
Budayakan like, komen dan vote setelah kalian membaca yahđ¤, dukungan kalian sangat berarti untukku, dan like serta vote itu merupakan salah satu dukungan kalian terhadap novel ini, bantu saya mengembangkan ini novel yahđđ
.
.
Satu bulan telah berlalu dari kecelakaan maut yang merenggut nyawa sang ayah dan membuat koma sang ibunda dari Aldo ricardo Alexander. Kepergian sang ayah membuat sedikit luka di hati Aldo, meski sang ayah pernah menanamkan luka yang mungkin sulit ia lupakan, namun bagaimanapun sosok ayah dan ibu itu selalu ada di dalam hati sanubari kita. Jangan tanyakan pasal keadaan ibunya Aldo kepada dia, bahkan dokter sendiri juga sudah menyerah menangani kondisi pasien yang tak kunjung sadar juga.
Seorang gadis berambut hitam kepirang-pirangan berlari kecil mengejar sosok pemuda jangkung dengan gaya yang stay cool selalu.
"Al ...." netra coklat kelabu itu menoleh kebelakang, mencari sosok suara yang sudah dikenali sang empunya.
Sejenak dua netra beda warna tersebut beradu, salingeng mengunci satu sama lain.
"Pulang sekolah nanti lo ada waktu gak?" binar bahagia terpancar jelas di wajah sang gadis, ntah apa yang sedang dia pikirkan sekarang ini, hingga membuat dirinya berbinar-binar bahagia seperti itu.
"Hum," dia berdehem.
"Kalau gue tanya jawab yang serius dong, jangan hanya hamâhumâhamâhum doang, lo pikir gue bisa ngerti bahasa alien dari planet antah berantah gitu." raut wajahnya terlihat kesal menatap sang pemuda yang hanya berdehem tanpa mau mengeluarkan suaranya. Bahkan kedua tangan sang gadis telah bertengger cantik di pinggul moleknya.
"Kenapa?" Gadis itu terpelongok, meski sudah diceramahi jawabannya tetap saja membuat orang lain kesal, tapi setidaknya dia bicaralah walaupun sedikit, daripada hanya berdehem seperti tadi doang? begitulah pikir gadis iti sekarang.
"Nanti kita belajar bareng yah, kan bentar lagi mau ujian nih, bantuin gue biar bisa dapat nilai bagus dalam ujian kelulusan ini yah?" binar mata penuh harapan terpancar dari netra hitam milik sang gadis, sementara sang pemuda hanya menatapnya dengan tanpa ekspresi sama sekali.
"Please, bantuin gue nyelesain amanah dari Devano Al." sebisa mungkin sang gadis memasang wajah imut yang bisa ia lakukan, dengan mengatupkan kedua telapak tangannya.
Kalau misalnya keinginannya terwujud, terus dia lulus kuliah dengan beasiswa ke luar negri, apakah gue bisa lupain dia.
Aldo menatap gadis di depannya yang seketika berubah menunduk dengan ekspresi muram. Seketika senyuman terbit di wajahnya, ia sekarang makin yakin bahwa gadis di depannya ini juga memiliki perasaan yang sama seperti yang dia miliki terhadap gadis ini.
Apa dia takut kalau gue pergi jauh darinya?
Aldo mengangkat tangannya, menyentuh puncak kepala sang gadis yang membuat hari-harinya berubah menjadi lebih berwarna. Stella mengangkat wajahnya, menatap manik mata sosok pria yang sudah berhasil mencuri hatinya. Senyuman manis pria itu yang pertama kali ia lihat. Bibir merah muda alaminya yang menawan membuat hati Stella menjadi dagâdigâdug gak karuan.
"Lo takut gue pergi jauh?" Stella terbengong, mencoba mencerna perkataan sosok di depannya, seolah tersihir dengan tatapan Aldo, tanpa di sadari kepalanya mengangguk kecil, membuat Aldo mengulum senyumannya, hingga Stella tersadar dan langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat.
"Engâenggak tuh," ucapnya terbata-bata karena salah tingkah.
"Gak usah bohong, ekspresi lo dari tadi udah nunjukin perasaan lo sebenarnya." Ucapan Aldo seketika membuat blushing pipinya Stella.
Seorang Stella pradginita anindya yang dulunya terkenal bad dan sangat sulit ditaklukan hatinya, bisa salah tingkah hanya karena perbuatan kecil dari Aldo ricardo Alexander? Imphosible bangat kedengarannya,tapi begitulah faktanya.
"Hum, lupakan saja, gimana tawaran gue, lo mau kan ngajarin gue Al?" Stella mencoba mengembalikkan percakapan ketopik utama agar bisa melarikab ceritanya. Aldo yang paham jika Stella merasa malu tidak ingin meneruskan godaannya, ia mengulum senyumannya melihat tingkah gemas Stella yang mencoba melarikan pembahasan mereka tadi. Aldo mengangguk, kemudian ia berjalan mendahului Stella dengan tampang yang sudah kembali kemode aslinya.
*****
NB: Jangan Lupa Like, Komen, Rate(bintang5) dan Vote , terimakasihđđ