Accident Wedding

Accident Wedding
Bab 28.Merawat



"Mas malik ngga salah"bela ayu dengan suara parau. Ia baru saja sadar dan langsung mendengar keributan tentang rumah tangganya.


Semua orang di ruangan itu langsung bergegas mendekati ranjang ayu, memastikan jika ayu memang telah sadar.


" Panggil dokter sekarang! "printah Nugraha kepada salah satu anggota keluarga. Radit langsung berlari memanggil dokter untuk mengecek keadaan putrinya.


" Mas malik ngga salah, ayu yang pergi sendiri. Jangan salahin mas malik" Lirih ayu pelan.


Malik menggengam tangan ayu erat"ini memang salah saya, jangan menyalahkan diri kamu. Saya minta maaf"ujar malik mencium kening ayu lembut dengan penuh ketulusan.


"Mari dok"ucap Radit mempersilahkan dokter itu untuk memeriksa keadaan ayu.


Dokter itu memeriksa keadaan ayu, semua keluarga yang ada di sana terfokus pada ayu yang sedang di periksa.


" Bagaimana dok?" tanya mereka bersamaan, membuat dokter itu menyimpulkan senyum.


" Alhamdulillah keadaan ibu ayu sekarang sudah membaik, tidak ada yang perlu di khawatirkan lagi." jelas dokter itu.


Semua keluargapun merasa lega termasuk malik yang setiap malam selalu menyalahkan dirinya. Akirnya mereka semua sekarang bisa bernafas lega.


Nirmala langsung memeluk ayu penuh haru, ia bersyukur ayu telahsadar." Mama seneng kamu udah sadar sayang." ucap Mala yang kemudian mengecup kening ayu lembut.


Ayu tersenyum, terlihat wajah lega para keluarganya ayu bersyukur masih bisa hidup setelah melalui tidur yang panjang.


...***********...


" Kamu ngga kerja mas?" tanya ayu karna pukul sudah menunjukkan jam delapan pagi.


"Saya ngga mungkin kerja di saat istri saya lagi sakit"tutur malik yang membuat hati ayu serasa berbunga-bunga, akirnya malik mengakui ayu sebagai istrinya.


Ayu tersenyum menatap suaminya yang bersikap acuh tak acuh sambil memalingkan wajahnya ke arah lain untuk menyembunyikan rasa gengsinya.


"Udah keliatan masih aja gengsi"batin ayu dan tersenyum simpul.


Mereka berdua sudah tidak mempermasalahkan kejadian waktu itu lagi bagi ayu yang lalu biarlah berlalu. Dan Malik juga tidak menyalahkan ayu lagi, malik mengerti ayu hanya menjalankan tugas kantornya dan tidak patut untuk di salahkan.


Tapi ada satu hal yang membuat ayu penasaran tentang siapa orang yang telah menyelamatkannya malam itu?.


Tatapan ayu terhenti saat suster masuk membawa makanan untuknya. Suster itu meletakkan makanan ayu di atas lemari samping ranjang ayu kemudian pergi .


Malik mengambil makanan itu dan membawanya mendekat ke ayu. Ayu hanya memperhatikan yang di lakukan malik ayu takut untuk bertanya, takut malik tersinggung atau membuat gengsinya kembali kumat.


"Saya mau suapin kamu, Jadi jangan banyak tanya!. Makan yang banyak biar kamu cepet sembuh! "ujur malik yang sudah menyendok makanan ayu sekaligus meniupkannya agar tidak panas saat masuk ke mulut ayu.


Ayu mengangguk ia tau jika suaminya itu sedang menyembunyikan gengsinya. Ayu menuruti semua perkataan malik tadi dan menerima suapan malik tanpa banyak bertanya.


...********...


Brak...


Lagi-lagi pintu kamar rawat ayu terbuka membuat aktivitas mereka terhenti. Mata mereka berdua tertuju pada pintu,ingin tau siapa yang akan masuk. Suara gaduh langsung memenuhi ruang ayu saat pria itu masuk ke kamar rawatnya.


"OMG gue ganggu Romantisme kalian ya"suara lantang Pria itu memantul ke segala ruangan membuat orang yang di dalamnya menutup telinga.


" Ini Rumah sakit, bukan hutan" ketus Malik menatap sahabatnya Mario. Ya pria yang baru saja datang adalah mario.


"Kak Mario"ujar ayu melihat mario penuh senyum.


" Kak? Dia udah ngga pantes di panggil pak harusnya kamu panggil dia om." tegur malik yang sewot ketika ayu memanggil mario dengann sebutan kakak.


" Ngga jelas lo. "umpat malik.


Mario membalas senyum ayu kemudian berjalan mendekti ayu memberikan keranjang buah yang ia bawa. Mario mengabaikan perkataan malik dan beralih menanyai keadaan ayu tanpa mempedulikan malik yang berada di sebrang ranjang ayu.


"Gimana keadaan kamu yu? "tanya mario lembut.


" Alhamdulillah udah baikan kok kak, makasi udah jengukin aku"ayu dan mario berhubungan baik karna mario yang sering kerumah untuk menemui malik. Mereka juga sering makan bersama.


"iya sama-sama untuk kamu apasih yang ngga!" gombal mario yang memunculkan tawa kecil ayu. Sungguh kedatangan mario sangat berguna karna dapat memecahkan canggung antara ayu dan malik.


Di lain sisi, dari tadi malik memperhatikan mario dengan Tatapan tak suka. Meraka berdua benar-benar tidak menganggap dirinya ada. Ayu dan mario dari tadi sibuk bercanda tanpa menghiraukan malik yang berada di sisi ranjangnya. Itu membuat malik mendengus dan meletakkan mangkok makanan ayu dengan kasar.


Pandangan ayu dan mario langsung tertuju pada malik yang kini membelakangi mereka berjalan menuju sofa.


Mario beralih menatap mangkok makanan ayu yang belum habis.


'' Aku suapin ya yu. Punya suami kok ngga pengertian bangey sih. "sindir Mario melirik ke arah malik.


" Ngga usah kak, aku bisa sendiri kok." tolak ayutak ingin merepotkan.


Lagipula malik terlihat tidak suka dan kesal melihat kedekatannya dengan Mario.


Ayu mengambil mangkok makanannya dari tangan Mario.


Mario mendengus, "Padahal aku mau nyuapin biar tuh" Mario menunjuk Malik dengan dagunya. "Cemburu." ucap Mario.


"Idih. "ucap Malik mendengus sebal mendengar ucapan Mario.


"Lu kenapa sih lik? Lagi pms ya? "tanya mario tak mengerti dengan sifat malik yang tiba-tiba menyun diri di sofa sambil mengumpat.


" Capek di anggurin terus!" sindir malik merentangkan tubuhnya di sofa.


" Di anggurin? Siapa yang anggurin kan dia sendiri yang tiba- tiba ngambek terus ngejauh. "batin ayu, ingin rasanya ia mengatakan itu tapi kalo dia berkata seperti itu nanti malik malah bertambah kesal.


" Ooo lo mau anggur? Mario langsung mengambil anggur dari keranjang buah yang ia bawa tadi dan memberikannya kepada malik.


"Hah, "ayu mengerutkan keningngya mendengar tanggapan mario.


Atu menahn tawanya saat Mario benar-benar memberikan anggur pada malik.


"Nih!!!" mengulurkan tangan ke depan muka malik.


Malik menatap mario dengan geram sambil mengibas buah yang berada di depan wajahnya dengan kasar. Yang membuat mario menjadi sewot dan marah.


"Kalo lo ngga mau ngapin minta, kan mubazirkan tuh buahnya!? "kesal mario melihat anggurnya yang bertebaran di lantai rumah sakit sedangkan malik terlihat seperti orang tanpa dosa.


Ayu hanya menggelengggeleng melihat suami dan sahabatnya suaminya, kelakuan mereka berdua sangat bertolak belakang.Tidak ada kesamaan di antara mereka tapi mengapa mereka bisa bersahabat? Entahlah ayu tidak ingin ambil pusing sekarang ini ayu bersyukur telah di berikan kebahagian seperti ini. Ayu berharap kebahagian ini abadi bukan hanya sementara.


.


.


.


Bersambung...