
Sudah dua hari semejak aleta melompat dari jembatan dan sampai sekarang aleta belum di temukan. Sebanyak limapuluh tim penyelamat di kerahkan oleh wisnu untuk mencari keberadaan aleta namun aleta masih saja belum bertemu.
Wisnu memeluk vina yang sudah dua hari ini menangis tiada henti bahkan vina juga mengabaikan kesehatannya sendiri.
"Pa gimana aleta pa? "tanya Vina dengan suara parau.
Wisnu menghela nafas panjang sambil menggeleng." tim penyelamat masih belum bisa menemukan aleta sayang. "jawab wisnu dengan wajah sendu.
Lagi-lagi Vina terisak ia sangat merindukan putrinya itu. Selama aleta hilang vina sadar terhadap perlakuannya pada aleta selama ini, sikap kerasnya yang menyuruh aleta untuk bisa menjadi lebih dari dirinya malah membuat anaknya itu menjadi tertekn dan menderita. Vina sangat menyesal dengan semua sikapnya selama ini, vina bertekad pada dirinya jika aleta kembali nanti ia akan merubah semua sikap egoisnya itu dan akan mengikuti apapun keinginan putrinya itu. Vina akan mendukung apapun yang aleta lakukan dan akn menjdi ibu yang baik untuk aleta.
Vina memeluk erat foto aleta yang dari kemarin tidak lepas dari tangannya"Aleta pulang sayang, mama kangen sama kamu! "Vina terisak-isak kata-kata itu terus terucap di mulut vina. Vina berharao perkataannya ini bisa di rasakn oleh aleta dan aleta bisa kembali lagi bersamanya.
" Mama sayang sama kamu!" ucap Vina semakin erat memeluk foto aleta.
Vina melihat ke foto aleta," Mama janji akan jadi ibu yang baik untuk kamu asalkan kamu pulang sayang!" ucap Vina.
Wisnu memepererat pelukannya. "udah ma jangan kayak gini. Kamu harus bisa menghadapi ini semua dengan tenang!" Wisnu berusaha keras untuk menenangkan istrinya itu.
Vina melepaskan pelukan Wisnu dengan kasar, "Tenang? Gimana aku bisa tenang mas.keberadaan aleta masih belum di temuin. Aku ngga tau gimana kendisinya sekarang ini entah hidup atau....." Vina tidak sanggup melanjutkan ucapannya sendiri.
"Aku tau tapi kita juga harus pikirin arka ma. Arka pasti sedih kalau liat mamnya kayak gini terus!"
Wisnu meraih tangan Vina kemudian menggenggam tangan vina erat. "Aku janji aku bakal temuin aleta. Aku akan temuin anak kita." ucap Wisnu meyakinkan Vina.
"Harus pa, kita harus nemuin aleta. "ucap Vina sambil menjatuhkan tubuhnya kedalam pelukan wisnu.
*********
Elvan menghempas tubuhnya ke atas sofa ruang tamu rumahnya. Elvan menatap nanar ke langist-langit rumah dengan pikirannya yang kini sedang memikirkan semua percakapannya dengan malik tadi di toilet resto.
FLASHBACK
"Kamu sengajakan bekerja dengan mario agar kamu bisa kembali dekat dengan ayu, istri saya." Elvan berbalik dan menatap malik dengan tatapan menusuk.
"Kamu tau kalau mario adalah sahabat saya dan mario juga dekat dengan ayu"Malik terus memojokkan elvan agar ia mengaku kalau ia sengaja melakukan ini semua.
" Kamu masih ada rasakan sama istri saya?" Elvan semakin emosi mendengar ucapn malik yang seenaknya menuduhnya seperti itu.
"Saya ngga tau kalau pak mario adalah sahabat kamu, kalau seandainya dari awal saya tau saya ngga akan mengambil pekerjaan ini" jelas elvan.
"Dan kamu pikir saya percaya? "
Rasa takut kehilangan ayu membut malik bersikap tidak seperti biasanya. Malik menuduh elvan seperti ini tanpa bukti. malik hanya menegedepankn pikiran buruknya pada elvan tanpa mau mendengrkan hal yang di bicrakan oleh elvan.
" Saya ngga butuh kepercayaan kamu. "elvan menabrak bahu malik saat akan kelur dari toilet.
" jaga ayu baik-baik jangan sampi hal bodoh waktu itu terulang lagi! "tegas elvan sebelum ia pergi.
Lagi - lagi elvan menghela nafas, elvan masih belum bisa menerima keadaan yang ia hadapi sekarang ini. Ia tau mulai saat ini pasti ia akan sering bertemu dengan ayu juga malik mengingat mario adalah sahabat malik.
"Apa saya berhenti aja dari pekerjaan ini? "pikir elvan, yang sudah terbayang bagaimana kedepannya nanti jika ia terus bekerja dengan mario.
Namun beberapa detik kemudian, Elvan berdecak." tapi kalau saya berhenti dan nantinya saya ngga dapet kerja pasti papa bakal nyuruh saya lagi buat kerja di perusahaannya." ucap elvan yang sangat pusing dengan masalahnya saat ini.
***********
Ayu merapikan dasi serta jas yang di pakai oleh malik untuk berangkat ke kantor hari ini. Sebenarnya dari tadi malam ayu ingin bertanya pada malik dengan apa yang sudah malik katakan pada elvan di toilet semalam hingga wajah elvan terlihat sangat marah saat ia datang di meja restoran. Elvan juga permisi pulang lebih cepat pada ayu juga mario kemarin.
"Hmmm... Mas"ucap ayu sedikit ragu dengan hal yang akan ia tanyakan pada malik.
" Hmm.." ucap malik berdehem sambil memperhatikan penampilannya di cermin.
" Kemaren pas di toilet kamu ngomongin apa sama elvan?" tanya ayu yang sebenarnya takut suaminya itu tersinggung dengan pertanyaannya.
Ayu menunduk tidak ingin melihat wajah suaminya yang saat ini sedang menatapnya.
"kamu kenapa tanya itu ke saya? Tanya malik yang sangat tidak suka jika ayu membahas tentang elvan dengannya.
" Soalnya pas elvan keluar dari toilet wajahnya itu marah dan kesal banget. Dia juga buru-buru pamit. "jawab ayu masih menunduk.
Malik menghela nafas, sebenarnya ia ingin marah karna ayu segitu perhatiannya pada elvan sampai ia tau suasa hati elvan hanya melihat dari raut wajahnya.
" Saya ngga bicara apapun dengan elvan. Lagian di toilet kemaren saya juga ngga ketemu sama dia. "dusta malik. Ia tidak mau ayu semakin curiga kepadanya dan membahas lebih dalam tentang elvan.
" Mungkin dia marah dengan seseorang sama temen atau sama mario mungkin." sambung malik meyakinkan ayu.
Ayu mengangguk mengiyakan ucapan malik walau masih saja ada rasa yang janggal menurut ayu.
Malik menganggkat wajah ayu untuk ia tatap, malik tau ayu sebenarbya takut bertabya seperti itu padanya tadi maknnya malik memlih untuk berbohong agar ia tidak terpancing emosi dan akirnya bertengkar dengan ayu. Malik tidak mau awal lembaran baru yang bahagia ini rusak hanya karna adanya kedatangan elvan. Malik ingin rumah tangganya bahagia dan bisa membuktikn pada elvan jika ia pantas menjadi suaminya ayu.
"Ya sudah kalau begitu aku berangkat dulu ya! "pamit malik sambil tersenyum ke arh ayu.
" Iya mas" balas ayu sambil mencium tangan malik dan mengantar malik keluar rumah.
.
.
.
Bersambung
Gimana nih elvan balik lagi dan pasti akan sering bertemu dengan ayu. Mungkin ngga sih persahabatan mereka bisa terjalin kembali dan elvan bisa berbaikan dengan malik juga ayu. Menurut kalian gimana nih gays??? Jangan lupa like komen dan vote ya gays!!!