Accident Wedding

Accident Wedding
Bab 36.Penyesalan



Jam lima lewat tiga puluh malik sampai di rumah, lagi-lagi tidak ada sambutan dari ayu padahal biasanya ayu selalu menyambutnya ketika pulang kantor. Malik sedikit heran, apa benar ayu masih beristirahat? Atau jangan - jangan terjadi hal buruk pada ayu.


Malik menuju kamar ayu dengan setengah berlari, ia tidak ingin pikirannya menjadi nyata. Malik benar-benar takut, malik tidak ingin ditinggal oleh orang yang ia cintai lagi. Hanya ayu perempuan sabar, pengertian dan selalu tahan dengan sikap kasar dan dingin malik hanya ayu yang bisa mengobati rasa sakit di hatinya. Hanya ayu, hanya ayu yang ia cintai saat ini.


Brakk..


Sangking takutnya malik langsung mendobrak pintu kamar ayu yang jelas - jelas tidak terkunci. Malik melihat sekeliling kamar ayu yang rapi tidak ada tanda-tanda ayu berada di kamar. Malik mencari di dapur, kamar mandi bahkan kamarnya tapi tetap tidak ada ayu di sana. Malik kembali ke kamar ayu berharap wanita itu ada.


"Ayu, kamu jangan becanda yu. Becanda kamu ngga lucu! "panggil malik berharap ayu keluar dari persembunyiannya. Tapi tetap tidak ada ayu di sana, ayu benar-benar tidak ada di rumah.


Malik duduk di meja rias ayu, tangannya tidak sengaja menyenggol foto yang terletak di atasnya sehingga foto itu jatuh. Di atas meja malik melihat lipatan kertas seperi sebuah surat. Malik membuka kertas itu dan langsung membacanya.


Untuk


Mas Malik,


Sebelumnya aku minta maaf karna pernah hadir di hidup kamu mas, membuat hidup kamu menderita dan penuh dengan kebencian. Dari awal aku tau kamu ngga pernah suka sama aku, aku juga tau kamu akan kembali dengan aleta wanita yang selama ini kamu cintai sepenuh hati, wanita selalu ingin kamu jadikan pendamping hidup.Bukan seperti aku wanita yang tidak di harapkan untuk menjadi bagian dari hidup kamu.


Dan sekarang waktu itu tiba, aleta sudah kembali, saatnya aku pergi sesuai dengan perjanjian yang kamu buat dulu mas. Aku lebih baik sadar diri dari pada kamu yang menyadarkan aku untuk pergi.Aku juga sudah mengajukan gugatan cerai ke pengadilan agama mungkin beberapa hari lagi surat itu akan sampai ke tangan kamu.Aku udah menuhin semua perjanjian yang kamu buat mas aku udah ikutin sesuai yang kamu inginkan.


Aku berterima kasih sama kamu mas sudah bersikap baik dan perhatian dengan aku akir-akir ini. Aku juga berterima kasih karna selama aku sakit kamu selalu ada untuk aku. Jujur secara tidak langsung kamu ngerubah prinsip hidup aku untuk tidak menyusahkan orang lain, kamu mengubah aku menjadi orang yang selalu menyusahkan kamu. Menjadikan kamu sebagai tempat aku bersandar dan juga berkeluh kesah.


Tapi mulai sekarang dan hari berikutnya aku ngga akan lagi ngerepotin kamu mas. aku akan pergi jauh dari hidup kamu, ke suatu tempat yang mungkin tidak akan kamu temukan.


Aku berharap kamu bahagia dengan Aleta. Wanita yang selama ini menguasai hati kamu. Semoga pernikahan kalian berjalan dengan lancar.


Dari


Ayunindiya Anggraini


"Ngga, ngga ayu. AYUUU!! "Malik meremas kertas itu dan melemparnya ke sembarang tempat.Kenapa ayu pergi di saat hati malik menyuruh ayu untuk menetap? Kenapa ayu harus inggat dengan surat perjanjian yang ia buat dulu di saat surat perjanjian itu tidak ada artinya untuk malik saat ini?.


Malik bangkit dari kursinya kemudian berlari mengambil kunci mobil, malik ingin mencari ayu di manapun itu, malik akan mencarii ayu bahkan sampai ke ujung dunia sekalipun . Malik tidak ingin kehilangan wanita yang mencintainya dengan tulus.


Malik mengitari kota jakarta,Malik sudah mencari ayu ke semua tempat yang pernah ayu kunjungi. Malik mencari ayu ke kantor, Taman, Restoran bahkan ke rumah sakit tempat ayu di rawat. Tapi hasinya nihil tidak ada ayu di sana . Malik juga bertanya pada orang-orang yang berlalu lalang di jalan tapi tidak ada satu orangpun yang melihat ayu.


Malam semakin larut, hati pikiran serta tubuh malikpun sudah lelah malik tidak tau lagi akan mencari ayu kemana lagi. Dimana tempat yang ayu maksud, tempat yang tidak akan ia temukan?.


Malik kembali mengambil ponselnya berharap ayu sudah mengaktifkan ponsel karna dari tadi ponsel ayu mati tidak bisa di hubungi. Mungkin ayu sengaja tidak mengaktifkan ponselnya agar malik tidak bisa melacak keberadaan ayu. Malik menelfon ayu lagi tapi yang terdengar hanya suara operator yang mengatakan ponsel ayu tidak aktif.


Malik bergumam kesal, melempar ponselnya ke sembarang arah. Malik masih berada di dalam mobil malik berhenti di pinggir jalan untuk beristirahat sebentar.


...***********...


Aleta yang barjalan ke dapur menoleh ke meja makan tempat mamanya duduk dengan papa tirinya. Ya Papa kandung aleta meninggal saat ia kecil dan mamanya kembali menikah kemudian mempunyai anak laki-laki dari pria itu.


Aleta mengangkat satu alisnya, "Kenapa?"


Semenjak Aleta gagal menikah dengan malik aleta bersikap dingin pada mamanya karna kalau mamanya tidak memaksa aleta untuk pergi ke swiss waktu itu mungkin saja ia sudah menjadi istri malik sekarang.


"Kamukan yang nyebarin ini semua? "Vina memperlihatkan layar ponselnya pada aleta yang berisi berita bahwa malik tidak menikah dengannya tapi menikah dengan orang lain.


Aleta memutar matanya, kemudian meneguk air putih yang berada tidak jauh dari tempat ia berdiri.


" Kamu mikir ngga sih, berita ini bisa buat karir kamu hancur.!" Vina menatap tajam ke arah aleta tapi yang di tatap hanya bersikap acuh tak acuh.


Aleta meletakkan gelas yang ia pegang kemudian pergi tanpa mempedulikan ucapan mamanya.


"Aleta, ALETA"Vina mengejar dan menahan tangan Aleta sehingga langkahnya terhenti.


Aleta menatap tajam ke arah mamanya.


" Sekarang juga kamu hapus itu semua dan buat klarivikasi tentang itu! "


" Ck..." Aleta mendengus dengan tawa sinis, kemudian menghentakkan tangan mamanya dengan kasar. "Tanpa berita inipun aku juga udah hancur ma. Dan itu gara-gara mama. " Aleta menahan air matanya yang sudah membendung, tatapannya masih tetap sinis kepada mamanya.


"Mama tau, Malik udah ninggalin aku. Dia udah tau kalau aku cuma manfaatin dia untuk kemajuan karir aku. Aku ngga bisa lagi menikah dengan dia ma, Dan asal mama tau aku udah terlanjur cinta sama malik ma, Coba aja waktu itu mama ngga maksa aku untuk berangkat ke swiss mungkin aku udah menikah sama dia sekarang ma. "Aleta menghela nafasnya, menghapus air matanya yang jatuh.


" Tapi sekarang apa ma, dia udah nikah sama orang lain, dia udah ninggalin aku DAN ITU GARA-GARA MAMA. MAMA YANG UDAH HANCURIN HIDUP AKU. "


Plak....


Vina menampar Aleta, ucapan Aleta sudah kelewat batas membuat Vina tidak bisa mengendalikan emosinya.


Aleta memegang pipinya terasa panas karna tamparan Vina, Aleta menatap Vina dengan penuh kebencian beberapa detik kemudian pergi masuk kedalam kamarnya.


Papa tiri serta adik tiri Aleta cukup syok melihat sikap Aleta juga tamparan Vina. Tidak biasanya Aleta berani melawan mamanya seperti itu karna aleta tipakal anak yang menurut dan mematuhi orang tua. Dan Vina, Vina tidak pernah main kasar pada Aleta baru kali ini Vina menampar Aleta seperti itu.


.


.


.


Bersambung....