AELESHA

AELESHA
37



Varo terus mengikuti mereka sampai mereka masuk ke dalam restoran yang berada di mall itu. Varo pun duduk di kursi yang tak jauh dari mereka.


Al melepaskan masker yang ia pakai, begitu juga dengan kaca matanya.


''Siapa lelaki itu? Kenapa wajahnya tidak asing?'' batin Varo menatap Al yang tepat berhadapan dengannya, sedangkan Ae membelakanginya.


Makanan yang di pesan oleh Ae dan juga Al pun akhirnya datang. Mereka makan siang berdua dengan di iringi obrolan riang di dalamnya.


''Ae, maaf,'' ucap Al mengambil tisu lalu mengelap sudut bibir Ae yang terkena saos tomat. Varo yang melihatnya pun menggeram kesal. Ia sudah tak bisa lagi meredam emosinya. Varo bangkit dari duduknya lalu berjalan menuju meja Aelesha.


''Aelesha,'' panggil Varo, Ae pun langsung tersedak makanan yang ingin di telannya saat melihat tubuh Varo berada di depannya.


Uhuk uhuk uhuk.


''Minum Ae,'' Al pun menyodorkan segelas air putih.


''Makasih Kak,'' Ae menerimanya lalu menegak air putih itu sampai habis setengahnya.


''Ae, pulang!'' ucap Varo menatap Ae dengan tatapan datarnya. Ae hanya diam saja tak menanggapi ucapan Varo.


''Ae pulang sekarang!'' ucap Varo yang sudah benar-benar kesal.


''Apaan sih Pak! Bapak nggak tau apa orang lagi makan gini,'' ucap Aelesha tak kalah kesal. Ia tak menyangka Varo bakal mengikutinya sampai di mall ini.


''Ae dia siapa?'' tanya Al yang menatap Varo dan Ae bergantian.


''Dia guru aku di sekolah Kak,'' ucap Ae santai.


''Ohh, memangnya ada perlu apa ya anda dengan Aelesha?'' tanya Al.


''Bukan urusan anda! Dan harus anda ingat, jangan pernah mengajak calon istri orang untuk jalan-jalan atau hanya sekedar makan!'' ucap Varo menatap tajam ke arah Al.


''Maksudnya?'' Al pun bingung dengan maksud ucapan lelaki di depannya kali ini.


''Saya adalah---''


''Aku pulang dulu ya Kak. Makasih makan siangnya, maaf nggak bisa nunggu Kak Al,'' ucap Aelesha langsung menarik tangan Varo keluar dari restoran.


Saat ini mereka ada di parkiran dekat dengan motor milik Aelesha. Aelesha segera melepaskan pegangan tangannya yang ada di tangan Varo.


''Bapak apa-apaan sih, kenapa Bapak ngikutin saya sampai sini, apa Bapak nggak punya kerjaan lain?'' tanya Ae yang menatap Varo dengan kesal.


''Aku hanya memastikan keadaanmu saja Ae. Aku nggak rela kamu jalan sama lelaki lain,'' ucap Varo yang juga tak kalah kesal.


''Nggak ada urusannya sama Pak Varo ya. Saya dan anda nggak ada hubungan apa-apa. Jadi walaupun saya jalan dengan siapapun itu bukan urusan anda,'' ucap Aelesha.


''Apa sikap mu seperti ini setelah kenal dengan lelaki tadi? Apa dia yang membuat kamu jadi wanita yang keras seperti ini, ha?'' tanya Varo yang merasa geram dengan sikap Aelesha.


''Ini semua tidak ada sangkut pautnya dengan orang lain Pak Varo yang terhormat!'' ucap Aelesha menatap Varo dengan tatapan dinginnya.


''Oh ya? Apa kamu sudah jatuh hati dengannya? Apa kamu melupakan begitu saja tentang hubungan kita?'' pertanyaan bertubi-tubi Varo lontarkan untuk Aelesha.


Aelesha terdiam.


''Kenapa kamu diam saja Ae, jawab! Apa kamu lebih memilih dia daripada hubungan kita yang sudah sejauh ini?'' tanya Varo lagi.


''Ya! saya memilih dia daripada anda. Saya nyaman dekat dengannya, saya merasa di hargai menjadi seorang wanita, dan saya mencintainya,'' ucap Aelesha dengan lantang.


''Jadi kebersamaan kita selama ini tidak ada artinya buatmu?'' tanya Varo yang merasa kecewa kepada Aelesha. Ia pun meraup wajahnya dengan kasar. Bagaimana bisa Aelesha berpaling darinya hanya karna ia melakukan kesalahan kecil yang tak sengaja membentaknya.


''Lebih baik Bapak urus saja diri Bapak sendiri, jangan pernah mengganggu urusan saya lagi,'' ucap Aelesha. Ia pun memakai jaket, helm dan langsung menaiki motornya. Lalu Aelesha melajukan motornya meninggalkan Varo yang masih membeku di tempatnya.


Varo pun baru sadar jika Aelesha sudah pergi dari hadapannya. Ia pun berjalan menuju mobilnya dengan langkah yang sangat pelan. Ia sangat kecewa dengan orang yang sangat ia cintai saat ini.


''Kamu lebih memilih dia daripada aku Ae, kenapa Ae, kenapa?'' batin Varo yang sudah tidak ada lagi semangat di hidupnya.


Ia pun masuk ke dalam mobilnya, duduk di kursi kemudi dengan kepala yang ia sandarkan di stir bundarnya. Ia teringat saat-saat bersama dengan Aelesha dulu. Tapi kini semuanya tinggallah kenangan yang menyisakan luka pada hatinya.


''Aku nggak nyangka kamu sejahat ini Ae,'' gumamnya. Varo lalu menyalakan mesin mobilnya, ia kemudian menancapkan gasnya untuk pulang.


Jalanan yang masih senggang, membuat Varo lagi-lagi menambahkan kecepatan mobilnya. Di saat lampu lalu lintas berwarna merah, Varo justru menerobos begitu saja, ia tak melihat jika dari arah berlawanan ada sebuah truk yang melaju dengan kecepatan tinggi. Hingga----.


Bruakkkk.


Mobil milik Varo terseret beberapa puluh meter dari tempat kejadian. Mobil yang awalnya utuh, kini sudah tidak berbentuk lagi.


Wiu wiu wiu wiu.


Beberapa saat kemudian, ambulan dan mobil polisi datang bersamaan. Tubuh Varo yang berlumuran darah pun di pindahkan ke dalam mobil ambulans. Varo yang sudah tak berdaya di bawa menuju rumah sakit terdekat di tempat kejadian.


Setelah sampai di rumah sakit, Varo langsung di bawa menuju ruang IGD. Dokter dan beberapa suster masuk ke dalam ruangan IGD tersebut.


''Tolong hubungi keluarganya. Kita harus lakukan operasi secepatnya,'' ujar Dokter itu.


''Baik Dok,'' ucap Suster.


Pihak rumah sakit langsung menelpon keluarga Varo. Mama Gea yang syok karna mendengar Varo yang baru saja mengalami kecelakaan pun langsung berteriak histeris.


''Nggak mungkin, ini semua nggak mungkin,'' ucap Mama Gea yang tak percaya.


''Mama, Mama kenapa?'' tanya Vanya yang melihat Mamanya berderai air mata.


''Kakakmu Van, Kakakmu kecelakaan,'' ucap Mama Gea.


''Kakak kecelakaan? Ya udah ayo kita ke rumah sakit sekarang Ma,'' ajak Vanya yang tak sabar ingin melihat kondisi Kakaknya.


Vanya dan juga Mama Gea ke rumah sakit di antar oleh supir pribadinya. Di sepanjang perjalanan Vanya menelpon Papanya dan juga keluarga Aelesha.


Ae baru saja tiba di rumahnya. Ia memarkirkan motornya di garasi, setelah itu ia berjalan masuk ke dalam rumah.


''Aelesha, Varo Ae, Varo kecelakaan,'' ucap Mama Yuni yang juga ikut panik.


''Mama nggak usah bercanda deh. Orang kami baru saja bertemu,'' ucap Aelesha langsung berjalan meninggalakan Mamanya.


''Kamu nggak percaya sama Mama? Dia baru saja kecelakaan Ae, sekarang dia ada di rumah sakit Ken Sehat,'' ujar Mama Yuni.


Aelesha langsung melihat ponselnya. Dan memang benar berita atas musibah yang menimpa Varo sudah ramai di jagat sosial media. Mobil yang di tumpangi oleh Varo terlihat remuk tak berbentuk lagi.


*


*