BAD GIRL VS ICE MAN

BAD GIRL VS ICE MAN
Episode 33



Budayakan like, komen dan vote setelah kalian membaca yah🤗, dukungan kalian sangat berarti untukku, dan like serta vote itu merupakan salah satu dukungan kalian terhadap novel ini, bantu saya mengembangkan ini novel yah😍😍


.


.


.


Bel pulang telah berbunyi, seluruh siswa SMA Garuda telah kembali kerumah masing-masing, kecuali siswa-siswi kelas 12 Mipa 1 yang mendapatkan tugas tambahan berupa kerja kelompok.


"Apes bat dah gue, dari tadi masalah bermunculan mulu, siap satu datang satu lagi.


Baru juga hidup gue rada tenang, malah disuruh kerja kelompok barang nih es, berdua lagi. Apa coba maksud Bu Rina? Pengen buat gue mati kali yah?" Stella menggerutu sepanjang jalan kerumah Aldo. Ia benar-benar merasa tidak ikhlas dengan semua ini, serasa semuanya sudah diatur begitu saja.


Padahal Bu Rina memilih teman kelompok sesuai teman sebangku, tapi khusus Stella entah mengapa justru dibuat bersama Aldo, padahal kan teman sebangkunya Amanda.


"Lo bisa diam gak sih? Lo pikir gue juga mau sama lo? Anak badung kayak lo emang bisa apa? Otak pas-pas-an juga." ucap Aldo yang fokus dengan jalan.


Stella melotot mendengar penuturan dari Aldo, ia berujar, "Hei ... meski gue badung, bar-bar atau apalah itu, otak gue gak gitu juga kali, masih bisa nih diajak mikir, dulu gue juga pernah ikut olimpiade sains pas smp."


"Oh yah?" Aldo melirik ke arah Stella dengan menyunggingkan senyum sinis.


Sumpah, ingin sekali rasanya Stella mencabik-cabik makhluk Tuhan yang satu ini, sampai tak bersisa sedikitpun, sayangnya rasa kemanusian Stella masih ada, sehingga ia hanya bisa mengurungkan niatnya itu.


****


Mobil yang dikendarai oleh Aldo dan Stella telah memasuki pekarangan rumah yang lumayan luas, dengan bercet merah dan taman-taman bunga yang lumayan indah, tidak terlalu besar namun terkesan mewah dan elegan, membuat siapa saja terkagum melihat interiornya.


Stella menoleh ke arah Aldo yang sedang melepaskan sealbetnya, ia berujar, " Rumah lo bagus juga, tapi gue heran, kenapa sih lo gak pernah nunjukin kalau lo anak orang kaya? Di sekolah juga lo sering nyari beasiswa, padahalkan kalau dilihat-lihat lo termasuk orang berada juga, kalau masalah uang sekolah gitu, gak mungkin kan lo gak sanggup? Secarakan rumah lo bagus, punya mobil juga, tuh punya tukang kebun juga."


Aldo melirik Stella sebentar, sebelum ia benar-benar keluar dari mobil.


"Buruan keluar," ucap Aldo dengan datarnya


"Iyah-iyah." Stella membuka pintu tersebut dengan kasar, menghempaskannya begitu saja.


"Lo bisa gak sih, kalau bicara santai aja, gak usah datar kali gitu juga," Stella melirik Aldo yang juga sedang meliriknya.


Eh sikutu kupret malah ninggalin gue sendiri di sini, diajak ngobrol jugaan. Emaknya dulu ngidam es kali yah, makanya tuh anak jadi dingin bangat, ngalah-ngalahin es di lemari es gue aja. Bentar-bentar ... gue kan tadi lagi bertanya sesuatu sama tuh es, dia kan belum jawab pertanyaan gue? Kok udah malah main nyelonong aja sih? Gue juga kok malah jadi lupa? Stella tampak menepok jidatnya saat melihat punggung Aldo yang semakin jauh dari hadapannya.


"Woi, tungguin gue dong." Stella mengejar langkah Aldo yang semakin lama semakin jauh darinya.


****


Hem ... hem, terdengar bunyi napas Stella yang menderu begitu cepat. Napasnya tersengal-sengal sehabis mengejar Aldo, ingin sekali Stella memaki-makinya saat ini juga, namun keindahan interior dalam rumah Aldo mengalihkan segala emosi yang ia miliki.


"Wow, rumah lo indah juga, interiornya lumayan menarik, terkesan moderen tapi juga seperti bangunan klasik, siapa yang mendesainnya?" tanya Stella dengan raut wajah penuh kekaguman.


"Nyokap gue," ucap Aldo yang hanya ditanggapi anggukan kecil dari Stella.


"Bik ... siapin minuman dingin dua yah," ujar Aldo kepada pembantunya.


Aldo berjalan deluan, meninggalkan Stella yang masih mengagumi interior rumahnya.


"Bay the way, nyokap lo mana? Kok gue gak lihat dari tadi," ujar Stella yang mengikuti langkah Aldo menuju ruang tamu.


Aldo tampak menghembuskan nafasnya dengan kasar, sekelebit bayangan pertengkaran orang tuanya dulu kembali berputar di otaknya.


"Nyokap gue udah gak ada," ucapnya dengan nada bergetar, Stella tampak terkejut dengan pengakuan Aldo.


"Ma ... maksud lo, nyokap lo udah meninggal?" Tanya Stella dengan hati-hati.


"Bukan ...." Aldo menjeda kalimatnya, tampak ia yang memejamkan matanya rapat-rapat, seolah enggan untuk menyampaikan ini semua.


****


Hai readers setia aku, apa kabar semuanya?


Kuharap kalian baik-baik saja yah.


Bulan puasa ini ada baiknya kalau kalian berbuat baik kan?


Nah dengan membantu author mengembangkan novelnya saja sudah termasuk berbuat baik kok☺


cara membantunya gimana? Cukup dengan like, komen motivasi dari kalian, saran, kritikan yang membangun, juga vote dari kalian cukup kok membantu diriku mengembangkan ini novel😍


Sebelumnya aku ucapkan terimakasih banyak sama kalian semua karena sudah mau membaca novel absurdku ini😅😋.


Tapi kali ini aku membawa kabar gembira untuk kalian semua😋😀


Selama puasa di rumah tentu kalian merasa bosankan?


Nah untuk itu sembari menunggu novel "Bad girl vs ice man ini update kembali, kalian boleh membaca novel karangan kakak saya nih😚.


Ceritanya bagus loh😃,gak bakalan nyesel deh, rekomend bangat pokoknya😋.


Judulnya: Karina


Karangan: Lily.C



nah ini dia ceritanya, Tapi ingat untuk kembali pada cerita ini lagi, setelah kalian membaca novel ini yah😍.


Author sayang kalian semua😘😍.


love you😋.


***