Accident Wedding

Accident Wedding
Bab 30.Pertemuan



" Kan saya sudah bilang saya tidak akan masuk kerja dalam beberapa hari ini. Saya juga suruh kamu Cancel semuanyakan! "ucap malik yang marah-marah ketika mendapat telfon dari sekretaris pribadinya.


" Tapi ini rapat penting pak"balas sekretarisnya.


" Emangnya ngga bisa di Cancel?"


" maaf pak ngga bisa!, klaen kita ngotot untuk rapat"


Dengan kesal malik langsung mematikan telfonnya secara sepihak tanpa mempedulikan ocehan orang yang menelfonnya. Ayu yang mendengar dan memperhatikan malaik dari tadi langsung angkat bicara.


"Aku ngga papa kok mas, kamu berangkat kerja aja nanti kalo terjadi sesuatu aku pasti nelfon kamu! "ucap ayu taklupa dengan senyum manisnya. Ayu tak ingin malik meninggalkan pekerjaannya hanya karnanya ia sedang sakit lagian sepertinya ada hal penting yang harus malik kerjakan di kantornya sekarang ini.


Malik menatap ayu dengan tatapan ragu.


" Aku beneran ngga papa mas. "ucap ayu lagi untuk menyakinkan malik.


" Beneran?" tanya malik memastikan.


Sebenarnya berat untuk malik meninggalkan ayu sendirian di rumah sakit, malik takut kejadian kemarin terulang kembali.


Ayu mengangguk dengan pasti. Membuat malik mengalah dan menuruti perkataan ayu untuk pergi bekerja.


...*********...


Sesampainya di kantor malik langsung menuju ruang miting untuk segera rapat dan menyelesaikan urusan kantornya dengan cepat. Malik ingin cepat kembali ke rumah sakit,hatinya tak tenang jika tidak melihat ayu.


Ketika malik masuk kedalam ruangan itu, keningnya menyengit karna tidak ada orang di dalamnya kecuali satu orang wanita yang berdiri di ujung ruangan yang tengah membelakanginya. Malik mengangkat satu alisnya, malik merasa wanita itu bukan salah satu kariawan kantornya.


Malik mendekati wanita itu melihat dari postur tubuh dan gaya berpakainnya malik merasa mengenali wanita itu. Terlebih dengan wangi farfum yang ia pakai membuat malik mengingat seseorang.


Merasa ada yang datang wanita itupun membalikkan badannya. Malik membulatkan matanya, jantungnya berdebar sangat kencang saat melihat wanita yang berada di depannya.


" Bee.... "Teriak wanita itu yang langsung berlari dan memeluk malik.


Malik diam mematung tidak berkutik ataupun membalas pelukan Aleta. Ya wanita yang membuat malik terkejut adalah aleta wanita yang dulu sangat ia cintai begitupun sekarang walau tidak sebesar dulu.


"Aku kangen sama kamu bee"ucap Aleta masih dalam posisi yang sama.


Tidak ada jawaban dari malik. Kedatangan aleta terlalu mendadak bahkan ia belum sempat memutus untuk memilih siapa.


Sebenarnya Aleta sudah mengabari kemarin tapi malik tidak menyangka jika aleta langsung menghampirinya seperti ini.


"Kamu kenapa ngga pernah bales chat bahkan telfon aku ngga pernah kamu angkat"tutur aleta meluapkan kekesalannya kemudian melepas pelukannya.


Aleta memajukan beberapa centimeter bibirnya ke depan menunjukkan raut wajah cemberut menggambarkan suasana hatinya.


Malik memalingkan wajahnya ia paling tak bisa melihat Aleta seperti itu.


"Lebih baik kita jangan bicara masalah ini di sini." ucap malik menarik tangan Aleta keluar dari kantornya.


...***********...


Pintu kamar inap ayu terbuka dan menampakkan sosok pria masuk kedalam kamar dengan langkah ragu. Ayu memperhatikan orang yang baru saja masuk ke kamarnya itu dengan tatapan kaget tapi hatinya senang.


Elvan membalas senyuman ayu tak kalah lebar. Elvan mendekat ke ayu langkahnya yang ragu kini menjadi pasti saat melihat wanita yang ia cintai sudah sadar dan dalam kodisi yang baik.


Elvan menaruh bunga dan juga buah di samping ranjang ayu seperti hari-hari yang lalu saat ia menjenguk ayu.


" Kamu jengukin aku van?" tanya ayu menatap ragu sahabatnya itu pasalnya terakir ia bertemu dengan elvan, elvan sangat marah padanya dan sekarang tiba-tiba saja elvan muncul dan menjenguknya. Entah dari mana elvan tau kalau ia masuk ke rumah sakit.


Elvan tersenyum tipis" Setiap hari aku jengukin kamu yu. "ucap elvanmenjeda ucapannya" Tapi beberapa hari ini aku ngga jengukin kamu karna ada berkas-berkas yang harus aku urus di kantor. "jelas elvan.


Ayu mengangguk" Aku ngga tau kalo kamu udah sadar"tutur elvan dengan tatapan kecewa.


Lagi-lagi ayu merasa bersalah melihat tatapan elvan kepadanya. Bukan ayu tidak mengabarinya tapi karna ponsel ayu tertinggal di rumah dan malik juga tidak mau mengambilkannya untuk ayu. Karna menurut malik ayu harus fokus pada kesembuhannya.


"Maaf van. "


"Buat apa?" heran elvan.


"Maaf karna aku ngga ngabarin kamu dan maaf karna masalah kemarin"ucap ayu menunduk sendu.


Sebisa mungkin elvan memaksakan senyumnya ia tidak ingin merusak suasana hati ayu yang baru sadar dari koma.


" Dahlah yu ngga usah di pikirin, lagian aku juga udah lupa. Emang kita punya masalah apa sih? "ucap elvan untuk mencairkan suasana yang terasa sangat canggung.


Ayu tergelak dengan perkataan elvan ayu bersyukur sahabatnya tidak mempermasalahkan lagi masalah itu.


...**********...


" Ternyata kamu ngga berubah, kamu masih inget cafe faforit kita dulu"Aleta dan malik kini tengah berada di Twilling Cafe, Cafe yang sering mereka kunjungi bahkan sebelum aleta pergi ke Swiss.


" Tentu aku ingat, ini Cafe di mana kamu terakir kali nemuin aku sebelum kamu pergi ke Swiss dan ninggalin pernikahan." Ketus Malik tanpa memalingkan wajahnya dari kopi yang berada di atas meja.


Aleta tersentak, rupanya malik masih begitu marah padanya bahkan melihat wajahnyapun malik enggan.


" Kamu kan tau alasan aku ninggalin itu semua"jawab Aleta penuh sendu menatap kekasihnya.


" Ck. Kamu sadar perbuatan kamu saat itu udah buat hidup aku HANCUR boo"malik sengaja menekankan kata hancur agar aleta sadar betapa sakit hatinya ia saat di tinggal oleh aleta secara tiba-tiba tepat di hari bahagianya.


" Aku tau aku salah, aku tau aku selalu ngedepanin karir aku, tapi itu semua aku lakuin untuk wujutin cita-cita mama aku bee" ucap aleta. Ya mama aleta adalah matan seorang model ternama dulunya mama aleta bahkan sampai di nobatkan sebagai model internasional yang sangat berprestasi bahkan di akui dunia. Tapi semua karirnya kandas saat ia sudah bersuami dan mempunyai anak, tubuhnya tidak sebagus dulu lagi dan wajahnya tak secantik dulu lagi membuat karirnya kandas dan berhenti menjdi model. Itu sebabnya Mama aleta sangat menekankan pada Aleta agar ia bisa melanjutkan karirnya bahkan lebih darinya.


Malik diam, ia mencoba mencerna baik-baik perkataan Aleta. Malik tau akan hal itu tapi satu hal yang tidak malik suka dari aleta adalah karna dia terlalu memaksakan untuk menjadi lebih dari mamanya.


Aleta meraih tangan malik kemudian memegangnya erat dengan mata berkaca-kaca aleta memohon pada malik agar memaafkannya.


"Aku minta maaf bee, Tolong maafin aku. Aku ngga bisa hidup tanpa kamu. Kita bicarain pernikahan kita lagi. Kita buka lembaran baru dan lupain semuanya ya"mohon Aleta.


.


.


.


Bersambung...