
Budayakan like, komen dan vote setelah kalian membaca yah🤗, dukungan kalian sangat berarti untukku, dan like serta vote itu merupakan salah satu dukungan kalian terhadap novel ini, bantu saya mengembangkan ini novel yah😍😍
.
.
"Hua ... akhirnya selesai juga." Stella merentangkan kedua tangannya ke atas, setelah melakukan kegiatan lempar-melempar tepung tadi, mereka langsung mengerjakan tugas mereka.
"Itu belum selesai." Stella menatap Aldo dengan bingung, apanya yang belum siap? Adonan udah matang, hiasan di piring juga udah dibuat, apa lagi yang belum?
"Cream coklatnya belum ditaburi, stroberi yang tadi dibeli juga belum dipakai," ucap Aldo yang seakan mengerti arti tatapan Stella.
"Oh ...." Stella menganggukan kepalanya pertanda mengerti, kemudian mengambil cream coklat yang sudah dibuat Aldo tadi, beserta stroberi yang baru dibeli dari pasar.
"Udah nih, tinggal gue foto sebagai dokumentasi, sekalian mau pamer hasil karya, hihihi." Stella mengeluarkan androidnya dan membuka aplikasi kamera.
*1...2...3
Cekrek* ....
Aldo menatap jengah ke arah Stella, "Dasar ciwi," gumamnya.
****
Stella berjalan menuju kamarnya dengan lesu.
"Hari ini benar-benar melelahkan." Stella langsung menghempaskan tubuhnya ketika memasuki kamar.
Kring ....
Dengan malas Stella mengambil ponsel yang berada di tas di atas nakas.
"The six mouse friends?" Dahi Stella mengkerut ketika mendapati banyak notif chat dari the six mouse friends.
"Kenapa rame sekali ini grup?" Stella mencoba membaca permasalahan yang membuat rame seketika isi grup tersebut.
*TSMF*
*Bima sanjaya😎 : woi guys ... gimana kerja kelompok kalian, pada buat apa untuk text prosedur esok?
Amanda kapoor💕: Kepo lo, kelompok lo aja urusin dulu
Bima sanjaya😎 : **** ... ngegas amat, santuylah, yang laen pada kemana? Kenapa cuman kita berdua🤔
Amanda kapoor💕 : Lagi pada bobok manis kali😌.
Bima sanjaya 😎 : Emang lo kate gula apa? Mana ada bobo manis😒
Amanda kapoor💕: 🙄
Bianca Lee💓 : Ada apa ini?
Bima sanjaya😎 : Ini Bi, lagi bahas kelompok, tapi nih bocah kayaknya lagi pms, marah-marah mulu bawaannya.
Amanda kapoor💕: Idih sotoy lo😏
Bianca Lee💓 : Udah-udah, emang lo buat apaan Bim?
Bima sanjaya😎 : Mau buat miniatur Menara ifel rencananya, tapi tuh si Kevin @Kevin Barak wijaya😴, ngacauin segalanya.
Bianca lee💓 : Ngacauin gimana?
Bima sanjaya. : Itu stik eskrimnyakan tadi dah gue beli, terus udah gue bikin nih karangka awalnya, eh tuh curut datang-datang malah ngerusakin karangka yang gue buat, udah gitu malah nyengir tu dah🙃🙁
Bianca lee💓 : Terus-terus, kalian jadinya buat apa dong, kalau menara ifelnya rusak🤔
Bima sanjaya😎 : Gue udah suruh nyokap tadi mesan brownis coklat, itu aja deh gue jadiin text prosedur, dari pada gak siap? Lo taulah gimana teman sekelompok gue😌🙂
Kevin Barak Wijaya😴: Eh ada yang ngetag gue yah tadi?🤔
Bima sanjaya😎 : Kagak, malas orang ngetag manusia kayak lo🙄
Kevin Barak Wijaya😴: Yaelah Bim, lo masih marah sama masalah yang tadi? Gue kan dah minta maaf🙁
Stella pradginita😘 : Ribut woi😈😈, jan pada spam lo pada.
Stella pradginita😘 : Apaan lo, gak usah sotoy dong😴🙄
Bima sanjaya😎 : Elleh🙄, Btw gimana kerja kelompok lo tadi sama si Aldo, seru gak?😳*
Stella membayangkan kerja kelompoknya tadi saat bersama Aldo, berapa kali moment indah tercipta diantara keduanya, berapa kali juga degup jantungnya berdetak lebih cepat, ia kembali menatap layar ponsel, saat sebuah notif masuk ke ponselnya.
**Bima sanjaya😎 : Lah malah hilang nih orang, woi kalau ditanya jawab dong😬!!
Stella pradginita😘: Gadak, kerja kelompok gue biasa aja😑.
Stella pradginita😘 : Dah lah ah, gue mau bobo, bye** ....
Stella langsung mengakhiri percakapannya, sebelum para curut menanyakan hal-hal mengenai dirinya dan Aldo lebih jauh lagi.
"Tuh manusia es lagi ngapaian yah? Gue kok tiba-tiba kepikiran dia gini," ucap Stella sambil membayangkan wajah Aldo.
"Lucu bangat tau gak, lihat mukanya pas nangis kayak tadi, berasa aneh aja, manusia dingin, datar gak berekspresi kayak dia, bisa nangis juga kayak tadi?" Stella tertawa kecil saat mengingat-ingat momennya bersama Aldo tadi.
"Tapi, yang paling gue perhatiin, wajahnya sih, soalnya kalau dilihat-lihat dari dekat gitu, dia kelihatan tampan bangat, apalagi pas lagi nangis gitu, gak kelihatan tampang nyebelinnya, uwuw gantengnya Subahannallah, pantas aja ciwi-ciwi Sma Garuda pada deketin dia." Stella terdiam, dia membayangkan, jika saja dia dan Aldo pacaran, terus Aldo bersikap manis padanya, membelai rambutnya, mengajaknya keliling-keliling Ibu Kota, pasti dia akan sangat bahagia.
Sayangnya disaat dia sedang menghayal, tiba-tiba saja kelakuan Aldo yang mengesalkan lewat dari pikirannya, segera dia menepiskan pikiran anehnya.
"Nggak ... nggak, dia itu nyebelin, ngapain juga gue membayangkan jadi pacarnya? Jadi bimbingannya aja gue udah stres, apalagi kalau jadi pacarnya, bisa-bisa tensi gue naik kalau sama dia, karena dia bakalan sering buat gue marah-marah terus."
Stella menggeleng-gelengkan kepalanya, mencoba menetralkan kembali pikirannya.
***
"Rembulan malam ini indah." Aldo tersenyum menatap rembulan yang bersinar terang pada malam ini, angin malam menerpa halus rambutnya, suasana malam ini sangat cocok dengan suasana hatinya sekarang.
"Sama indahnya seperti dirinya." Aldo menatap rembulan itu sembari mengingat-ingat senyuman seseorang yang berhasil menemani hari-harinya belakangan ini.
"Sayangnya dia murid badung, bar-bar juga, padahal kalau dia kalem, dia kelihatan manis." Aldo bersandar pada pintu balkon, menikmati suasana malam yang begitu tenang, dia teringat akan seseorang yang mengisi hari-harinya belakangan ini, yang juga membuat jantungnya berdetak begitu kencang, tidak seperti biasanya.
Hari-harinya yang gelap, perlahan mulai terisi dengan sedikit cahaya. Sikapnya yang kadang jutek, bar-bar, ceria, mampu membuat hari-harinya berubah, membuat ruang kosong itu, perlahan terisi.
"Lo bisa berikan gue sesuatu, yang selama ini telah hilang dari gue," Aldo bergumam dengan membayangkan wajahnya, iyah wajah Stella.
Wajah murid yang terkenal badung dan suka melanggar peraturan, wajah murid yang selalu membuatnya sial, wajah yang kini menjadi murid di bawah bimbingannya.
"Lo juga yang telah membuat jantung ini selalu berdetak kencang saat bersama lo."
"Lo yang selalu nyusahin gue, buat gue harus terikat perjanjian dengan kepala sekolah begini, tapi lo juga yang bisa merubah hari-hari gue."
"Semua orang biasanya deketin gue kalau gak karena fisik, yah karena harta, tapi lo beda
jangankan ngedeketin gue, lo malah memberikan gue perhatian dan ketenangan yang seharusnya gue dapatkan dari seorang ibu." Aldo lagi-lagi tersenyum, namun senyumannya kini terasa hampa, saat menyebutkan kata ibu.
"Mungkinkah gue jatuh cinta pada lo Stel?"
****
Cinta itu tidak mengenal siapa dan mengapa, cinta itu di ibaratkan sebuah bunga yang butuh proses untuk mekar. Cinta berasal dari hati yang tulus dan murni, cinta itu tidak bisa ditebak, apalagi ditentukan. Cinta itu datang tiba-tiba, kenapa? karena hati tau kemana tempat yang cocok untuknya berlabuh.
****
***Guys, author mau curhat sama kalian
terserah kalian mau baca atau tidak🙁
Author tuh baru di dunia kepenulisan, masih anak kecil lagi, author itu butuh dukungan dan saran dari kalian, author ini bisa dibilang masih buta masalah nulis, jadi please bantu author untuk bisa belajar dari kesalahan-kesalahan yang author perbuat.
Author tuh sedih, kalau kalian cuman baca, tapi gak like dan komen, author rasanya pen hiatus deh, sumpah😢
mana pembaca juga pada nurun😭😭, tapi author gak masalah, jika kalian tetap mau stay dilapak author.
please lah, jika memang kalian suka sama novel ini, bantu saya ngembanginnya.
please like, komen dan vote🙁😥.
Biar author semangat ngetiknya, dengan kalian ngomen next aja aku udah senang, vote 10 biji juga gak papa, yang penting bantu aku ngembangin ini novel, please😭😭
Dan untuk yang promo dilapakku, silahkan aku gak melarang, tapi please guys, berikan like dan vote juga diceritaku, komenan kalian juga jgn terlalu panjang, biar komenan dari readers aku gak terhalangi😳, percayalah aku bakalan back cerita kalian yang kalian promoin dilapakku, aku gak hanya akan melike cerita kalian, aku juga bakalan benar-benar baca dan like serta rate cerita kalian, jadi please lah, promo boleh tapi like dan vote juga yah😭, 10 biji pu gak papa, asal kalian ikhlas🤗
Itu aja mungkin, makasih😭😍😘***