Accident Wedding

Accident Wedding
Bab 6.Kunjungan Nirmala



Nirmala dan Radit kini tengah menonton Tv di ruang keluarga berdua, mereka sama-sama diam tidak ada yang memulai percakapan. Mereka berdua sibuk dengan pikiran mereka masing-masing sampai akirnya Nirmala mengutarakan kecemasannya pada Radit.


"Sudah dua minggu ayu dan malik menikah tapi tidak ada kabar apapun dari ayu, aku takut malik memperlakukan ayu dengan buruk mas"Cemas Nirmala menatap suaminya.


Radit mengecilkan sedikit suara tv kemudian kembali menatap Nirmala" Ayu akan baik-baik saja. Malik memang kasar dan dingin namun mas yakin ayu pasti bisa meluluhkan hati malik. "ucap Radit menenangkan istrinya.


" Aku merasa bersalah karna tidak bisa menjadi ibu yang baik untuk ayu" Air mata nirmala perlahan-lahan membasahi pipinya, Radit membawa kepala Nirmala ke dadanya membiarkan nirmala menumpahkan semua keluh kesah dan rasa gelisahnya.


"Bukan kamu saja yang merasa seperti itu ma, aku juga merasa gagal menjadi ayah yang baik untuk ayu. "


"Besok aku bakal ngunjungin ayu untuk melihat keadaannya. Aku takut bila terjadi sesuatu pada ayu"ucap Nirmala yang di angguki Radit.,


...********...


" Mama" kaget ayu ketika membuka pintu rumah dan melihat Nirmala sudah berdiri di depan pintu.Nirmala tersenyum baru saja ia akan mengetuk pintu tapi sudah terbuka saja karna ayu akan membuang sampah ke tong sampah depan rumahnya.


"Mama kok ngga ngabarin kalo mau ke sini?" tanya Ayu masih menenteng plastik sampah di tangannya.


"kamu buang dulu gih sampahnya!" ucap Nirmala sedikit tertawa.


"Eh iya. Kalo gitu mama masuk aja dulu nanti ayu nyusul! "Nirmala masuk kedalam rumah sedangkan ayu berjalan ke depan rumah dan memasukan sampah ke dalam tong sampah.


" Mama ada apa kesini?" tanya Ayu setelah duduk bersama nirmala di ruang tamu.


" Ngga kenapa-napa. Mama cuma mau liat keadaan kamu"Jawabnya tersenyum melihat kondisi anaknya yang terlihat baik-baik saja.


" Gimana rumah tangga kamu sama malik? "tanya Nirmala, inilah tujuan Nirmala datang ke rumah ayu ia ingin tau bagaimana keadaan rumah tangga ayu dan malik.


" Baik-baik aja kok ma"jawab ayu berbohong.


Rumah tangganya dengan malik tidak baik-baik saja satu minggu malik meninggalkan ayu pergi entah kemana dan bahkan minggu kemaren malik jarang pulang, malik juga selalu kasar kepada ayu.


"Perlakuan malik sama kamu gimana? "Nirmala kini langsung mempertanyakan yang ia khawatirkan selama ini.


" perlakuan mas malik sama aku... "ayu terdiam memikirkan prilaku malik yang sebaliknya.


Malik keluar dari kamar menuruni tangga satu persatu, malik berencana akan pergi. Hari ini adalah hari minggu, hari dimana kebanyakan orang akan menghabiskan waktu bersama istri dan anak-anaknya namun berbeda dengan malik ia ingin menghabiskan waktu ditempat karoke melihat orang bernyanyi tertawa seperti orang gila dan melupakan semua masalah-masalahnya.


Langkah malik terhenti di tengah-tengah tangga, malik melihat ada nirmala duduk di ruang tamu bersama ayu.


"Mas Malik baik banget sama aku ma di bangunin aku buat sholat subuh bareng, nyiapin sarapan bareng-bareng sama aku selalu ngawatirin aku kalo aku pulang telat bahkan mas malik selalu antar jemput aku ma. Mas Malik itu bener-bener manis dan romantis banget. Ayu bersyukur bisa punya suami kayak mas malik. "Ayu tersenyum bahagia menceritakan semua sikap malik yang sebenarnya jauh dari kata baik.


Malik mendengarkan pembicaraan Nirmala dan ayu. Termasuk pujian yang baru saja di lontarkan ayu.


" kenapa gadis itu bicara sebaliknya? "desah malik, memutar bola matanya malas kemudian kembali melanjutkan langkahnya.


" Syukurlah kalo malik memperlakukan kamu dengan baik. Mama khawatir banget kalo Malik nyiksa kamu"Nirmala mengelus bahu ayu lembut sembari terus tersenyum.


"Malik, kamu mau kemana?" tanya Nirmala melihat malik berjalan mengarah ke pintu keluar dengan pakain fashion steilnya.


Malik berhenti,melihat ke arah kakak perempuannya"Aku mau keluar sebentar mbak" jawab malik santai sembari memain-maikan kunci mobilnya.


Malik mempercepat gerakan tangannya yang memutar-mutar kunci mobil malik binggung akan menjawab apa.


Ayu berdiri berjalan mendekati malik"Mas Malik mau ngumpul sama temen-temennya ma tadi pagi mas Malik juga udah ngomong sama aku "Ayu memaksakan senyumnya. Ayu beralih menatap malik yang bingung, ayu mengedipkan matanya memberi kode pada malik untuk mengiyakan kata- katanya.


" yaudah kalo gitu kamu hati-hati ya di jalan"Ayu meraih tangan malik kemudian menciumnya.


Malik sedikit terkejut, dadanya berdesir ketika bibir ayu menyentuh punggung tangannya. Baru kali ini tangannya di cium dengan lembut, Aleta saja yang sudah lama menjadi kekasihnya tidak pernah mencium tangannya seperti ini.


"Hm, nanti pas balik saya beliin kamu makanan "Malik mengelus puncak kepala Ayu tanpa sadar ia terbawa dalam sandiwara ayu yang begitu meyakinkan. Malik terlihat salah tingkah kemudian buru-buru malik keluar.


Malik mengutuk dirinya Sepanjang jalan menuju mobil.


" Aaaah kenapa jadi salah tingkah gini sih" Malik menghempas pintu mobil keras melampiaskan kekesalannya.Kemudian melajukan mobilnya kencang ke arah tujuannya.


...*******...


"Kenapa kamu ma kok kelihatannya seneng banget" tanya radit melihat istrinya yang baru datang dengan wajah yang berseri-seri.


"kamu tau ngga pa" Nirmala sedikit berlari menuju Radit yang sedang duduk di kursi tamu dengan selembar koran di tangannya.


"Ya ngga tau lah kan kamu belum cerita"potong radit menaruh korannya ke atas meja.


" Ya ini mau cerita papa" ucap nirmala greget kemudian duduk di samping radit.


"Ternyata Malik itu romantis banget. Ayu kelihatan bahagia banget apalagi pas mereka berdua pamit tadi aduhhh sosweet banget mama aja ape meleleh ngeliatnya" jelas Nirmala heboh sendiri.


"Emangnya mereka ngapain? "ucap Radit menanggapi penjelas istrinya.


" Tadi pas pamit Ayu tu langsung cium tangan Malik truss maliknya ngelus-ngelus kepala ayu aduhhh mama bener-bener ngga nyangka malik bisa suka sama ayu dalam waktu dua minggu."


" Baguslah papa seneng dengernya. "ucap Radit tersenyum bahagia. Ia merasa lega setelah mendengar cerita nirmala.


" Padahal kalau di pikir - pikir mustahil aja gitu Pa, secara sikap malik yang dingin dan kalau udah ngomong itu nusuk banget."


Kenapa ya malik bis berubah semanis itu dalam waktu singkat? "pikir Nirmala. Secara Nirmala tau betul sikap adiknya itu.


" Mungkin malik belajar dari kejadian pernikahannya yang gagal dengan Aleta. Makannya malik memperlakukan ayu dengan baik agar tidak ada lagi perempuan yang meninggalkannya. Apalagi kan ayu yang menyelamatkan nama baik keluarganya pasti malik merasa hutang budi dan membalas ayu dengan perlakuan baiknya kepada ayu. "jelas Radit walau entah kenapa Radit juga merasa ada hal janggal di hatinya, malik takut jika itu hanya sandiwara ayu dan malik.


.


.


.


.


Bersambung..