BAD GIRL VS ICE MAN

BAD GIRL VS ICE MAN
Episode 13



Sore ini rumah Stella sudah dipenuhi dengan suara canda tawa dari manusia-manusia baik hati yang selalu membuat Stella tertawa, sesuai janji mereka tadi, sekarang mereka berkumpul di rumah Stella untuk kerja kelompok.


" Haha, gue pikir lo itu orang yang cool, gak banyak bicara Dev, tapi ternyata lo gak ada bedanya dengan yang lain." Ucap Stella tanpa menghentikan tawanya, melihat aksi konyol yang dilakukan Devan.


"Enak aja lo, gue ini orangnya emang cool cuman yah gitu ...."


"Cuman apa ... gak bisa diem? " Tanya Stella yang diangguki oleh Devano, seketika tawa anak-anak kembali pecah memenuhi isi ruangan rumah Stella, ralat maksudnya rumah kakaknya Stella.


"Tapi nih yah Stell, Devano itu sebenarnya memang pendiam, tapi semenjak lo datang ni mulutnya agak mulai lemes nih," Ujar Bima.


" Ha pendiam?, lebih pendiaman mana sama si gunung es atau nih kutil badak? "


"Woi kampret sekate-kate lo ngatain gue kutil badak, masak orang ganteng kayak gue di panggil kutil badak, waktu itu lo manggil gue setan sekarang kutil badak, jahat bangat lo. " Ucap Devano dengan tampang yang pura- pura sedih, semua anak kembali tertawa sampai Bima mengatakan, "Kalau itu tetap lebih pendiam si Aldo dari pada Devano, si Devan emang pendiam tapi dia bukan gunung es, orangnya royal kok, tapi kadang-kadang sedikit jutek," Ujar Bima


Devano senyum-senyum saat Bima memujinya.


" Gak usah naik telinga lo, nyesel gue muji lo "


"Eh guys ... dari tadi kita bicarain si Aldo, tuh gunung es kemana, kok belum datang juga udah jam 5 nih." Ujar Bianca yang memang betul bahwa Aldo belum juga datang padahal jam sudah menunjukan pukul 17.00 sore, di mana mereka janjian jam 16.00 sore, beearti Aldo udah telat 1 jam.


"Oh iya yah, tuh sigunung es kemana, lama amat." Ucapku yang baru menyadari kalau Aldo belum juga datang.


Saat mereka sedang bertanya-tanya tentang keberadaan Aldo, terdengar suara motor yang berhenti di depan rumah Stella.


"Panjang umur tu anak, baru aja dibicarain dah muncul " -Amanda.


"Sory gue telat," ucapnya dengan nada yang super duper dingin dan datar


"Dari mana aja lo, udah jam 5 baru datang. " Bukannya menjawab pertanyaan Stella Aldo malah duduk membuka tasnya dan mengambil buku, Stella mendengus kesal, ia tau Aldo emang dingin tapi ia tidak menyangka jika Aldo juga sangat pelit dalam bicara.


"Lo tu yah kalau orang nanya dijawab." Aldo melirik sebentar ke arah Stella kemudian mengalihkan pandangannya lagi kepada buku yang ia pegang.


"Sudah Stell, dia memang gitu mendingan kita langsung kerja aja deh. " Ujar Amanda sambil memegang pundak Stella.


Stella hanya mendengus kemudian duduk bersama temannya di meja ruang tamu


***


Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 8 malam, teman-teman Stella sudah kembali ke rumah mereka masing-masing.


"Momy .... " ujarnya.


***pesan**:


Stella : Yah ada apa mom?


momy gaul: Stella kamu apa kabar sayang, momymu yang cantik ini kangen๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜


Stella: Baik mom, mommy akoeh yang cantik pa kabar๐Ÿ˜‹


Momy gaul: Baik dunds, oh iyah besok momy sama papy bakalan ke Jakarta, lihatin kamu sama kak Renata.


Stella: Wah๐Ÿ˜๐Ÿ˜,cius mi? ๐Ÿ’—๐Ÿ’—


Momy gaul: Cius dong sayang, yaudah gih kamu tidur sana dah malam."


Stella: Tapi mom ... momy datang kesini sendirian aja yah๐Ÿ˜ž, Stella malas kalau harus ketemu papi๐Ÿ˜.


Momy gaul : Sayang ... gak boleh gitu, gimanapun dia tetap papi kamu.๐Ÿ˜‰


Stella : Dia sendiri sibuk sama bisnisnya, emang bisa jadi papi Stella๐Ÿ™„


Momy gaul : Sayang, papi ngelakuin itu semua demi kita. Kalau papi gak kerja terus kita makan apa, uang jajan kamu siapa yang ngasih?


Stella : Momy lah, kan selama ini juga momy yang ngurus dan ngasih kami makan๐Ÿ™ƒ


Momy gaul : Sayang ... gak boleh gitu, sudahlah kamu tidur aja, udah malam, nanti kamu telat lagi bangun paginya.


percakapan terhenti saat itu juga.


Lelah bangat, itu yang gue rasain sekarang hidup tanpa bokap selama 8 tahun, ngelihat momy yang kadang sedih karena bokap gak pernah pulang lagi sejak perusahaan di kabarkan bakalan bangkrut sebentar lagi, papi langsung ke Amrik tanpa ingin kami mengikutinya, dan semenjak itu papi gak pernah pulang, padahal gue kangen bangat sama papi, kangen main kuda-kudaan bareng, itu sebabnya gue jadi anak yang bandel gini, jadi anak yang kuat biar bisa lindungi nyokap dari apapapun dan juga bisa jaga diri sendiri.


Dan satu lagi, itu juga alasan gue gak suka sama Papi, bukan benci sih, cuman malas aja lihat Papi, karena Papi, Momy jadi sering sedih, momy juga harus berjuang sendiri ngebesarin kami.


***


NB:JGN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE, MKSH:)