
Jam menunjukkan pukul 6 sore. Ae masih bermalas-malasan di kamarnya bersama Wilo. Wilo ingin menyulap Ae menjadi ratu tercantik malam ini.
Tok tok tok.
''Ae, Mama boleh masuk?'' ucap Mama Yuni dari luar.
''Masuk aja Ma, pintunya nggak Ae kunci,'' ucap Ae setengah berteriak.
Mama Yuni masuk ke dalam kamar Ae. ''Mama mau pergi ke acara sahabat Mama, apa kamu mau ikut?'' tanya Mama Yuni.
''Ae udah ada janji Ma. Maaf ya Ae nggak bisa ikut,'' ucap Ae.
''Oh, ya sudah. Nanti jangan pulang malam-malam ya,'' ucap Mama Yuni. ''Mama berangkat dulu ya. Wil jagain Ae ya,'' ucap Mama Yuni meninggalkan kamar anak gadisnya.
''Baik Tante,'' ucap Wilo.
''Eh udah jam 6 lebih, mending kamu sekarang ganti baju deh, keburu Pak Varo nyampek duluan,'' ucap Wilo.
''Ya udah aku ganti baju dulu,'' ucap Ae menyambar drees berwarna putih ala-ala korea.
Setelah berganti pakaian Ae langsung di make up oleh Wilo. Ya, kemampuan Wilo tak dapat di ragukan lagi kalau soal me make over wajah.
''Perfect,'' ucap Wilo. Ae langsung membuka matanya saat make upnya selesai.
''Ini siapa? Woy ini bukan Aeleshaa ini,'' ucap Ae kaget dengan hasil make up Wilo.
''Perfect kan?'' ucap Wilo.
''Bangett, gilaa ini parah Wil,'' ucap Ae kagum dengan dirinya yang ada di pantulan cermin.
''Pasti nanti Pak Varo klepek-klepek sama kamu,'' ucap Wilo.
''Semoga saja,'' ucap Ae.
Beberapa saat kemudian bunyi klakson terdengar. Ae langsung turun bersama Wilo.
''Makasih ya Wil,'' ucap Ae kepada sahabatnya itu.
''Iyaa, cie yang mau ketemu camer,'' ledek Wilo.
''Apaan sih. Ngomong gitu lagi nggak akan aku kasih contekan kamu,'' ancam Ae.
''Yah jangan dong Ae. Maaf, maaf,'' ucap Wilo.
''Iya. Aku berangkat dulu ya Wil. Bye,'' ucap Ae berjalan menuju mobil Varo. Varo pun keluar dari mobilnya. Seketika ia terpana dengan kecantikan Ae malam ini.
''Aelesha cantik banget sih,'' gumam Vano.
''Malam Pak,'' sapa Ae.
''Malam. Kita berangkat sekarang ya,'' ujar Varo. Varo membukakan pintu mobil agar Ae segera masuk.
Di dalam mobil hanya keheningan yang ada, Varo sejak tadi mengontrol detak jantungnya.
''Ae,'' ucap Varo.
''Iya Pak,''
''Kamu cantik,'' ucap Varo.
''Makasih,'' ucap Ae tersenyum ke arah Varo. ''Bapak juga tampan,'' ucap Ae dan pasti membuat Varo salah tingkah.
''Jangan panggil saya Bapak Ae. Nanti Mama curiga,'' ucap Varo.
''Manggil apa dong Pak?'' tanya Ae bingung.
''Ya terserah. Yang penting jangan Bapak,'' ucap Varo.
''Kak, Mas, Sayang, Hubby, Beib, atau apa?'' tanya Ae
''Ya, ya terserah Ae,'' ucap Varo gugup. Di dekat Ae lama-lama membuat jantungnya selalu deg-degan. Padahal Ae terlihat biasa saja.
''Oke Sayang,'' ucap Ae. Varo langsung menoleh ke arah Ae dengan tatapan yang sulit di artikan.
''Kan katanya terserah Pak, ya udah aku panggil Sayang aja,'' ujar Ae tanpa merasa bersalah.
''Iya terserah,'' ucap Varo.
''Ya Tuhan kenapa jantung ini rasanya ingin melompat sih,'' batinnya.
Beberapa saat kemudian, mobil milik Varo sudah sampai di depan restoran yang sangat terkenal di kota itu.
''Eh Pak tunggu! Hadiah ini aku bawa nggak ya. Tapi aku malu sih, ya memang harganya nggak seberapa, tapi aku beli ini dari uang tabunganku Pak,'' ujar Ae tak sengaja menahan tangan Varo.
''Bawa aja nggak pa-pa. Mama pasti suka kok. Apalagi yang bawain calon menantunya,'' ucap Varo.
''Ihhh Bapak, aku serius nihh,'' ucap Ae kesal.
''Ya saya serius Ae,'' ucap Varo.
''Jangan formal gitu kenapa. Nanti Mama Pak Varo curiga loh,'' ujar Ae gemas dengan Varo.
''Oh iya maaf, bawa aja hadiahnya,'' ucap Varo turun dari mobilnya.
Ae dan Varo turun dari mobil. Ae melingkarkan tangannya di lengan Varo. Sementara tangan kirinya memegang kado untuk Mama Varo.
''Akting kita mulai,'' ucap Varo.
''Oke,'' ujar Ae.
Ae dan Varo masuk ke dalam restoran yang hanya di pesan oleh keluarga Varo. Di restoran itu hanya nampak beberapa orang saja yang baru datang. Padahal Mama Varo mengundang sahabat-sahabatnya semasa sekolah.
''Kamu nggak deg-deg an kan?'' tanya Varo.
''Enggak, biasa aja!'' ucap Ae bohong. Padahal saat ini jantungnya terasa ingin lompat dari tempatnya. Ia benar-benar bingung harus bersikap bagaimana nantinya. Apalagi Ae baru pertama kali seperti ini.
''Varo, sini Nak,'' Mama Gea melihat kedatangan Varo. Varo dan Ae langsung mendekat.
''Selamat ulang tahun Ma. Do'a terbaik untuk Mamaku,'' ucap Varo memeluk tubuh Mama Gea.
''Kamu bawa calon mantu Mama?'' tanya Mama Gea melihat Ae yang berada di belakang Varo.
''Iya Ma,'' ucap Varo.
''Malam Tante, selamat ulang tahun ya. Ini ada hadiah buat Tante,'' ucap Ae tersenyum canggung, Ae memberikan hadiah yang sudah ia kemas dengan rapi tadi.
''Makasih sayang, tapi kamu nggak perlu repot-repot bawa hadiah buat Mama. Kamu mau datang aja Mama udah seneng banget,'' ucap Mama Gea menerima kado dari Ae dengan tersenyum bahagia.
''Oh iya nama kamu siapa?'' tanya Mama Gea.
''Ae Tante, Aelesha,'' ucap Ae.
''Nama kamu cantik seperti orangnya. Varo benar-benar beruntung punya calon istri seperti kamu,'' ucap Mama Gea.
''Makasih Tante,'' ujar Ae.
''Mama tinggal dulu ya. Mau temui temen-temen Mama dulu,'' ucap Mama Gea.
''Iya Ma.''
''Iya Tante.''
''Huhhh,'' Ae membuang nafasnya dengan kasar.
''Kenapa? Pengen minum?'' tanya Varo.
''Pengen di peluk sama kamu. Terus di bisikin, semangat sayang, gitu,'' ucap Ae manja. Itulah cara ampuh menghilangkan grogi pada diri Ae, yaitu dengan cara menggombal.
''Mulai deh,'' ucap Varo.
''Tapi kamu suka kan sayang. Ngaku deh,'' ucap Ae.
''Iya sayang aku suka,'' ucap Varo membelai rambut Aelesha. Benar-benar sudah seperti pasangan pada umumnya. Di sana tak ada yang tau jika mereka sebatas murid dan guru.
''Aelesha!'' pekik seorang wanita yang tak jauh dari Ae. Ae langsung menoleh ke arah sumber suara yang ia yakini adalah suara sang Mama.
''Mama,'' gumam Ae melebarkan matanya.
''Kamu ngapain di sini?'' tanya Mama Yuni menatap Ae penuh tanda tanya. Apalagi di sebelah Ae adalah guru yang pernah datang ke rumah.
''Mama ngapain di sini?'' Ae bukannya menjawab malah bertanya balik.
''Jangan menjawab pertanyaan dengan pertanyaan!'' ucap Mama Yuni yang mulai kesal
''Aku, aku---''
''Dan kamu kenapa mesra-mesraan sama gurumu sendiri?'' tanya Mama Yuni yang tak habis fikir dengan jalan fikiran Ae.
''Ae bisa jelasin Ma,'' ucap Ae.
*