
"Ayu kamu sakit? "tanya elvan melihat wajah ayu pucat. Terlebih dengan nafas ayu yang sesak dan terus-terusan memegangi dadanya.
" Astaga yu, asma kamu kambuh" elvan buru- buru membopong ayu ke sebuah taman kecil di samping kantor agar ayu bisa menghirup udara segar dan meminum obatnya.
"Aku ngga papa van, biarin aku masuk ke kantor!! "ayu bersikekeh untuk segera mengerjakan pekerjaannya. Padahal ia baru saja sampai di kantor.
"Ayu kamu harus minum obat kamu, asma kamu itu kambuh yu"elvan berusaha menahan ayu untuk tetap duduk di bangku taman.
"Aku masih bisa tahan van. Lagian bentar lagi juga sembuh sendiri "Ayu bersikeras ia tidak ingin meminum obatnya,ayu berpendapat jika penyakitnya akan hilang dengan sendirinya jika ia bekerja nanti.
"Ngga akan sembuh yu kalo kamu ngga minum obat"Elvan terus-terusan menyuruh ayu untuk meminum obatnya. Elvan selalu membawa obat ayu kemanapun ia pergi karna elvan tau jika ayu tidak pernah membawa obatnya, ayu selalu membiarkan penyakitnya itu tanpa mengobatinya. Ayu juga tidak pernah membawa obatnya lagi bahkan di ruang kerjanya pun Elvan tidak pernah melihat persedian obatnya lagi. Sepertinya ayu benar-benar berhenti meminum obatnya lagi, ayu bersungguh- sungguh dengan ucapannya dulu kalau ia tidak akan meminum obat apapun itu yang bersangkutan dengan penyakitnya.
"Van kamu pasti tau alasan kenapa aku ngga mau minum obat.tolong biarin aku pergi. "elvan sangat tau alasan ayu kenapa ia tidak pernah mau meminum obatnya. Alasannya cuma satu, ayu ingin segera bertemu dengan kedua orang tuanya.
" ayu... Ayu"elvan menyusul ayu yang berjalan cepat menuju pintu kantor.
...*******...
Malik memasuki lapangan parkir kantor ayu, malik berniat memberikan ponsel ayu yang ketinggalan di atas meja makan saat mereka sarapan tadi.
Awal masuk malik sudah terfokus pada dua orang yang sedang kejar-kejaran di depan kantor. Saat malik memperhatikannya lebih jelas ternyata itu adalah ayu dan sahabatnya , elvan.
"Ngapain mereka? " tanya malik memandang intens ke arah ayu dan juga Elvan dari balik kaca mobilnya. Malik memang dari awal tidak suka dengan kedekatan ayu dan elvan karna terlihat jelas kalau elvan sangat menyukai ayu.
" Ayu, kamu itu sakit yu!!!" elvan mencegat ayu dari depan menghentikan langkah wanita berkerudung putih dengan blezer dan celana berwarna army itu.
"Aku ngga papa van"jawab ayu terbata-bata.Dada ayu semakin sesak semakin ia berbicara semakin terasa rasa sesak di dadanya.
Ayu berusaha menyingkirkan tubuh elvan dari jalannya, namun tiba-tiba saja badan ayu terasa sangat lemas kakinya tidak bertenaga untuk berdiri dan juga asmanya yang makin memburuk.
Brukk..
Tubuh ayu jatuh ke dalam pelukan elvan. Untung elvan sigap menangkap ayu yang telah bermandikan keringat dingin kalau tidak mungkin saja ayu sudah jungkir balik di tangga depan kantornya.
Malik melihat semua kejadian itu, dan yang paling membuat malik kesal adalah saat ayu tiba-tiba jatuh kendalam pelukan elvan.
Malik sudah tidak tahan dengan apa yang baru saja ia lihat,dengan wajah penuh amarah malik keluar dari mobilnya menatap tajam dua insan yang sedang berpelukan itu.
Malik langsung menarik tangan ayu k saat ia sampai dan melepas paksa pelukan mereka.
"Anda siapa? Kenapa anda menarik kasar teman saya? "tanya elvan menatap tajam pria yang menarik ayu. Elvan berusaha mengambil ayu dari rangkulan pria yang di depannya itu.
Wajah ayu semakin memucat, rasanya ayu tidak dapat merasakan apapun lagi karna sangking sakitnya rasa sesak di dadanya itu.
"Anda tidak perlu tau siapa saya, yang perlu anda tau bahwa wanita yang baru saja anda peluk adalah istri sah saya. Dan perlakuan anda terhadap istri saya itu sangat kurang hajar."Kesal malik menunjuk Elvan dengan tangan kiri, kemarahan malik sangat memuncak ia bahkan tidak sadar jika ayu kini tengah kesakitan dan bermandikan keringat dingin.
"Istri anda? "
"Ngga,"elvan beralih menatap ayu yang masih dalam kondisi lemah" ayu apa bener yang di bilang oleh pria ini? "Elvan ingin memastikan bahwa yang di ucapkan pria yang di hadapannya itu hanyalah bualan semata karna sangking teropsesinya pada ayu.
Ayu mengangguk, namun air matanya terus mengalir.Rasa sakit juga rasa bersalah beradu ingin sekali ayu menjelaskan saat ini juga pada Elvan agar elvan tidak kecewa atau membencinya. Tapi rasa sakit ayu mengalahkan semua keinginannya itu. Bahkan untuk mengatakan kata maafpun ayu tidak bisa, lidah ayu terasa sangat berat.
Malik menatap elvan penuh kemenangan" Jadi mulai detik ini jangan pernah anda mendekati istri saya lagi!!! "tegas malik membawa ayu pergi.
Elvan masih terpaku ia masih tidak percaya dengan apa yang baru saja ia alami. Beberapa kali elvan menampar pipinya berharap kejadian ini hanyalah mimpi atau hayalan semata. Tapi rasa sakit di pipinya membuat elvan sadar jika yang di alaminya itu benar - benar nyata. Ayu benar-benar sudah bersuami dan itu semua di rahasiakan oleh ayu darinya.
...********...
Malik menatap ayu dengan tatapan penuh kemurkaan" Kenapa kamu memeluk pria yang bukan suami kamu?" tanya malik setelah masuk kedalam mobil.
Ayu tidak melihat sedikitpun ke arah malik. Ayu berusaha menyembunyikan rasa sakit yang ia rasakan saat ini.
" Kalo saya ngomong itu liat saya!!! "tegas malik mengarahkan paksa tubuh ayu kepadanya.
Raut wajah malik seketika berubah saat melihat ayu yang bercucuran keringat dingin dengan wajah yang sangat pucat dan nafas yang terlihat sangat sesak.
Sebisa mungkin ayu mengatur nafasnya " "Aku.... Aku minta.____"
Brukkk
Kali ini ayu benar-benar tidak sadarkan diri tubuh.
Malik memukul - mukul pelan pipi ayu untuk menyadarkannya"Ayu, Ayu. Kamu kenapa yu? "mencoba beberapa kali untuk menyadarkan ayu. Tapi tidak ada respon sedikitpun.
Malik begitu cemas saat ayu tiba-tiba saja tidak sadarkan diri. Malik dengan cepat melajukan kendaraannya menuju rumah sakit terdekat.
Tangan malik bergetar, tubuhnya serasa kehilangan energi dan pikirannya melayang-layang memikirkan hal buruk terjadi pada ayu. Malik sangat takut jika terjadi sesuatu pada ayu.
"Yu kamu bertahan ya, saya akan bawa kamu ke rumah sakit! "
Malik mengutuk keras dirinya, apa yang baru saja ia lakukan? Ia membuat ayu takut dan bahkan membuat ayu tak sadarkan diri seperti ini.
"Ayuu bertahan yu!, tolong bertahan untuk saya. Saya minta maaf karna udah buat kamu seperti ini." ucap malik memegang tangan ayu erat.
.
.
.
.
Bersambung....