AELESHA

AELESHA
16



Flashback on


Mama Yuni berangkat dari rumah di antar oleh supir menuju restoran tempat sahabatnya ulang tahun. Sesampainya di restoran ia segera masuk ke dalam.


''Yuni,'' ucap Mama Gea.


''Gea,'' Mama Yuni langsung memeluk Mama Gea.


''Selamat ulang tahun ya. Aduh tambah umur kok malah tambah cantik sih Ge,'' ujar Mama Yuni.


''Kamu juga tambah cantik dan awet muda. Eh mana suami dan anak kamu, kenapa nggak di ajak,'' ucap Mama Gea.


''Mas Rio ada di LN Ge, kalau anak aku udah ada janji sama teman-temannya, ya jadi nggak bisa ikut deh,'' ucap Mama Yuni.


''Padahal mau aku kenalkan sama anak aku loh. Siapa tau mereka bisa berteman baik,'' ujar Mama Gea.


''Ya kapan-kapan kan bisa. Katanya, anakmu sekarang udah jadi guru ya. Kok nggak nerusin usaha Papanya saja?'' tanya Mama Yuni kepo.


''Ya namanya anak muda jaman sekarang. Dia pengennya jadi guru dulu. Nanti kalau udah bosen ngajar ya balik ke perusahaan,'' ujar Mama Gea.


''Oh gitu ya, hem aku permisi ke toilet sebentar ya, kebelet nih,'' ucap Mama Yuni.


''Iya, jangan lama-lama Yun,'' ujar Mama Gea.


Saat Mama Yuni berada di toilet, Ae dan Varo datang.


Flashback off


''Ada apa Yun? Kamu udah kenal sama anakku?'' tanya Mama Gea mendekat karna melihat Mama Yuni yang sedang mengobrol dengan anaknya.


''Dia anak kamu?'' tanya Mama Yuni menunjuk Varo.


''Iya, dia anakku. Dan ini calon istrinya, namanya Aelesha,'' ucap Mama Gea mengenalkan Ae kepada Mamanya sendiri.


''Kamu tau Ge, Aelesha ini anakku,'' ucap Mama Yuni.


''Apa? Jadi Aelesha ini anak kamu? Ya ampun dunia ini memang sempit ya,'' ucap Mama Gea.


''Dan apa katamu tadi, Ae calon istrinya Pak Varo?'' tanya Mama Yuni memastikan bahwa telinganya tidak bermasalah.


''Iya. Sebenarnya tadi Varo mau aku kenalkan sama anakmu, eh ternyata mereka sudah saling kenal,'' ucap Mama Gea tersenyum ke arah Aelesha.


''Mampus aku. Kok bisa jadi kayak gini sih,'' batin Ae merutuki nasibnya.


''Ae masih sekolah kelas 2 SMA Ge. Masa mereka mau menikah?'' ucap Mama Yuni yang tak percaya.


''Jadi calon istrimu masih sekolah Ro?'' tanya Mama Gea kepada Varo.


''Aku bisa jelasin Ma----'' belum selesai Varo berbicara Mama Yuni sudah memotongnya.


''Mama nggak setuju kamu menikah Ae. Umur kamu bahkan masih 17 tahun. Masa kamu mau nikah sih, apa-apaan coba,'' ujar Mama Yuni.


''Nggak gitu Ma, kami---''


''Sudahlah Yun. Restui saja hubungan mereka, ya walaupun nikahnya setelah lulus nggak pa-pa kan ya Ro,'' ucap Mama Gea menatap Varo.


''Mama pusing Ae. Bagaimana bisa kamu seperti ini. Kemarin kamu ngenalin dia guru kamu, dan sekarang malah calon suami kamu. Kamu bikin Mama kecewa tau nggak,'' ucap Mama Yuni memegang kepalanya.


''Nggak gitu Ma, Ae cuma---''


''Bu, eh Tante. Maaf jika saya dan Ae membuat Anda kecewa. Tapi saya serius dengan anak Tante,'' ucap Varo langsung di pelototi oleh Ae.


''Pak Varo apa-apaan sih,'' ucap Ae tak terima.


''Saya benar-benar mencintai Aelesha Tan, ijinkan saya melindungnya, menjaganya sampai akhir hayat saya,'' ucap Varo berjongkok di depan Mama Yuni yang tengah duduk di kursi karna merasa pusing.


''Dia murid kamu Varo. Bagaimana kamu bisa mencintainya?'' tanya Mama Yuni.


''Entahlah, namun saat pertama saya melihatnya, saya sudah jatuh hati kepadanya Tan,'' ucap Varo melirik ke arah Aelesha.


''Sudahlah Yun, percaya deh sama anakku. Dia anak baik kok, nggak mungkin dia macam-macam sama Aelesha sebelum waktunya. Restui mereka ya,'' ucap Mama Gea memohon.


Mama Yuni menghembuskan nafas panjangnya.


''Ae memang butuh sosok pelindung setelah Kakaknya tiada. Mungkin Varo memang lelaki yang tepat untuk Aelesha. Dia juga terlihat sangat mencintai Ae,'' batin Mama Yuni.


''Baiklah, Mama restui hubungan kalian, tapi kalian menikah kalau Aelesha sudah lulus sekolah. Dan satu lagi, jangan macam-macam sama anak Tante sebelum waktunya,'' ucap Mama Yuni menatap Varo dengan tajam.


''Baik Tante, Terima kasih,'' Varo langsung mencium tangan Mama Yuni.


''Ma---''


''Apalagi sih Ae. Mama udah merestui hubungan kalian apa masih kurang, hem? Sudahlah, berhenti membuat Mama pusing,'' ujar Mama Yuni.


Ae tak menanggapi, ia hanya mengerucutkan bibirnya kesal.


''Kita makan dulu yuk, teman-teman kita sudah kumpul semua tuh,'' ujar Mama Gea.


''Baiklah,'' ucap Mama Yuni berdiri dari kursinya dan meninggalkan dua sejoli itu.


''Bapak apa-apaan sih!'' ucap Ae langsung memukul lengan Varo berkali-kali.


''Aw, sakit sayang,'' ucap Varo.


''Ini semua gara-gara Pak Varo. Aku nggak mau ya nikah sama Pak Varo,'' ujar Aelesha kesal.


''Kan kamu sendiri yang bilang mau jadi istriku. Kan aku tinggal mewujudkannya,'' ucap Varo tanpa merasa bersalah. Varo melihat jika Ae menahan air matanya agar tak jatuh.


''Ae, maafin aku. Tapi aku benar-benar mencintaimu Ae. Aku nggak mau kehilangan kamu,'' ucap Varo serius.


''Tapi aku nggak cinta sama Pak Varo,'' ucap Aelesha.


''Belum, suatu saat nanti kamu pasti cinta sama aku. Percayalah,'' ucap Varo. ''Kita makan dulu yuk,'' ajak Varo, Ae hanya menurut saja.


Sesampainya di meja makan, teman-teman Mama Gea menatap mereka berdua dengan penasaran.


''Ge, apakah dia anakmu?'' tanya salah satu teman Mama Gea.


''Iya dia anakku, namanya Georgino Alvaro, dan yang di sebelahnya calon istrinya, Aelesha. Anak dari teman kita Yuni,'' ucap Mama Gea memperkenalkan mereka berdua.


''Sudah tamat riwayatku kali ini,'' batin Ae dalam hati.


Di kursi pojok ada mata yang menatap mereka dengan tajam, ya dia adalah Deena. Ternyata Deena juga ikut di undang makan malam oleh Mama Gea karna Mama Deena juga teman Mama Gea.


''Wah, pasangan yang serasi sekali. Yang 1 cantik yang 1 tampan,'' puji salah seorang teman Mama Gea.


''Padahal rencananya tadi anakmu mau aku kenalin sama anakku loh Ge. Eh ternyata udah ada calon,'' ujar Mama Deena. Seketika mereka langsung memandang ke arah meja tempat Deena berada. Mama Gea hanya menanggapi dengan senyuman manisnya.


''Deena?'' batin Ae.


Varo yang tau jika di sana ada Deena langsung menggenggam tangan Ae dengan erat. Dan itu semua tak luput dari pandangan Deena.


''Siall, ternyata Aelesha calon istrinya Pak Varo,'' batin Deena.


''Di sana ada Deena,'' bisik Varo tepat di dekat telinga Ae.


''Udah tau,'' ucap Ae datar.


Mereka makan malam dengan di selingi obrolan ringan mengingat masa-masa muda mereka.


Sementara sejak tadi Deena memperhatikan Varo dan Ae yang terlihat begitu romantis.


*


*