BAD GIRL VS ICE MAN

BAD GIRL VS ICE MAN
Episode 32



Budayakan like, komen dan vote setelah kalian membaca yah🤗, dukungan kalian sangat berarti untukku, dan like serta vote itu merupakan salah satu dukungan kalian terhadap novel ini, bantu saya mengembangkan ini novel yah😍😍


.


.


.


"Lo gak mau cerita sama gue, siapa dia?"


"Apa pentingnya bagi lo?" Aldo menatap malas ke arah orang yang berada di sampingnya.


"Ayo lah Men, lo masih dendam sama gue?" Ucap seseorang di samping Aldo sambil memukul kecil pundak Aldo.


"Ngapain gue dendam sama lo," ucap Aldo dengan tersenyum sinis.


"Gue gak ngerebut pacar lo deh sumpah, Sandra tuh bilangnya udah putus sama lo, makanya gue nembak dia."


"Peduli amat gue, udah lah Dhit, kalau lo mau ambil aja tuh cewe murahan, gue malas," ucap Aldo yang kemudian berlalu dari situ, namun langkahnya tiba-tiba terhenti, saat Adhitama meneriaki sesuatu kepadanya.


"Aldo ... jangan rusak persahabatan kita karena seorang cewe, gue rela ninggalin dia demi persahabatan kita." Teriakan itu mampu membuat Aldo berpaling seutuhnya menghadap Adhitama. Dia menyunggingkan senyuman penuh arti yang sulit ditebak.


"Hkem, persahabatan? Gue gak pernah punya sahabat yang meninggalkan wanita yang sudah memilih dirinya ketimbang orang lain." Aldo berucap dengan sinisnya, alis matanya terangkat, dengan tangan terlipat di dada.


"Hei, ayolah men, harus berapa kali lagi gue bilang, gue sama sekali gak tau, kalau Sandra itu ternyata masih berhubungan sama lo waktu jadian sama gue." Aldo hanya tersenyum menanggapi ucapan mantan sahabatnya itu, kemudian ia berbalik ingin meninggalkan tempat itu.


 


" Gue percaya, suatu hari nanti hubungan persahabatan kita akan kembali seperti semula." Adhitama berteriak saat tubuh Aldo sudah menjauhi ruangan tersebut.


Aldo gimanapun kau membenciku, akan ada saatnya, dimana hubungan kita kembali seperti semula.


 ****


"Woi Stel, dari mana aja lo?" Bima menghampiri Stella yang terlihat memasuki ruang kelas.


"Hm ... dari uks," tuturnya dengan gelagat santay.


"Hm ... nggak kok, gue tadi cuman habis ngobatin kuping gue yang merah sehabis di jewer pak Jono." Stella menurunkan tangan Bianca dari keningnya sambil tersenyum.


"Kenapa bisa dijewer? Lo buat kesalahan apa lagi Stel?" Bianca menatap temannya itu penuh dengan tanda tanya, pasalnya tadi dia itu menyusul Aldo, bagaiman bisa sekarang malah dijewer sama pak Jono.


"Hm ... tadi itu gue lagi lempar-lemparan rumput di taman karena kesal, terus gue gak sadar ada pak Jono di belakang gue, nah salah satu rumput yang gue lempar gak sengaja mengenai bajunya pak Jono, dia marah, padahal gue udah minta maaf, sambil ngejelasin faktanya juga sih, eh tau-taunya dia gak terima penjelasan gue, jadinya yah gini ... kuping gue jadi korbannya," ucap Stella dengan cengirannya, Bianca tampak mengangguk-anggukan kepalanya.


"Hm ... kalian gak jadi cabut?" tanya Stella akhirnya, yang bingung melihat keberadaan temannya yang masih di kelas.


"Kan tadi gue udah bilang, kalau lo gak bisa ikut, kami juga gak bakalan pergi," ucap Bianca yang di angguki oleh seluruh temannya.


"Uh, terus si Kevin gimana?" tanya Stella, pasalnya dia tadi melihat bagaimana antusiasnya anak itu yang pengen cabut dari kelas.


"Dia gak papa kok, katanya dia ikhlas gak jadi cabut sekarang, lagian tadi jamkos, kalau gak percaya tanya aja tuh anak," ucap Bianca sambil menunjuk Kevin dengan dagunya, Stella hanya manut-manut saja dengan ucapan Bianca.


"Oh yah, gimana lo dengan si Aldo?"


"Gimana apanya?" Kening Stella berkerut mendengar pertanyaan Bianca.


"Gimana tadi lo sama si Aldo itu? Soalnya kan lo lama banget gak nampak tadi?" Jelas Bianca.


"Gak usah bahas dia deh, gue kesal samanya," tutur Stella yang beranjak ke bangkunya, di ikuti oleh Binca di belakangnya.


"Kenapa?"


"Gue sial bangat hari ini karena dia. Habis disuruh membaca buku hampir 1jam, mana dia gak bilang lagi, jam pelajaran pak Sentoso free, gue keluar perpus ketemu pak Jono, kuping gue merah, ketahuan ...." ucapan Stella terhenti, dikala ia mengingat kejadian saat di uks tadi, dimana ia dipergoki oleh seseorang, disaat posisinya dengan Aldo seperti sedang berpelukan, sungguh tidak menguntungkan.


"Ketahuan apa?" Tanya Bianca yang penasaran dengan lanjutan cerita Stella.


"Ah, lupakan saja, intinya banyak bangat lagi kesialan yang gue alamin hari ini karenanya," ucap Stella menggebu-gebu.


"Serah deh." pasrah Bianca akhirnya.


****


NB: JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE:)