
Setelah makan malam bersama, Ae pun pamit ke toilet karna merasa perutnya tidak biasa-biasa saja.
''Aku ke toilet dulu,'' ucap Ae kepada Varo.
''Mau di antar?'' tanya Varo penuh perhatian.
''Nggak usah, aku berani sendiri,'' ujar Aelesha.
Ia berjalan menuju toilet, ia tak sadar jika ada seseorang yang mengikutinya dari belakang. Saat ia masuk ke dalam toilet, pintu toilet pun di kunci dari luar tanpa di sadari oleh Aelesha.
''Kamu sudah merebut apa yang seharusnya aku miliki Aelesha,'' Deena tersenyum licik, ia lalu mematikan saklar kamar mandi itu.
Lampu di dalam toilet pun padam. Membuat Aelesha kebingungan. Ia meraba raba bajunya, ia lupa jika ponselnya ia tinggal di dalam tasnya.
''Akhhh sialll. Lampunya padam lagi,'' umpat Ae. Tak ada ketakutan sama sekali di diri Aelesha.
''Mama, Mamaa, Pak Varooo,'' teriak Ae, namun percuma tak ada yang mendengarnya.
Ae duduk di atas kloset duduk, karna lampu yang mati membuat Ae berkali-kali menguap dan tertidur.
Hampir setengah jam Varo menunggu Ae di depan toilet, namun Ae tak juga keluar. Varo pun khawatir jika terjadi sesuatu dengan Ae. Akhirnya Varo memutuskan untuk masuk ke dalam toilet.
Varo mengerutkan keningnya saat mendapati lampu toilet mati. ''Kok mati sih lampunya,'' gumam Varo. Ia mencari saklar lampu untuk di hidupkan.
''Ae, Aelesha,'' panggil Varo. Varo membuka satu persatu pintu kamar mandi, dan ada satu pintu kamar mandi yang terkunci.
''Ae, Aeleshaa! Kamu ada di dalam kan Ae,'' ucap Varo terus menggedor-gedor pintu.
Ae pun membuka matanya karna mendengar suara gedoran pintu.
''Aelesha,'' panggil Varo lagi.
''Pak Varo tolong bukain pintunya. Pintunya ke kunci dari luar,'' ujar Aelesha.
Varo pun segera memutar kunci dan membuka pintu.
''Aeleshaaa, kamu nggak pa-pa kan?'' Varo segera memeluk erat Aelesha.
''Apaan sih Pak. Aku nggak pa-pa kok,'' Ae langsung melepaskan pelukan Varo.
''Kok bisa kekunci pintunya, gimana ceritanya?'' tanya Pak Varo.
''Ya mana aku tau. Tiba-tiba lampunya juga padam sendiri,'' ucap Aelesha berjalan meninggalkan toilet di susul oleh Varo.
''Jangan-jangan,'' ucap mereka bersamaan.
''Ini pasti kerjaan Deena. Aku yakin itu,'' ucap Aelesha.
''Mungkin sih. Tadi dia juga izin ke kamar mandi,'' ucap Varo.
''Dasar buaya betina,'' gerutu Aelesha.
''Eh, kok udah sepi. Pada kemana?'' tanya Aelesha karna di restoran itu hanya tinggal beberapa karyawan saja yang tengah membersihkan restoran.
''Ya pulang dong sayang. Ini udah jam 10 malam. Kamu sih lama banget di kamar mandi,'' ucap Varo.
''Kok Mama ninggalin aku sih,'' ucap Ae kesal.
''Kan berangkatnya sama aku, pulangnya juga harus sama aku dong Ae,'' ucap Varo.
''Ihh Pak Varo menyebalkan!!!'' ucap Ae mencubit lengan Varo sampai memerah.
''Awww, sakit Ae. Kamu ini brutal banget sihh,'' gerutu Varo. Ia merasakan lengannya terasa sakit terkena cubitan Ae.
''Makanya jangan mau sama aku,'' ucap Aelesha.
''Udah terlanjur juga. Kamu yang buat hatiku jungkir balik kayak gini. Ya kamu harus tanggung jawab dong. Harus mau jadi istriku 2 tahun lagi,'' ucap Varo tersenyum smirk.
''Terserah Pak Varo saja!'' Ae langsung berjalan menuju tempat parkir. Ia sama sekali tak peduli dengan ucapan Varo. Ia juga tak ingat dengan tasnya yang saat ini di bawa oleh Varo.
''Cepet bukain Pak,'' rengek Aelesha.
''Sabar dong sayang. Pelan-pelan napa,'' ucap Varo.
Varo pun mengantar Aelesha sampai rumah. Aelesha pun turun dari mobil Pak Varo. ''Tasnya jangan lupa di bawa,'' ucap Varo.
''Oh iya,'' ucap Ae langsung menyambar tasnya.
''Besok pagi berangkat bareng aku,'' ucap Varo.
''Enggak! Besok pagi aku di antar sopir saja,'' tolak Aelesha.
''Nggak ada penolakan Aelesha!''
''Nggak ada pemaksaan Pak Varoo!''
''Ya udah lah terserah! Cepat masuk, udah malam,'' ucap Pak Varo. Ae pun langsung masuk tanpa mengucap sepatah kata lagi. Setelah Ae sudah tak terlihat lagi, Varo baru menancapkan gasnya pulang ke rumah.
Sesampainya di rumah, Mama Yuni sudah bersedekap dada di depan pintu.
''Mama,'' gumam Ae.
Mama Yuni hanya diam, namun tatapan matanya membuat Ae takut.
''Ma,'' ucap Ae pelan.
''Huh,'' Mama Yuni menghembuskan nafasnya kasar. ''Anak Mama ternyata sudah besar ya. Udah mau nikah saja,'' ejek Mama Yuni.
''Ma bukan gitu, Ae sama Pak Varo tidak seperti apa yang Mama kira. Ae hanya sebatas menolong Pak Varo saja, nggak lebih,'' ujar Ae membela diri.
''Menolong dalam bentuk apa Ae. Sudah jelas-jelas kalian mesra-mesraan gitu,'' ucap Mama Yuni.
Ae pun menceritakan dari awal sampai akhir.
''Jadi orang yang kamu tabrak itu minta uang tebusan 15 juta? Dan yang membayar itu semua Varo?'' tanya Mama Yuni melebarkan matanya.
''I iya Ma, ya awalnya Ae mau mengganti uang itu. Tapi Pak Varo nggak mau Ma,'' ucap Aelesha.
Mama Yuni memijat kepalanya. ''Ya ampun Ae Ae,'' kepala Mama Yuni terasa ingin pecah.
''Mama sudah tau kan semuanya. Jadi Ae nggak mau nikah sama Pak Varo,'' ujar Aelesha.
''Udah terlanjur! Semua udah tau kalau kamu calon istrinya Varo,'' ucap Mama Yuni.
''Tapi Ma----''
''Varo baik dan juga tampan, kenapa kamu nggak mau sama dia? dia juga suka rela membayar orang yang kamu tabrak. Padahal waktu itu dia bukan siapa-siapamu,'' ucap Mama Yuni.
''Dia bukan tipe Ae Ma, Ae nggak suka,'' ucap Aelesha.
''Halah, nanti pasti bucin sendiri,'' ucap Mama Yuni meninggalkan Ae yang terlihat kesal.
''Ma!!''
''Mama menyebalkan, sama seperti Pak Varo,'' ujar Aelesha berjalan menuju kamarnya. Setelah sampai di kamar ia segera mengganti pakaiannya dengan pakaian rumahan. Tank top dan celana pendek menjadi andalannya. Ae pun segera menuju kamar mandi untuk mencuci muka dan gosok gigi.
Tringg tringgg tringggg.
Saat ia keluar dari kamar mandi, ponselnya pun berdering. Ae segera mengambil ponselnya yang masih berada di dalam tas. Tanpa melihat nama si penelpon, Ae langsung menggeser tombol warna hijau dan setelah itu muncullah wajah Varo di layar ponselnya.
Vano tertegun melihat kulit putih mulus dan leher jenjang milik Ae.
''Ya Allah. Mataku ternodai,'' ucap Varo dalam hati.
''Ada keperluan apa ya Pak?'' tanya Ae fokus pada cream malamnya.
''Eh, enggak. Aku cuma kangen aja sama calon istriku,'' ujar Varo.
''Huekkkk, rasanya aku ingin muntah,'' ucap Aelesha.
''Cepat tidur Ae. Besok sekolah, udah dong wajahnya nggak usah di elus-elus mulu. Udah cantik tau,'' ucap Varo membuat Ae salah tingkah, namun Ae pintar menyembunyikan salah tingkahnya.
*