru ditatap si Aldo, udah ngibrit deluan." Amanda berkacak pinggang sambil menatap Kevin dengan tatapan meremehkan.


"Udah ah ... teman lagi kesal kalian malah berantam, malas gue jadinya di kelas." Stella bangkit dari tempat duduknya, masih dengan perasaan kesal, ia memutuskan untuk menyendiri, dibanding harus bersama teman- temannya, dia tau jika ia bersama temannya yang ada kesalnya bukan hilang, melainkan bertambah berkali-kali lipat.


"Gara-gara lo nih .... " Tunjuk Amanda saat Stella telah pergi meninggalkan kelas.


"Kok gara-gara gue sih?" Kevin merasa tak terima disalahkan oleh Amanda atas kepergian Stella.


"Iyalah, kan lo yang sok sok-an mau jadi pahlawan." Amanda masih saja menyalahkan Kevin, ia berkacak pinggang sambil menatap Kevin tak terima.


"Kan lo yang memulai perdebatan, kenapa juga jadi gue yang lo salahin?" Kini Kevin juga ikutan berkacak pinggang, sekarang posisi mereka saling berhadapan satu sama lain.


Saat Amanda membuka mulutnya ingin melawan Kevin lagi, tiba-tiba saja Bianca menyela.


"Udah deh, kalian mulai lagi ... di mana mana pasti berantam, sekarang tuh teman kita lagi kesal, harusnya dipujukin, bukan malah berantam." Sindir Bianca, kemudian berlalu meninggalkan tempat tersebut.


Amanda dan Kevin saling menatap kemudian berlalu mengikuti Bianca.


****


NB: JGN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE,TRIMS:)