
Setelah kurang lebih tiga jam perjalanan malikpun sampai di bandung, malik mengendarai mobilnya sendiri untuk pergi ke bandung. Malik ingin segera menemui ayu ia tidak mau kehilangan wanitanya lagi.
Kini saatnya malik mencari alamat rumah ayu dulu yang di kirim oleh kakaknya. Malik bertanya pada penduduk sekitar tentang keberadaan rumah ayu.
"Pak, saya mau nanya kalau alamat rumah ini di mana ya pak? "ucap malik menunjukkan alamat rumah ayu pada seorang bapak-bapak yang kebetulan lewat di dekat mobilnya.
" Ini bukannya rumah pak hasan yang dulu kecelakaan di lindes truk ya mas? "bapak itu malah balik bertanya pada malik. Jelas saja malik tidak tau.
Malikpun mengangguk ia tidak tau yang terpenting untuknya adalah di mana letak tepatnya rumah ayu.
" Dari sini masnya lurus aja, nanti di depan ada persimpangan nah masnya belok kiri terus aja ke ujung sampai mentok. "jelas bapak-bapak itu sambil mempraktekkannya.
" Itu udah sampe pak?" tanya malik memastiman.
" Ooo belum mas harus turun dari mobil lalu masuk ke gang kecil baru deh sampe ke rumahnya. "jelas bapak itu lagi.
Malik mengangguk" kalau begitu terima kasih pak. "setelah mengatakan itu malik pun masuk ke dalam mobilnya lagi, kemudian melajukan mobilnya seperti arahan bapak-bapak itu.
Sebenarnya malik ragu tapi, ya sudahlah malik akan mencobanya siapa tau itu benar dan malik bisa bertemu dengan ayu lagi.
...***********...
Malik mondar-mandir di depan rumah bernuansa minimalis dengan balutan cat putih di seluruh rumahnya. Malik kurang yakin jika itu rumah orang tua ayu dulu, pasalnya ciri - ciri rumah itu tidak sama dengan yang di sebutkan oleh kakaknya tadi siang.
"Cari siapa mas? "tanya salah satu ibuk-ibuk yang rumahnya tidak jauh dari tempat malik berdiri.
" Saya cari ayu buk, apa ibuk kenal?" malik menunjukkan foto ayu pada ibuk-ibuk itu.
" Ooo ayu anaknya pak hasan, memang benar ini rumahnya. Dua hari yang lalu dia pulang ke sini katanya mau tinggal di sini lagi." jelas ibuk itu sambil menunjuk-nunjuk rumah yang bernuannsa minimalis itu.
" Tapi sekarang ayunya lagi ngga ada di rumah. Dia lagi pergi ke makam orang tuanya" kata ibuk itu lagi. Sambil menunjuk arah pemakaman yang tidak jauh dari situ.
Malik mengangguk mengerti.
"Tapi kalo boleh tau mas siapanya ayu ya? "tanya ibuk itu lagi setelah sadar kalo dari tadi ia belum menanyai status orang yang ia ajak bicara.
" Saya suaminya ayu buk. Makasi atas infonya. Kalo begitu saya mau menyusul istri saya dulu" Pamit malik dengan sopan, malik sudah tidak sabar ingin menemui ayu.
...***********...
Malik bersembunyi di antara pepohonan yang tak jauh dari makan orang tua ayu. Malik melihat ayu menangis di tenga-tengah makan ke dua orang tuanya. Ayu mencurahkan semua isi hatinya, menceritakan pada kedua orang tuanya tentang permasalahan keluarga yang ia hadapi saat ini.
"Maafin ayu baru jenguk ibuk sama bapak sekarang. Maafin ayu juga karna ayu ke sini dalam keadaan ayu yang lagi sedih. Ayu ngga tau mau bicara sama siapa lagi buk, pak." ayu mengelus-ngelus batu nisan bapak dan ibuknya sambil menangis sesegukan.
"Pernikahan ayu udah berakir pak, ayu ngajuin gugatan cerai dua hari yang lalu ke pengadilan agama. Sebenarnya ayu ngga mau tapi ayu juga ngga bisa egois, ayu ngga mau mentingin kebahagian ayu sendiri sedangkan suami ayu menderita. Ayu sebenarnya Cinta sama suami ayu pak, ayu ngga rela kehilangan dia tapi ayu lebih ngga rela jika ia menderita gara-gara ayu. "
Dalam hati malik menyangkal kata-kata ayu. Semua yang di katakan ayu itu salah, malik juga mencintai ayu bahkan lebih dari ia tau.
" Aku cinta sama kamu yu, aku bahagia nikah sama kamu."
" Maafin ayu pak, buk karna ayu ngga bisa jaga pernikahan ayu. Maafin ayu juga kalau kalian ikutan sedih gara-gara ayu. Ayu berencana akan lanjutin S2 ayu ke amerika setelah perceraian ayu selai. Ayu akan kuliah dan menetap di sana pak. Ayu ngga sanggup ngeliat orang yang ayu cintai menikah dengan orang lain. Ayu lebih memilih menghilang dari hidup dia pak. Smoga bapak sama ibuk seteju dengan keputusan ayu. ''
Deg.
Hati malik bagaikan di tusuk oleh beribu jarum saat mendengar keputusan ayu. Ia tidak rela ayu pergi jauh darinya. Dia tidak akan membiarkan itu terjadi.
"Ayu pamit bu,pak ayu janji selama ayu di sini ayu bakal sering-sering jenguk ibu sama bapak. Assalamualaikum. "ucap ayu mencium kedua batu nisan itu lalu pergi. Ayu belum berniat akan pulang pikirannya masih terlalu kacau, ayu ingin berjalan-jalan sebentar untuk menenangkan pikirannya.
" Kakak ini ada coklat untuk kakak!"
"Coklat dari siapa ya dek? "
"Dari raja yang merindukan ratunya" ayu bingung dengan jawaban anak kecil itu. Namun belum sempat ayu bertanya lagi anak kecil itu malah pergi.
"Kak ini untuk kakak! "baru saja ayu menerima coklat dan sekarang datang anak kecil yang memberikan setangkai bunga mawar merah dan menyodorkannya pada ayu.
" Ini dari siapa dek?"
" Dari raja yang tidak ingin kehilangan cinta sejatinya" jawab anak kecil itu sambil tertawa kemudian berlari menjauh dari ayu.
"Kak, ini bunga mawar putih buat kakak. "lagi-lagi ada anak yang berbeda membawakannya bunga.
" Ini dari siapa dek?" tanya ayu berharap anak itu menjawab dengan jujur.
" Dari raja yang menyesali kebodohannya" jawab anak kecil itu kemudian berlari pergi.
Dari raja yang tak ingin kehilangan ratunya? Dari raja yang tak ingin kehilangan cinta sejatinya? Dari raja yang menyesali kebodohannya? Maksudnya apa?. Apa ini dari malik? Tapi tidak-tidak malik sudah bahagia bersama aleta tidak mungkin ia kesini.
Ayu lanjut berjalan otaknya benar-benar di buat pusing oleh orang yang mengirimkan coklat serta bunga untuknya. Ayu ingin segera pulang, ternyata berjalan-jalan bukan ide yang bagus.
...*********...
"Ayu"
Ayu yang akan membuka pintu rumah di buat terpaku ketika suara yang ia rindukan tiba-tiba terdengar sangat jelas.
"Ayu"
Lagi-lagi ayu tidak percaya apa yang ia dengar, apakah ia berhalusinasi?. Stop ayu stop jangan pikirin dia lagi, dia udah bahagia.
"Ayu, aku kesini mau minta maaf"
Deg..
Benarkah malik ke sini? Apa yang ia dengar ini nyata?. Ayu membalikkan badannya, pelan-pelan sambil memejamkan matanya, ayu ingin memastikan apakah yang ia dengar nyata, dan apa malik benar-benar ada di dekatnya?.
Perlahan-lahan ayu membuka matanya, ayu berharap kalau ini semua nyata.
"Ayu"
Mata ayu terbelalak melihat malik yang sedang bersimpuh di depannya dengan sekuntum buga yang di pegangnya. Bunga itu ia sodorkan ke arah ayu yang sedang menatapnya dengan tatapan tak percaya.
"Mas?ka... Kamu___"
"Iya, aku di sini untuk kamu. Aku raja yang tak ingin kehilangan ratunya. Raja yang takut akan kehilangan cinta sejatinya dan raja yang menyesali kebodohannya. "
Ayu tak kuasa menahan tangisnya, tangisnya pecah saat melihat malik benar-benar ada di hadapannya. Ayu reflek memeluk malik yang masih dalam posisi bersimpuh,ayu menuangkan kerinduannya dalam pelukan malik begitupun dengan malik yang membalas pelukan ayu.
.
.
.
Bersambung...