
1 minggu pun telah berlalu, hari ini Aelesha memutuskan untuk pulang ke rumah karna ia sudah merasa puas atas menghilangnya selama 1 minggu ini. Dan yang lebih membuat Ae heran, kenapa kekuasaan Papanya tidak bisa menemukan dirinya selama 1 minggu ia menghilang.
''Apa Kak Al yang melindungi aku sampai-sampai Papa nggak tau keberadaanku,'' batin Ae saat berada di dalam taksi yang ia pesan.
Selang beberapa saat, Ae sampai di depan rumahnya. Rumah yang sudah 1 minggu ini ia tinggal.
Ae pun menhembuskan nafas panjangnya sebelum melangkah masuk ke dalam halaman rumah.
''Non Ae, ya ampun Non. Akhirnya Non Ae pulang juga. Ibu sama Bapak tiap hari nyariin Non Ae,'' ujar Pak Tedjo yang sedang berjaga.
''Mama sama Papa ada Pak?'' tanya Ae.
''Ada Non,'' ucap Pak Tedjo.
''Aku masuk dulu ya Pak,'' pamit Ae langsung bergegas masuk ke dalam rumah. Saat ia membuka pintu, ia mendapati Varo yang berada di sana. Ae langsung membuang muka ke arah lain.
''Aeleshaa!'' pekik Varo yang kaget saat Ae berada di depannya. Ia langsung mendekat ke arah Ae, namun Ae segera menjaga jarak.
''Ngapain kamu disini?'' tanya Ae datar.
''Hari ini rencananya aku sama Om Rio mau cari kamu. Kamu kemana aja sih Ae?'' tanya Varo dengan tatapan khawatir.
''Bukan urusanmu, minggir!'' ucap Aelesha tanpa menatap ke arah Varo.
''Ae, aku minta maat karna udah bentak kamu, aku sadar aku salah Ae,'' ucap Varo sambil memegang tangan Aelesha namun Aelesha langsung menepisnya.
''Minggir!'' Ae mendorong tubuh Varo dengan semua tenaganya.
''Ae, Ae jangan gini dong Ae,'' ucap Varo menahan tangan Ae namun Ae selalu menepisnya.
Papa dan Mama Yuni turun ke lantai dasar saat mendengar ada keributan di lantai bawah.
''Aelesha,'' ucap Mama dan Papa bersamaan saat melihat siapa di depannya saat ini.
''Gimana keadaan Mama?'' tanya Aelesha tanpa melihat ke arah Papanya.
''Mama sedih kamu pergi 1 minggu ini Ae, kamu kemana saja selama ini. Apa kamu udah nggak sayang sama Mama?'' ucap Mama Yuni merangkul anak gadisnya itu.
''Sekarang kan Ae sudah pulang Ma. Mama nggak usah sedih lagi ya,'' ucap Aelesha mengelus punggung wanita yang telah melahirkannya itu.
''Aelesha istirahat dulu ya Ma. Aelesha capek,'' ucap Aelesha sambil melepaskan pelukan di tubuh Mamanya.
''Mama masih mau ngobrol sama kamu Ae,'' ucap Mama Yuni yang menatap anaknya dengan kesedihan yang mendalam. Selama 1 minggu menghilang, Ae seperti berubah menjadi lebih dingin menurut Mama Yuni.
''Nanti kan bisa Ma,'' ucap Ae langsung berjalan menuju tangga. Ia menaiki anak tangga tanpa mau menoleh ke belakang, Varo menatap Aelesha dengan kecewa karna Aelesha seperti sudah melupakannya.
''Aeleshaa, segitu bencinya kah kamu kepadaku?'' batin Varo dengan rasa kecewa dan marah menjadi satu.
''Om, Tante, Varo pamit dulu. Sepertinya Ae juga tidak ingin di ganggu,'' ujar Varo dengan kesedihan di wajahnya.
''Iya Ro, kamu hati-hati ya. Mungkin Aelesha masih ingin sendiri. Kamu jangan bersedih,'' Mama Yuni menepuk punggung Varo dengan pelan, Mama Yuni memberikan semangat kepada Varo.
''Iya Tante,'' ujar Varo menyalami Mama Yuni dan Papa Rio lalu pergi dari rumah Aelesha.
*
Pagi hari pun menyapa, namun Ae masih malas untuk bergegas dari tempat tidurnya. Ia menggulingkan tubuhnya kesana kemari untuk mengusir kebosanan.
''Masih jam setengah 7 lagi, tapi kenapa nih mata nggak mau merem lagi,'' ujarnya. Ia pun memutuskan untuk ke kamar mandi dan bersiap-siap kesekolah. Hari ini jam pertama adalah pelajaran Varo, maka dari itu Ae ingin menghindari pelajaran kesukaannya itu hanya karna ia tak mau bertemu dengan gurunya.
Setelah siap dengan seragamnya, Ae turun ke bawah untuk sarapan pagi.
''Pagi Ma,'' sapa Aelesha. Di sana juga ada Papa Rio, namun Ae seperti tidak melihatnya.
Ae duduk di kursi yang biasa ia tempati, ia segera melahap makanan yang ada di depannya tanpa bersuara sedikit pun.
Sejak tadi Papa Rio memperhatikan Aelesha yang terlihat berubah. Ia juga menyesal telah menampar Aelesha waktu itu.
''Aelesha, bagaimana kalau hari ini Papa yang anterin kamu ke sekolah,'' ujar Papa Rio, namun Ae tak menjawab ucapannya. Aelesha memilih fokus pada makanannya.
''Ae, Papa sedang bicara sama kamu Nak,'' ucap Mama Yuni.
''Ae punya motor Ma, Ae sudah terbiasa berangkat sendiri,'' ucap Aelesha langsung mengakhiri makanannya lalu mengelap bibirnya.
''Ae berangkat dulu Ma,'' pamit Aelesha tanpa bersalaman dengan sang Papa.
''Hati-hati Ae,'' ucap Mama Yuni sedikit berteriak karna langkah kaki Ae sudah lumayan jauh.
Mama Yuni dan Papa Rio menghembuskan nafasnya kasar dengan tingkah Aelesha yang sangat berubah.
''Ini semua gara-gara Papa. Jika Papa bisa menahan emosi, ini semua tidak akan terjadi,'' ujar Papa Rio. Mama Yuni hanya diam saja, ia sangat menyayangkan dengan sikap Ae yang biasanya ceria berubah menjadi dingin seperti itu.
Di perjalanan Ae mengendarai motornya dengan sangat pelan agar sampai sekolah pelajaran Varo sudah selesai. Namun yang ia harapkan tidaklah sesuai kenyataan, saat tiba di sekolah, ia melihat jam masih pukul 07.30 pagi.
''Akhh sial,'' ujar Aelesha. Ia berjalan menuju ruang kelasnya dengan santai.
Orang pintar mah bebas ya✌
Saat tiba di depan ruang kelas, ia langsung masuk begitu saja tanpa permisi atau mengetuk pintu.
''Aeleshaa,'' ucap Varo dengan tatapan tajamnya, Aelesha hanya menatap Varo sekilas.
''Jam berapa sekarang?'' tanya Varo.
''Jam setengah 8,'' ucap Aelesha santai.
''Kamu tau kan peraturan di sekolah ini?'' tanya Varo kembali.
''Tau, bukannya peraturan di buat untuk di langgar ya Pak,'' ucap Aelesha.
''Sabar Varo sabar, ini cobaan buat kamu. Jangan terpancing emosi,'' batin Varo meredam emosinya.
''Lain kali jangan di ulangi lagi,'' ucap Varo.
''Hem,'' jawaban Aelesha membuat Varo menghembuskan nafas panjangnya. Aelesha pun langsung duduk di kursinya sementara Pak Varo melanjutkan menerangkan di depan.
Di dalam kelas Ae bukannya belajar ia malah bermain dengan ponselnya, Varo pun cukup geram dengan sikap Ae hari ini. Ae benar-benar menguji kesabaran Varo.
Pelajaran Pak Varo berakhir masih kurang 5 menit lagi, namun ia mengakhiri pelajarannya karna ia ingin berbicara dengan Aelesha.
''Sekian pelajaran dari saya, jangan lupa tugasnya di kumpulkan besok pagi,'' ujar Pak Varo.
''Baik Pak,'' ucap semua murid.
''Untuk Aelesha, tolong ke ruangan saya sekarang juga,'' ucap Varo meninggalkan ruangan kelas. Ae pun tak mengindahkan ucapan Varo, ia memilih membuka aplikasi game terbarunya yang ingin ia mainkan.
*
*
Othor kembali lagi nih guys.
Jangan lupa dukungannya yaaa