Accident Wedding

Accident Wedding
Bab 53.hasil tes?



Malik masuk ke apotik dengan wajah yang tidak tau akan melakukan apa.malik celingak - celinguk tidak jelas sembari menunggu antriannya. Ya kebetulan apotik yang ia kunjungi ini sedang ramai pembeli jadi ia harus mengantri untuk bisa membeli tespek untuk ayu.


"Pak , mau beli apa? "tanya kariawan apotik itu.


Saya...." malik lupa dengan alat yang di suruh oleh mamanya tadi.


"Saya... "malik berusaha mengingat nama alat tersebut namun sialnya nama alat itu tak kunjung teringat oleh malik.


" Iya pak, bapak mau beli apa? "Tanya kariawan itu lagi.


" Saya mau beli alat untuk cek kehamilan, ada?" tanya malik karna ia tidak ingat nama alat tersebut.


" Ooo bapak mau beli tespek." ucap kariawan itu menyengir kuda.


" Iya." jawab malik sedikit malu .


"Bapak mau beli yang mana, karna kamu punya banyak farian dan setiap ini punya keunggulannya masing-masing."tanya kariawan itu lagi sembari menunjukkan semua jenis tespek ke hadapan malik.


Malik semakin di buat bingung karna mamanya tidak menyebutkan farian apa yang harus ia beli..


" Saya beli semuanya mbak. "ucap malik tak mau ambik pusing sekaligus tidak ingin berlama - lama di sini.


Semuanya pak?" kariawan tersebut terlihat agak kaget dengan ucapan malik.


Iya semuanya"jawab malik.


"Kariawan itupun langsung membungkus semua tespek yang ia tunjukkan pada malik.


Malik mengambil tespek yang telah di kantongi oleh kariawan itu dan segera pergi dari sana.


************


Setelah dari pemakaman aleta elvan langsung segera pulang untuk bisa beristirahat. Pikiran dan tubuh elvan saat ini sangatlah lelah kematian aleta membuatnya merasa bersalah.


Elvan mengerutkan keningnya begitu ia sampai di rumah karna di halaman rumahnya ada mobil yang terparkir selain mobilnya.dengan cepat elvan keluar dari mobil dan masuk kedalam rumah.


Elvan membuka pintu rumah dan orang oertama yang ia lihat adalah Satria, papanya elvan.


"Papa? "elvan sangat terkejut dengan kedatangan paoanya yang secara tibagtiba seperti ini dan ia juga heran bagaimana bisa papanya masuk kedalam rumahnya.


" Papa kenapa ada di sini? "tanya elvan sambil berjalan mendekat ke arah papanya.


" Kamu pasti tau apa maksud kedatangan papa ke sini." jawab satria dengan tegas.


" Maksud papa? Elvan tidak paham dengan perkataan papanya.


"Kamu bekerja sebagai sekretaris pribadi di perusahan itu bukan?" tanya satria menatap datar ke anaknya itu.


Papa tau dari mana?


"Ngga penting papa tau dari mana. "Satria terlihat sngat marah dengan pekerjaan elvan sekarang.


" Sekarang juga kamu risain dari perusahan itu dan bekerja di oerusahaan papa! "perintah satria dengan oenuh penekanan.


" Elvan ngga akan risain dari perusahaan itu pa" tolak elvan tak ingin menuruti perintah paoanya itu.


"Apa yang kamu harapkan dari pekerjaan kamu sekarang. Kamu hanya menjadi bawahan seseorang"


"Sedangkan kalau kamu bekerja di kantor papa kamu akan menjadi atasan yang akan di segani dan di hormati oleh orang." jelas Satria dengan penuh penekanan.


Elvan menatap papanya dengan tatapan yang dingin"Elvan mungkin di segani oleh para kariawan elvan tapi itu ngga berlaku buat papa. Dengan elvan bekerja di kantor papa, papa akan semakin merendahkan elvan dan akan terus - terusan membanding-bandingkan elvan dengan Rian. "


" Elvana papa ngga pernah membanding-bandingkan kamu dengan Rian papa hanya mau kamu meniru kesuksesan kakak kamu." bantah satria, satria benar-benar tidak mengerti dengan jalan pikiran elvan. Elvan selalu saja membantah dan menentang perintahnya setiap kata-katanya pasti selalu di bantah oleh elvan. Apapun perintahnya selalu di tolak oleh elvan, satria tidak tau lagi bagaimana mendidik anak bungsunya itu lagi.


"Papa emang ngga pernah banding-bandingin aku sama rian tapi di setiap kata-kata papa pasti selalu terselip nama rian , papa selalu membanggakan rian, memuji rian di hadapan aku papa selalu menyama - nyamakan pekerjaan aku dan rian. "


"Cuma kata perbandingan yang ngga papa ucapin tapi dalam artian dan maksud papa itu sama aja. Secara tidak langsung papa udah ngilangin rasa percaya diri aku pa."


" Harusnya papa tau aku dan rian itu beda ada kelebihan dan kekurangan di setiap kami pa. Papa ngga bisa nuntut aku untuk jadi seperti rian karna memang aku bukan rian harusnya papa bisa ngerti itu! "sambung elvan yang kemudian berdiri dan berjalan menuju kamrnya.


" Elvan!"


" Elvan!"


Panggil satria lagi.


Satria bedeck kesal, usahanya untuk menyuruh elvan bekerja di perusahaannya kembali gagal. Entah kenap sukit sekali bagi satria membujuk anaknya yang sangat keras kepala itu.


***********


Malik memberikan semua tespek itu pada mamanya.


"Ini ma. "ucap malik memberikan satu kantok kecil tespek dengan farian dan ukuran yang berbeda-beda.


" Ini... Ini kenap banyak seklk?" tanya sinta yang kaget ketika anaknya memberikan satu kantong tespek kepadanya.


" Malik ngga tau mau beli yang mana ma." jawab malik.


" Kamu mau punya anak berapa beli tespek sebanyak itu?" tanya Radit yang tiba-tiba datang dan langsung menggoda malik.


Malik memelototi kakak iparnya itu.


"Sudah-sudah lebih baik kamu kasih ini ke ayu!" sinta memberikan salah satu tespek kepada malik.


Malik menerimanya kemudian berjalan menuju kamarnya.


Di sisi lain, ayu duduk di tepi ranjang dengan perasaan yang tidak karuan saat ini ia takut sekaligus cemas dengan dugaan mama mertuanya itu.


" Gimana ini, kalau nyatanya nanti aku tidak hamil bagaimana? "batin ayu yang mencemaskan hasil tespek nanti.


" Bagaimana jika aku malah membuat mama sinta kecewa?" takut ayu lagi.


"Dan bagaimana dengan mas malik? "


Malik membuka pintu kamarnya dengan sangat hati - hati, malik melihat ayu yang duduk di pinggir ranjang dalam keadaan melamun. Malik tau pasti ayu sangat cemas saat ini. Malik berjalan mendekat kemudian mengelus lembut puncak kepa ayu begitu ia sampai.


"Kamu mikirin apa? "tanya malik lembut.


Ayu melihat ke malik," aku takut mas. "ucap ayu memegang tangan malik kuat.


" Kamu ngga usah takut apapun hasilnya nanti saya akan terima. "jawab Malik menenangkan ayu.


" Tapi bagaimana dengan mama sint juga papa nugraha?, pasti mereka sudah sangat berharap mas. " cemas ayu lagi.


Mereka pasti bisa memaklumi, lagian anak itu rezeki jika allah belum mengizinkan kita untuk memiliki anak mau seusaha apapjn pasti ngga akan bisa tapi jika allah sudah menghendaki tanpa kita minta paati allah akan kasih.


Malik memegang tangan ayu, "Jadi kamu ngga usah hawatirkan itu. Kita liat hasilnya nanti. Jika memang ngga ya ngga papa,saya ngga bakal marh ataupun kecewa dengan kamu." malik berusaha menenangkan istrinya agar ia tidak cemas dan takut.


Malik memberikan tespek yang ia oegang pada ayu." sekarang kamu tes dan kita liat hasilnya sama-sama nanti! "


Ayu menerima tespek tersebut, ayu mengangguk meskipun ia masih sangat takut dengan hasilnya nanti.


Ayu masuk ke kamar mandi, ia mencoba tespek. Dengan perasaan yang tidak karuan ayu menunggu hasil yang akan di munculkan oleh tespek tersebut.


" Semoga aku ngga membikin semua orang kecewa. "batin ayu berdoa dengan hasil yang akan muncul.


.


.


.


Bersambung


Jangan lupa like, Vote dan komen ya gays!!!