
Setelah beberapa hari berada di Raja Ampat, Ae dan teman-temannya kembali lagi ke Jakarta. Rasanya sudah cukup beberapa hari ini liburan di sana, selain menjernihkan otak, hati Ae juga sudah lumayan membaik, apalagi kemarin mendengar kabar bahwa Vincent meninggal setelah kritis 3 hari.
''Ae, setelah sampai Jakarta kamu mau takziah ke rumah Vincent?'' tanya Zelo.
''Kayaknya sih gitu. Tapi kalian harus ikut juga,'' ujar Aelesha.
''No, aku nggak mau ikut Ae. Gimana kalau arwah Vincent gentayangan. Apalagi kan meninggalnya gara-gara kecelakaan,'' ucap Wilo yang mengusap tengkuknya karna merasa merinding.
''Ya udah kalau gitu nggak usah kesana. Disana juga pasti banyak geng Ombro. Males lah ketemu mereka,'' ucap Ae lagi.
Setelah perjalanan 8 jam lebih akhirnya mereka telah sampai di rumah masing-masing. Ae lebih memilih langsung bergegas menuju kamarnya karna Mama dan Papanya sedang ada urusan bisnis ke LN.
Ae melepas sepatu dan tas yang berada di pundaknya. Kemudian ia merebahkan tubuhnya di atas ranjang yang tidak terlalu besar miliknya.
''Capek bangett, tapi seneng juga,'' ucap Aelesha. Tak lama kemudian Ae tertidur sampai tengah malam. Entah karna capek atau karna rasa kantuk yang melandanya, membuat tidurnya nyenyak sekali.
Jam menunjukkan pukul 23.10, Ae menggeliat dalam tidurnya. Ia merasakan perutnya yang sangat lapar. Ae pun membuka matanya lalu duduk di pinggiran ranjang sambil mengumpulkan nyawanya yang belum terkumpul sepenuhnya.
Setelah nyawanya terkumpul, Ae berjalan menuju kamar mandi untuk membuang hajat dan mencuci mukanya.
''Makan apa ya? Aduh laper banget lagi,'' gumamnya. Ia pun turun ke bawah untuk mencari makanan namun ia tak menemukan makanan apapun di sana. Mungkin Bi Nur juga tak tau jika Aelesha sudah pulang.
Ia naik ke lantai atas untuk mencari ponselnya. Di sana ia mencari kontak teman-temannya yang masih online, namun tak ada satupun yang masih terlihat online, mungkin mereka semua kecapekan karna perjalanan jauh dari tadi pagi.
''Eh, Kak Bima. Iya bener! Pasti dia belum tidur,'' uajr Ae langsung menekan nomor Bima.
Tut.
Deringan pertama langsung di angkat oleh Bima.
''Halo, ada apa Ae?'' tanya Bima di seberang telepon.
''Kak Bima ada di mana?'' tanya Ae basa basi.
''Di cafe temen, ada apa?'' tanya Bima lagi.
''Ae laper,'' ucap Ae sambil memegangi perutnya.
''Terus??'' goda Bima.
''Kak Bima nggak pengen beliin Ae makanan? Ae beneran laper Kak, di rumah nggak ada makanan,'' ucap Ae dengan nada memelas.
''Oke, 10 menit Kakak sampai di rumahmu,'' ujar Bima langsung mematikan sambungan telepon Ae.
''Yess! Kak Bima emang the best,'' ucap Aelesha.
Tidak sampai 10 menit, suara motor milik Bima sudah sampai di depan rumah Aelesha. Ia pun turun lalu keluar menuju dekat gerbang.
''Cepet banget Kak,'' ucap Aelesha sambil membuka gerbang.
''Nih,'' ujar Bima tanpa menjawab ucapan Aelesha.
''Berapa?'' tanya Ae yang merogoh saku untuk memberikan uang kepada Bima.
''Kamu kira Kakak ojol?'' tanya Bima menatap Ae dengan kesal.
''Ya kan tadi pakai uang Kakak, aku kan hanya ingin menggantinya,'' ucap Aelesha.
''Nggak usah, udah makan aja. Nasi sebungkus aja mau bayar. Kalau mau aku beliin tuh warungnya sekalian,'' ucap Bima dengan nada serius.
''Beneran?'' tanya Aelesha merespon dengan serius.
''Ya nggak lah, aku cuma bercanda,'' ujar Bima menyunggingkan sebelah bibirnya.
''Enggak, udah tengah malam. Aku pulang dulu ya, mending kamu masuk sekarang. Angin malam nggak baik buat kesehatan kamu,'' ujar Bima menyalakan mesin motornya.
''Iya Kak. Kakak hati-hati, langsung pulang,'' teriak Ae sambil melambaikan tangannya saat Bima sudah menjauh.
Ae buru-buru masuk ke dalam rumahnya. Setelah sampai di dapur, ia segera membuka makanan yang di belikan oleh Bima tadi. Ia pun menikmati makan tengah malamnya seorang diri sambil menscrool beranda aplikasi online nya.
''Wah keren nih,'' ujar Aelesha saat ada video anak motor yang tengah sunmori bersama gengnya.
''Bisa di jadikan ide buat besok nih,'' ujar Aelesha kembali. Ia pun langsung mengajak teman-temannya untuk melakukan sunmori. Teman-temannya pun tak ada yang menolak apalagi yang mengajak adalah ketua gengnya.
📤''Besok start dari rumahku, oke👍,'' isi pesan Ae kepada teman satu gengnya.
*
Pagi hari pun menyapa, Ae yang tidak tidur sejak semalam langsung bergegas menuju kamar mandi. Setelah bersiap-siap dengan jaket kulit berwarna hitam dan celana panjang sobek-sobek berwarna senada, ia pun segera turun karna anak-anak geng Silent Boom sudah banyak yang datang.
''Pagi,'' sapa Aelesha sambil menguncir rambutnya.
''Pagi Kak Ae,'' jawab anak-anak yang sudah datang.
Pagi ini Aelesha sunmori tidak hanya dengan Wilo, Zehan dan juga Zelo. Namun semua gengnya ia ajak biar tambah rame, pikirnya.
Anak silent boom berjumlah 22 orang. Dan semuanya bisa ilmu bela diri. Mereka semua tidak dari kalangan orang biasa, karna motor yang mereka kendarai pun tak jauh beda dengan motor ketua gengnya yang harganya ratusan juta.
Setelah anggota gengnya sudah berkumpul. Mereka berdoa bersama agar lancar sunmori hari ini.
''Hati-hati di jalan, utamakan keselamatan, selamat bersenang-senang,'' ucap Aelesha sebelum mereka membubarkan diri.
''Baik Kak,'' ucap mereka serempak.
Mereka mengendarai motor mereka masing-masing. Dari Aelesha dan Wilo yang paling depan, Zelo dan Zehan yang berada paling belakang.
''Ternyata asik juga,'' batin Aelesha.
Mereka pun mengendarai motor dengan santai. Namun tiba-tiba,,,
Bruak.
Ae dan Wilo menoleh ke arah sumber suara yang berada di belakang. Ternyata teman satu gengnya ada yang menabrak sebuah mobil. Ae pun langsung menepikan motornya begitu juga yang lain.
Pemilik mobil itu pun keluar dan terlihat memaki temannya. Ae yang tak ingin ada keributan pun mendekat.
''Ada apa ini?'' tanya Aelesha.
''Kamu?'' ucap Aelesha saat mengenali orang yang ada di depannya saat ini.
''Kak, aku nggak sengaja menabrak mobilnya karna orang ini mengerem mendadak,'' ujar Ata teman satu geng Aelesha yang menabrak mobil wanita yang sangat di kenali Ae.
''Kamu aja yang nggak bisa naik motor. Lain kali jalan kaki aja nggak usah sok-sok an naik motor murahan kayak gini,'' ejek wanita itu membuat Ae berdecak kesal.
''Kalau kamu nggak bisa naik mobil setidaknya belajar dulu jangan bawa mobil di jalan raya begini,'' ucap Aelesha santai.
''Apa kamu bilang? Yang salah itu temenmu bukannya aku ya. Ingat itu,'' ujar Diva menunjuk Aelesha dengan jari telunjuknya membuat Ae langsung memutar tangan itu ke belakang dengan mudah.
''Aww, sakit br*ngs*k,'' gerutu wanita itu mengaduh kesakitan.
*
*
Siapa ya wanita itu?😁