AELESHA

AELESHA
19



''Semangat sekolahnya. Nanti aku jemput ya,'' ucap Varo sambil mengusap pucuk kepala Ae.


''Enggak usah, nanti aku nebeng temenku aja,'' ujar Ae.


''Temen cewek apa cowok? Kalau temen cowok nggak boleh. Kamu cuma milik aku, kamu nggak boleh deket-deket sama cowok lain,'' ucap Varo menunjukkan sifat protektifnya.


''Cewek, udah aku mau masuk dulu,'' pamit Aelesha.


''Iya, nanti pulang hati-hati Yang,'' ucap Varo membuat jantung Ae berdegup kencang.


''Heem,'' jawab Ae, ia langsung turun dari mobil Varo.


''Ada apa dengan jantungku. Masa seorang penggombal cuma di panggil Yang gitu udah baper sih. Aduhh, jangan gini dong Ae,'' gerutu Ae pada dirinya sendiri.


Ae pun masuk ke dalam kelas tanpa semangat sedikitpun. Entahlah, seperti ada yang kurang hari ini.


''Ae kamu kenapa?'' tanya Zehan yang melihat Ae lemas seperti tak bertenaga.


''Aku nggak pa-pa. Cuma lagi males aja,'' ucap Ae meletakkan kepalanya di atas bangku.


''Nggak kenapa-napa kok lemes gitu. Eh, gimana acara tadi malam?'' tanya Wilo yang sudah kepo.


''Lancar,'' ucap Ae.


''Lancar doang? Aku pengen denger cerita panjang lebarmu. Ayolah Queen,'' ucap Wilo memaksa.


Ae pun menceritakan semua kepada Wilo, Zehan dan juga Zelo. Mereka mendengar cerita Ae dengan seksama.


''Apa? Jadi kalian akan menikah?'' tanya Wilo dengan nada tinggi. Teman 1 kelas yang sudah datang pun langsung menoleh ke arah meja mereka.


''Heh, mulutmu itu kebiasaan banget sih Wil,'' Ae geram dengan mulut Wilo yang suka asal njeplak.


''Hehe, ya maaf. Aku syok kamu bilang seperti itu,'' Wilo hanya nyengir kuda saat kena semprot oleh Ae.


''Jadi Pak Varo langsung melamarmu gitu ya? Wah keren sih,'' ujar Zelo.


''Keren mbahmu! Mananya yang keren? Buat orang kesel aja,'' ucap Aelesha kesal jika teringat peristiwa tadi malam.


''Ya keren lah Queen, zaman sekarang jarang orang kayak gitu. Kebanyakan pemuda sekarang hanya demen gonta ganti pasangan tanpa ada niatan serius,'' ucap Zehan.


''Kamu beruntung bisa di cintai Pak Varo. Ya, walaupun dia kadang dingin dan datar sih. Tapi aku yakin, dia berbeda jika sedang bersamamu,'' ujar Zehan.


''Betul tuh,'' ucap Wilo membetulkan.


''Iya juga sih, yang mereka ucapkan semua benar. Tapi aku belum ingin mempunyai hubungan yang serius. Aku masih ingin senang-senang dan menikmati masa mudaku,'' batin Aelesha.


Tingg.


Ponsel milik Ae berbunyi, menandakan ada pesan yang masuk ke ponselnya. Ae segera mengambil ponsel yang ada di saku bajunya.


📩''Semangat belajar calon istri,'' bunyi pesan itu. Tanpa sadar Ae tersenyum saat membaca pesan dari Varo.


''Eh Ae ponsel kamu baru ya?'' tanya Wilo yang hafal dengan ponsel milik Ae yang lama.


''Punya Pak Varo,'' Ae fokus pada ponsel yang di genggamnya.


''Whattt?? Oh My God. Kalian udah sedekat itu ternyata,'' ucap Wilo tak habis fikir.


''Beneran ini ponsel milik Pak Varo?'' tanya Zelo memastikan.


''Iya, kenapa sih semua pada bawel banget,'' ucap Ae sambil fokus pada pesan yang akan di kirimnya.


''Pak Varo gercep tau nggak!'' ucap Wilo.


''Heem, niat hati pengen buat dia bucin ke aku. Eh ternyata melebihi ekspetasi, lebih parah bucinnya. Langsung bilang Mama lagi, minta restu,'' ucap Ae.


''Ya bagus dong. Berarti dia benar-benar nggak mau kehilangan kamu,'' ujar Zelo.


*


*


Masih dengan menggunakan seragam sekolah, mereka telah sampai di restoran viral itu.


''Eh, di sini pelayannya galak-galak tau. Beneran mau makan di sini. Nanti kalian berdua malah berantem lagi sama pelayannya,'' ujar Zelo.


''Udah tenang aja, kita nggak bakal berantem kok. Kita niatnya mau makan, iya kan Queen,'' ucap Wilo, Ae hanya mengangguk menurut saja.


''Ya udah, kita langsung masuk aja. Inget! Niatnya mau makan, nggak ngajak ribut loh ya,'' ucap Zelo mengingatkan.


''Iya iya bawel banget sih. Jadi makan nggak ini,'' Ae sudah tak sabar ingin segera mengisi perutnya yang terasa keroncongan.


''Ladies first,'' Zehan memberi jalan untuk Ae dan Wilo berjalan lebih dulu.


Sesampainya di dalam, Ae lebih memilih duduk di dekat dinding kaca. Makan sambil melihat ke arah luar menjadikan sensasi tersendiri menurut Ae.


''Mau pesen apa?! Nggak pakek lama!'' ucap pelayan sambil menaruh daftar menu dengan kasar. Ae hanya melirik sekilas, ia lalu memilih menu makanan yang ia suka.


''Cepet dong! Lama banget cuma milih aja,'' ucap pelayan itu melihat sinis ke arah mereka berempat.


''Kita di sini bayar. Ya sabar dong,'' ucap Wilo.


''Heh, customer bukan kalian saja ya,'' ucap salah satu teman sesama pelayan. Ae masih sabar, ia melanjutkan memilih beberapa menu lagi.


Setelah memilih beberapa menu, ia melanjutkan melihat ke arah luar lagi. Tanpa sengaja ia melihat sosok seseorang yang sangat di kenalnya sedang merangkul pundak seorang wanita yang mungkin umurnya lebih tua daripada Aelesha.


''Pak Varo,'' Ae mengerutkan keningnya. ''Siapa wanita itu?'' batin Ae menahan gejolak di dadanya. Hatinya terasa nyeri saat melihat Varo tengah bersama orang lain. Apalagi mereka terlihat sangat mesra.


''Kenapa hati ini terasa sesak saat melihatnya bersama wanita lain. Akhh sialll, apa aku sudah jatuh hati kepadanya,'' batin Aelesha.


Makanan yang mereka pesan sudah datang, Ae yang memang sudah lapar pun langsung menyantap makanan yang ada di depannya, dengan sesekali melirik ke arah Varo dan seorang wanita yang saat ini duduk di depan Varo.


''Pelan-pelan Queen,'' ucap Zelo mengingatkan.


''Udah laper banget,'' ucap Ae makan dengan lahap. Padahal dalam hatinya ia memendam kekesalan dan meluapkannya dengan makanan yang ada di depannya saat ini.


Tiba-tiba,,,


''Aww,'' Ae langsung memejamkan matanya karna merasakan sakit di giginya.


''Ae kamu kenapa?'' tanya Wilo


''Queen, kamu nggak pa-pa kan?'' tanya Zelo.


Mereka semua khawatir kepada Ae yang tiba-tiba mengeluarkan air mata.


''Gigi aku, aduh sakit banget,'' ucap Aelesha sambil memegang pipinya.


''Kan aku udah bilang pelan-pelan Ae,'' ucap Zelo.


''Aku pulang dulu ya, pinjem motornya dong,'' ucap Ae berdiri dari duduknya.


''Biar aku antar Queen,'' ucap Zehan yang tak tega melihat Ae merasa kesakitan.


''Enggak usah. Aku bisa sendiri. Pinjem motornya,'' ucap Ae. Wilo langsung menyerahkan kuncinya kepada Ae.


''Jangan punyamu. Aku nggak mau pakek, punya Zehan aja lah,'' ucap Ae yang tak mau memakai motor milik Wilo yang berwarna pink.


''Ini, hati-hati Queen, nggak usah ngebut,'' ucap Zehan dan teman-temannya.


''Bye, bayarin dulu ya,'' ucap Aelesha bergegas meninggalkan restoran itu.


''Akhh shittt, kenapa jadi sakit begini,'' gerutu Ae sambil memegang pipinya yang terasa nyeri.


Ae langsung menuju parkiran, ia menaiki motor Zehan lalu meninggalkan restoran itu.


*


*