AELESHA

AELESHA
11



''Nyonya ada di kamarnya Non. Katanya kurang enak badan,'' ucap Bi Nur.


''Mama sakit? Sejak kapan Bi?'' tanya Ae.


''Sejak tadi malam Non,'' ucap Bi Nur.


''Aku ke kamar Mama dulu Bi,'' ucap Ae langsung berlalu ke kamar Mama Yuni.


Tok tok tok.


Ceklek.


Ae membuka pintu dari luar, ia mendapati Mamanya yang sedang berbaring di tempat tidur.


''Ma, Mama kenapa?'' tanya Ae mendekat ke arah Mama Yuni.


''Mama cuma pusing aja kok Nak, hari ini kamu sarapan sendiri dulu ya,'' ucap Mama Yuni.


''Mama udah minum obat? Atau Ae panggilkan dokter,'' ujar Ae.


''Mama udah minum obat kok, bentar lagi juga sembuh,'' ucap Mama Yuni. ''Kamu cepat berangkat Ae, nanti telat lagi. Biar Pak Tedjo yang antar kamu,'' ucap Mama Yuni sambil membelai rambut panjang milik Ae.


''Iya Ma, Ae berangkat ya. Cepat sembuh Ma,'' ucap Ae menyalami tangan Mama Yuni dengan takzim.


''Hati-hati Ae,'' ucap Mama Yuni.


Ae pun langsung meninggalkan kamar Mama Yuni. Ia turun ke lantai bawah dan memakan sarapan yang sudah di siapkan oleh Bi Nur. Setelah sarapan ia langsung berangkat ke sekolah di antar oleh Pak Tedjo.


''Pak, nanti siang nggak usah jemput Ae ya, Ae pulang sama temen,'' ujar Ae sambil turun dari mobil.


''Baik Non,'' ucap Pak Tedjo.


Ae pun berjalan menuju ruang kelasnya. Ia tak sengaja melihat seseorang yang turun dari mobil tepat di parkiran yang biasa ia tempati.


''Oh, jadi dia biang keroknya?'' gumam Ae melihat sinis ke arah Deena. Tanpa berkata apapun Ae langsung menuju ruang kelasnya.


''Eh, Ae. Kamu kemana aja sih? Sumpah aku tuh khawatir banget sama kamu,'' ucap Wilo.


''Lutut kamu kenapa nih? Kamu habis jatuh?'' tanya Wilo lagi.


''Heem, kemarin habis nyium pantat mobil orang,'' ucap Ae seadanya.


''Kok bisa? Terus gimana? Mana aja yang sakit?'' pertanyaan demi pertanyaan Wilo lontarkan ke Ae.


''Nih siku, lutut terus perut,'' Ae membuka perutnya begitu saja. Untung di kelas itu belum ada murid laki-laki.


''Ya ampun Ae. Perutmu sampai lebam loh,'' Wilo kaget melihat perut Ae yang membiru.


''Ini nggak penting! Ada yang lebih penting lagi,'' ucap Ae langsung membisikkan sesuatu di telinga Wilo.


''Iya aku udah tau. Aku kemarin mau ngasih tau kamu tapi kamu nggak masuk,'' ucap Wilo. ''Kemarin Zelo udah bilang baik-baik sama dia, tapi kayaknya nggak mempan deh. Katamu dia masih parkir di sana hari ini,'' sambung Wilo lagi.


''Kalau mulut nggak mempan ya tindakkan dong. Aku nggak mau ya, tempatku di tempati oleh orang lain,'' ucap Ae kesal.


''Jadi----''


''Ya, kamu pasti tau maksudku,'' ucap Ae tersenyum smirk saat Deena masuk ke dalam kelas.


*


Pelajaran pun di mulai, Pak Varo datang dengen membawa kertas yang sudah di giling kecil-kecil seperti kertas arisan.


''Selamat pagi,'' ucap Pak Varo.


''Pagi Pak,'' ucap muridnya serentak.


''Oke langsung saja. Saya ada 30 soal. Nah, karna di kelas ini hanya ada 25 murid jadi saya harap 1 murid wajib mengerjakan 1 soal. Sisanya nanti siapa yang mau mengerjakan dan jawabannya benar, maka saya akan kasih nilai plus. Bisa di mengerti?'' tanya Pak Varo.


''Bisa Pak,'' ucap semua murid.


''Jangan di buka sebelum saya menyuruh membukanya!'' ucap Pak Varo.


Semua murid pun maju satu persatu. Setelah semua murid sudah mendapatkan soal, Pak Varo memerintahkan membukanya.


Yah, mampus aku! Gimana ini, sulit banget sih soalnya, dan masih banyak lagi keluhan murid-murid kelas 11.


''Karna kalian sudah membukanya, kalian boleh mengerjakannya sekarang!'' ucap Pak Varo.


Ae pun dengan santai mengerjakan soal yang ia dapat tadi. Mudah menurutnya. Namun berbeda dengan Wilo yang berada di sampingnya.


''Queen, bantuin,'' ucap Wilo pelan.


''Sebentar!'' ucap Ae yang masih fokus pada jawabannya. Setelah menjawab soalnya, Ae membantu Wilo menjawab soal milik Wilo yang menurut Ae lebih mudah.


''Queen, Queen ini benar nggak sih?'' Zehan menggoyang-goyangkan kursi milik Ae. Ae pun mengambil jawaban Zehan yang di berikan lewat bawah meja.


''Iya ini bener. Mantap Zehan,'' ucap Ae mengacungkan jempolnya. Zelo sejak tadi anteng karna Zelo juga memiliki otak cerdas.


''Yang sudah selesai mengerjakan boleh di kumpulkan di depan,'' ucap Pak Varo yang sejak tadi melihat ke arah Ae.


Ae dan 3 sahabatnya pun mengumpulkan jawabannya ke depan. Pak Varo memeriksa jawaban mereka 1 per satu.


''Soalnya masih sisa 5, kalian boleh ambil jika mau nilai tambahan,'' ucap Pak Varo.


Ae pun mengambil 1 soal, begitu juga Zelo, Zehan dan Wilo. Mereka segera mengerjakan soal kedua mereka.


''Ayo yang lain silahkan di kumpulkan ke depan. Masa 1 soal hampir setengah jam,'' ucap Pak Varo.


''Sulit Pak,'' ucap salah satu siswa.


''Tidak ada yang sulit di dunia ini jika kita mau berusaha lebih keras lagi,'' ucap Pak Varo.


Satu persatu murid maju ke depan untuk mengumpulkan jawabannya. Dan kini giliran Deena yang mengumpulkan.


''Halo Pak Varo,'' ucap Deena basa basi.


''Ya, taruh di situ,'' ucap Pak Varo tanpa menoleh ke arah Deena. Deena pun kesal karna merasa di cuekin oleh Pak Varo.


''Aelesha, bisa kamu bantu saya untuk mengkoreksi hasil jawaban teman-teman kamu?'' tanya Pak Varo menatap Ae.


''Dengan senang hati Pak,'' ucap Ae langsung maju ke depan.


''Silahkan duduk,'' ucap Pak Varo menepuk kursi di sebelahnya. Ae pun duduk dan membantu Pak Varo mengkoreksi jawaban teman-temannya. Namun ada 1 jawaban yang membuat Ae ingin tertawa.


''Prttttt,'' Ae menahan tawanya agar tidak pecah.


''Kenapa Aelesha?'' tanya Pak Varo.


''Lihatlah Pak. Kayaknya ada yang bucin sama Bapak,'' ucap Ae memperlihatkan jawaban atas nama Deena Eliza. Jawaban dari soal yang di berikan Pak Varo benar-benar tidak nyambung. Dan di bawah sendiri ada emoji love.


''Namanya siapa?'' tanya Pak Varo.


''Deena Eliza,'' ucap Ae.


''Karna jam pelajaran saya sudah habis, kita lanjut nanti Aelesha. Nanti setelah pelajaran yang kedua kamu bisa keruangan saya,'' ucap Pak Varo.


''Siap Pak guru tampan,'' ucap Ae dengan tangan seperti memberi hormat.


''Deena Eliza,'' ucap Pak Varo menatap muridnya. Deena langsung mengangkat tangannya. ''Saya Pak,'' ucap Deena.


'''Nanti kamu ke ruangan saya bersama Aelesha,'' ucap Pak Varo.


''Baik Pak,'' ucap Deena dengan senang hati.


*


*