BAD GIRL VS ICE MAN

BAD GIRL VS ICE MAN
Episode 30



Budayakan like, komen dan vote setelah membaca yah:)


*


*


*


Setelah dari perpus, Stella memutuskan untuk ke taman sekolah saja, setidaknya ia bisa menenangkan diri di sana.


"Emang tu es yah ... ngeselin bangat," ucap Stella dengan berapi-api, bahkan rumput tak bersalahpun habis dicabutinya.


"Kalau emang pak Sentoso gak datang, ngapain juga dia ngelarang gue cabut sama teman-teman gue?" Stella melempar-lemparkan rumput yang dia cabut ke sembarang tempat.


"Maunya apa coba?" Lanjutnya lagi bertanya kepada dirinya sendiri.


"Ah ... kesal gue," teriak Sella sambil melemparkan rumput yang ia genggam ke belakang, namun kali ini rumput itu salah sasaran dan malah mengenai salah satu guru yang kebetulan sedang lewat dari taman sekolah.


Terlihat wajah guru itu yang tampak menahan emosi, jika ini sebuah komik, maka wajah guru tersebut akan terlihat memerah dan kepalanya akan mengeluarkan api.


Pundak Stella terasa ada yang memukul-mukulnya, ia enggan mengalihkan pandangannya ke belakang, jadi ia lebih memilih menggoyangkan bahunya, untuk menjatuhkan tangan itu.


Bukannya berhenti, pukulan-pukulan itu semakin gencar saja, Stella yang tadinya kesal bertambah semakin kesal.


"Apaan s ...." Ucapannya terhenti kala ia melihat siapa yang menepuk-nepuk pundaknya tadi.


Untung aja tadi gak gue semprot nih orang, kalau enggak urusannya bisa berabe kan.


"Eh bapak ... ada apa pak?" Tanya Stella dengan senyuman yang ia buat semanis mungkin.


"Baju bapak Kotor yah? Sini saya bersihin pak," ucap Stella yang sudah maju beberapa langkah untuk membersihkan baju sang guru, namun tangannya ditepis saat ingin menyentuh baju sang guru.


"Gak usah sok mau ngebersihin kamu, ini semua juga gara-gara kamu." Pak Jono si guru bk itu menatap Stella dengan tajam.


"Kamu nyalahin saya?" Tanya pak Jono dengan menunjuk dirinya sendiri.


"Gak gitu pak, tapi kan memang benar apa yang saya ucapkan." Stella menggaruk-garuk tengkuknya yang tidak gatal.


"Oh, jadi benar yah kamu nyalahin saya atas kesalahan kamu, kamu udah hebat?" Pak Jono langsung menarik telinga Stella ke atas, membuat gadis itu meringis kesakitan.


"Aduh ... aduh, sakit pak." Stella berusaha melepaskan tangan pak Jono dari telinganya.


"Kamu masih berani melawan saya?" Tanya pak Jono dengan tangan yang masih setia bertengger di telinga Stella.


"Ng ... nggak pak," ucap Stella terbata-bata menahan rasa perih di telinganya, sambil terus menarik-narik tangan pak Jono agar lepas dari telinganya.


"Bapak apaan sih, main jewer-jewer telinga saya, sakit tau pak, bapak pikir saya anak TK yang masih harus di jewer-jewer," ucap Stella sambil mengelus-elus telinganya yang terasa panas, setelah berhasil lepas dari dari jeweran maut pak Jono. Dia memanyunkan bibirnya, sambil menatap pak Jono dengan perasaan sedikit kesal.


"Habisnya kamu ... udah salah, malah nyalahin saya lagi," ucap pak Jono sambil meletakkan tangannya di dada.


"Sayakan gak nyalahin bapak, cuman ...." Ucapan Stella terhenti, ia tampak berfikir sejenak.


"Cuman apa?" Tanya pak Jono dengan menaikan alisnya sebelah.


"Cuman memberitahukan fakta aja pak." Ucapan Stella mampu membuat kedua bola mata sang guru membulat sempurna.


"Kamu masih berani nyalahin saya?" Tanya pak Jono sambil mengikis jarak mereka.


"Ma ... maaf pak, gak bermaksud." Stella langsung lari ngibrit, begitu ia tahu bahwa pak Jono akan kembali menjewernya.


****


NB: JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE, TERIMAKASIH:)