BAD GIRL VS ICE MAN

BAD GIRL VS ICE MAN
Episode 28



"Nggak, gue gak setuju, terutama lo Stel." Semua pasang mata tertuju kepada sang pemilik suara. Seketika binar bahagia di wajah Kevin memudar, ia tertunduk lesu, dan Stella yang melihat itu langsung menatap tajam kepada sang pemilik suara.


"Kenapa?" Tanyanya dengan tampang yang tak berdosa, sangat mengesalkan.


"Lo apa-apaan sih? Kenapa lo suka bangat ngaturin hidup gue?" Stella menatap tidak suka dengan manusia di hadapannya ini.


"Karena gue pembimbing lo," sahutnya dengan kalem, kemudian bangkit dan beranjak dari tempat duduknya.


"Stel, kejar gih ... coba tanya samanya apa maksudnya tadi, kalau lo emang gak bisa ikut, kami juga gak bakalan pergi tanpa lo." Bianca menatap Stella dengan lembut, seolah sedang mengisyaratkan bahwa ia mendukung Stella yang tadi ingin mengejar Aldo.


Stella menatap semua temannya, meminta persetujuan, dan mereka semua mengangguk, walaupun terlihat jelas raut kekecewaan di wajah Kevin, ia juga tetap mengangguk.


Mereka semua mengerti, karena Stella kini sedang di bawah bimbingan Aldo, apapun yang Stella lakukan selama bersangkutan dengan sekolah, Aldo juga bakalan kenak, karena Stella berada di bawah bimbingannya.


Setelah mendapatkan persetujuan dari teman-temannya, Stella langsung berlari menyusul Aldo.


***


"Woi manusia es tampang datar, tunggu sebentar." Langkah Aldo terhenti di koridor karena suara teriakan Stella yang melengking. Melihat Aldo yang berhenti, Stella langsung menghadang Aldo, berdiri tepat di depan tubuh menjulang itu.


"Maksud lo apa ha?" Tanya Stella tanpa basa-basi lagi, Aldo hanya menatapnya malas kemudian ingin berlalu dari situ, namun tangannya di cekal oleh Stella, Aldo menatap tangannya yang di pegang Stella dan Stella yang sadar akan hal itu langsung melepaskan pegangannya.


"Jangan main pergi aja lo, jawab pertanyaan gue dulu," ujar Stella dengan wajah sinis dan tangan yang terletak di atas dada.


Aldo membalikkan badannya seutuhnya menghadap Stella, ia menatap Stella lekat, hingga membuat jantung Stella berada di posisi yang tidak bagus.


"Gue pembimbing lo," ucapnya santay, dengan tangan kanan yang di masukkan ke dalam saku celana, badan yang bersandar ke tembok koridor dan kaki yang disilangkan.


"Gue tau, gue gak lupa, kalau lo pembimbing gue." Stella menatap makhluk Tuhan yang sangat menyebalkan ini dengan geram.


"Yaudah kalau gitu, berarti seharusnya lo tau kenapa gue ngelarang lo," ucapnya lagi dengan tampang khasnya.


Tampak Stella yang mengangkat tangannya seolah ingin mencekek manusia di hadapannya itu, tapi dia sadar, membunuh itu dosa, jadilah dia hanya mengusap wajahnya dengan frustasi.


"Iyah, tapi gak gini jugalah Al, gue juga ingin gitu sekali-kali main balik dengan kawan gue." Stella menatap Aldo dengan memelas berharap bahwa Aldo akan mengasihaninya, tapi sayang ... Aldo bukan tipe seperti itu, jangankan kasihan dilirik pun tidak😔


"Lah kan tadi lo barusan ngelarang gue," Stella menatap Aldo dengan wajah cemberut, tapi yang ditatap memasang wajah menyebalkan.


"Gue gak larang lo main, gue cuman ngelarang lo cabut."


"Sama aja bhambank"


Stella lagi-lagi mengusap wajahnya, menghadapi orang seperti Aldo memang harus memiliki kesabaran extra.


"Ya Allah, manusia seperti apa yang kau hadapkan pada hamba, salah hamba apa ya Allah." Stella berucap penuh dengan kefrustasian.


"Gini deh, mau lo sekarang apa?" Tanya Stella menatap wajah Aldo.


"Kan udah jelas gue mau apa, lo jangan cabut."


"Lo gak bisa gitu, ngasih gue keringanan sedikit?" Tanya Stella penuh harap.


"Gak," sahutnya acuh


"Negoisasi kek dikit, kasihan tau Kevin dah berharap padahal." Stella tetap berusaha memujuk Aldo, agar mau mengizinkannya cabut.


"Kalau gue bilang gak ya nggak." Aldo menatap Stella dengan intens.


"Lo taukan, kalau lo buat masalah gue pasti kenak juga?" Aldo bertanya dan Stella hanya mengangguk.


"Dan gue gak mau gara-gara lo berulah lagi, gue juga kenak imbasnya." Sambung Aldo


"Tapi ...."


"Kalau lo masih nekat cabut silahkan, jangan salahkan gue nanti nilai lo rendah, dan gak lulus ditahun ini. Gue harap lo masih ingat ancaman kepala sekolah," ujar Aldo setengah berbisik di telinga Stella, kemudian berlalu begitu saja meninggalkan Stella yang tengah mematung.


***


NB: JANGAN lUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE:)