
Today My Brithday😶😶
Budayakan like, komen dan vote setelah kalian membaca yah🤗, dukungan kalian sangat berarti untukku, dan like serta vote itu merupakan salah satu dukungan kalian terhadap novel ini, bantu saya mengembangkan ini novel yah😍😍
.
.
Dua orang berbeda jenis tampak sedang berlari-lari kecil di bawah hujan yang sudah mulai deras sedari tadi.
"Hua sampai juga akhirnya," ucap Stella sambil mengibas-ngibaskan rambutnya yang basah terkena hujan.
Ekor mata Aldo melirik sosok wanita bak bidadari itu tengah sibuk membersihkan tubuhnya yang habis terkena guyuran air hujan. Ekspresi dari wajah gadis itu yang terlihat kesal justru terlihat menggemaskan di matanya, tanpa sadar kedua sudut garis bibir itu terangkat membentuk sebuah lengkungan tipis.
Dia menarik pergelangan tangan gadis itu mendekat ke arahnya, memeluknya memeberikan kehangatan di tubuh mungil gadis itu yang terlihat menggigil ke dinginan.
Perlahan ibu jarinya menyentuh bibir mungil itu yang terlihat pucat. Sesaat manik mata mereka saling bertemu, mengunci satu sama lain. Tangan Aldo terangkat, menyibakkan rambut Stella yang menutupi separo wajahnya.
"Cantik," ucapan Aldo berhasil membuat jantung Stella berdegup kencang, hingga dia tak berani menatap mata Aldo dan memutuskan untuk kembali menundukkan kepalanya.
Aldo tersenyum simpul melihat gadisnya yang tersipu malu itu. Gadisnya? tidak masalahakan Aldo menganggap Stella itu gadisnya? bukankah mereka saling menyukai? bahkan kedekatan mereka sudah cukup menjadi bukti bahwa mereka saling mencintai. Hanya saja hubungan diantara mereka belum jelas apa statusnya.
Aldo takut ketika dia menyuruh Stella menjadi kekasihnya, dia tidak bisa bertahan di samping gadis itu selamanya. Dia punya mimpi yang harus dia gapai, dan dia takut memberikan harapan yang begitu tinggi terhadap gadisnya itu.
Cukup lama mereka berdiam diri di suasana yang begitu hening, hingga keduanya tersadar disaat terdengar suara yang memanggil mereka berdua.
"Eh si aden udah pulang?" Bik Lastri langsung membalikkan badannya saat melihat tuannya yang memeluk seorang gadis yang begitu dikenalinya.
"Ma–maaf den," ucap bik Lastri yang diam-diam tersenyum di balik badannya.
Stella menguraikan pelukan mereka, membenarkan posisinya seperti semula, rasanya sangat malu dipergoki oleh bik Lastri. Bukan hanya sekali, tapi beberapa kali bik Lastri memergokinya dalam keadaan berpelukan dengan Aldo.
Ini si bibik kok suka bangat yah mergoki gue lagi pelukan sama Aldo, ganggu momen aja ih sibibik.
Stella menggerutu di dalam hatinya, rasanya kesal sekali saat melihat bik Lastri memergokinya sedang berpelukan bersama Aldo.
"Ayo non," ajak bik Lastri mempersilahkan Stella masuk ke dalam rumah orang tua Aldo sembari menunjukkan jalan ke kamar tamu tempat istirahat Stella nanti.
"Makasih bik." Stella tersenyum, kemudian mengikuti langkah kaki bik Lastri menuju kamar tamu.
****
"Hum, kamar tamunya aja desaignnya elegan begini, gimana kamar utamanya yah," ucap Stella sembari memperhatikan sekeliling kamar yang bernuansa hijau bercampur putih itu.
Tok ...tok... tok
Stella mengalihkan manik matanya menatap pintu berwarna cream tersebut.
"Masuk."
ceklek
Suara pintu terbuka mulai terdengar, seorang wanita paruh baya masuk dengan menenteng paperbag yang berisi pakaian dan juga handuk untuk Stella mengganti pakaiannya yang sudah basah kuyup.
"Ini non, baju dan handuknya." bik Lastri tersenyum sembari meletakkan papperbag yang dia bawa tadi.
"Makasih yah bik," ucap Stella ramah, bik Lastri mengangguk dan pamit keluar undur diri ingin melanjutkan pekerjaannya.
"Saya keluar dulu yah non." Stella mengangguk dan langkah bik Lastri mulai menjauh dari kamar yang di tempati Stella.
****
Hari ini bakalan aku usahain up sebanyak 3x😍😍, karena hari ini adalah hari ultahku😘
mungkin bisa jadi lebih dari 3x kalau urusanku cepat selesai🤗🤗 Doain aja yah guys😘
Btw aku boleh minta like, komen, rate bintang 5 dan vote sebagai kado ultahku?🙂🙁
boleh yak😍😍