
Ayu mengemas semua pakainnya ke dalam koper, ini adalah saatnya ayu untuk pergi dari pada ayu harus di usir oleh malik lebih baik ia sadar diri. Ayu sudah menandatangani perjanjian mereka dulu maka ayu harus menepatinya. ayu harus bisa menerimanya karna seharusnya dari awal ayu tak boleh menaruh hati dan harapan pada malik. Ia yang salah terlalu berharap hingga membuatnya sakit hati sendiri.
Ayu mengambil Kartu keluarga serta buku nikah untuk ia bawa ke pengadilan agama, ia akan menggugat cerai malik sesuai dengan perjanjian yang malik buat waktu itu.
Ayu memandang buku nikah serta kartu keluarganya dengan sendu berat rasanya ayu merelakan laki-laki yang sudah ia cintai bersama dengan wanita lain. Seandainya ayu bisa memilih ayu ingin tetap bersama malik, sikap Cuek, dingin serta perhatian malik semuanya membuat ayu jatuh hati pada malik.
"Semoga setelah ini kamu bisa bahagia mas dan aku, aku akan berusaha mengiklaskan kamu. Aku akan selalu ingat semua kenangan tentang kamu mas. "air mata ayu kembali mengalir, ayu memasukkan berkas itu ke dalam tasnya kemudian meninggalkan secarik surat di atas meja rias. Ayu berharap malik membacanya.
Ayu menarik kopernya keluar dari rumah kebetulan ayu sudah memesan taksi onnline sehingga saat ia keluar taksi pesanannya sudah sampai. Ayu di bantu oleh supir taksi untuk memasukkan barang-barangnya ke dalam bagasi mobil. Sebelum masuk ke dalam taksi ayu memandang rumah yang ia tempati bersama malik selama enam bulan ini dengan tatapan yang sendu masih berat untuk meninggalkan rumah ini tapi keadaan memaksanya untuk meninggalkannya sekarang. Ayu masuk ke dalam mobil dan menyuruh supir itu jalan melajukan mobil dan meninggalkan rumah yang ia tempati bersama malik.
...**********...
Malik meninggalkan kantornya mengabaikan panggilan dari sekretaris yang memanggil untuk masuk ke ruangan rapat. Malik tidak mungkin mengikuti rapat dalam keadaan ia saat ini. Keadaannya saat ini sangat rapuh, marah, kecewa, sakit hati tercampur menjadi satu di dalam hati malik. (ealeh udah kayak es campur ae ^^)
Malik masuk kedalam mobilnya kemudian melajukan dengan kencang tanpa tau tujuannya kemana. Saat ini malik hanya ingin menjauh dan menenangkan diri. Malik masih tidak percaya dengan fakta yang baru saja ia dengar.
"Tega kamu boo, kenapa kamu ngelakuin ini ke aku. Setelah semua yang aku kasih ke kamu. Bahkan aku maafin kamu di saat kamu ninggalin aku di hari pernikahan kita. "
Malik memukul stirnya keras sehingga bunyi klakson bergema sangat keras.
"DAN INI BALASAN KAMU" Malik semakin menekan pedal gas mobilnya, kecepatan mobil malik di atas rata-rata walaupun jalanan tidak ramai tetap saja itu akan membahayakan bagi keselamtannya maupun orang lain.
Karna begitu emosi, malik kehilangan kendali sehingga mobilnya menabrak bahu jalan dan menyebabkan mobilnya rinsek tapi untungnya tidak terjadi apa-apa pada malik. Malik hanya terluka sedikit di kepala karna benturan keras.
Warga yang melihat langsung membantu malik keluar dari mobil. Dan mendudukkan malik di bahu jalan.
"Bapak ngga papa pak? "tanya salah satu warga yang membantu malik keluar dari mobil.
Malik menggeleng sambil memegang kepalanya yang terasa perih.
" Apa perlu saya panggilkan ambulans?"
Malik kembali menggeleng" Tidak usah pak. Saya baik-baik saja, terima kasih atas bantuannya. "tutur malik, yang di angguki oleh para warga dan kemudian wargapun bubar.
Merasa cukup tenang malikpun berjalan menuju taman yang tidak jauh dari lokasi kecelakaannya. Malik ingin beristirahat dan juga melupan masalah serta musibah yang baru saja terjadi.
Malik duduk di salah satu bangku taman di bawah pohon rindang menatap langit yang cerah,tapi tidak dengan hati malik yang kini sedang mendung.
Di sisi lain ayu yang baru saja mengantar berkas perceraian ke kantor agama juga duduk di salah satu bangku taman tidak jauh dari tempat malik duduk.
"Semoga kamu bisa menjalankan pernikahan yang kamu inginkan selama ini bersama aleta mas"ucap Ayu yang juga menatap langit dengan mata yang berkaca-kaca.
Malik pulang larut malam, malik yakin kalau ayu sudah tidur dan malik tidak ingin mengganggu waktu istirahat ayu terlebih ayu baru keluar dari rumah sakit. Malik berlalu melewati kamar ayu menuju kamarnya. Malik menghabiskan waktu di taman sampai larut malam mengabaikan semua telfon aleta juga telfon kantornya. Malik pulang menggunakan taksi onnline. (ya kali dia pulang sama mobil ringsek kan:)
Malik membaringkan tubuhnya di atas kasur,menatap langit-langit kamarnya. Malik berharap apa yang ia lalui tadi hanyalah mimpi dan akan seperti semula ketika ia bangun nanti.
...*********...
Seorang wanita duduk di antara barang - barang yang telah berantakan tergeletak di atas lantai tak beraturan. Pecahan-pecah kaca farfum seta foto banyak berhamburan di lantai,kondisi kamarnya terlihat begitu mengenaskan di tambah dengan ceceran darah yang berasal dari tangan wanita itu.
"Aku cinta sama kamu bee, aku sayang sama kamu, aku ngga mau kamu jauhin aku. Kamu ngga boleh ninggalin aku. Kamu itu milik aku!!! "
...********...
Malik turun dengan stelan jas rapi, pukul sudah menunjukkan jam delapan pagi, saatnya untuk berangkat kerja. Malik ingin menyelesaikan pekerjaannya hari ini dengan tenang, malik sudah melupakan masalah kemarin lebih tepatnya tidak mengingatnya. malik melirik ke arah meja makan. Tidak ada makanan satu pun yang terletak di atas meja makan.
"Bee"suara yang familiar, malik yakin jika itu adalah aleta. Orang yang sangat ia benci.
Malik membalikan badannya mengarah ke sumber suara.
" Ngapain kamu ke sini?" tanya malik datar dengan sorot mata tajam mengarah ke aleta yang sudah berdiri di depannya.
Aleta memegang pergelagan tangan malik dengan wajah memohon Aleta meminta maaf pada malik.
"Aku mau minta maaf bee. Aku ngga mau kamu ninggalin aku bahkan benci sama aku. Aku ngga bisa hidup tanpa kamu bee." ucap aleta dengan berurai air mata.
Malik menghempas tangan aleta kasar.
"Saya sudah muak dengan drama kamu" Malik berniat meninggalkan aleta namun tangannya di tahan oleh aleta.
"Aku bisa jelasin semuanya ke kamu bee. Semua yang kamu dengar ngga seburuk yang kamu pikirin"
"Ngga seburuk yang saya pikirin? Berarti ada yang lebih buruk lagi yang kamu sembunyiin dari saya ? "Malik menghempas tangan Aleta membuat wanita itu jatuh sangking kasarnya hentakan malik.
Malik pergi berjalan menuju mobilnya namun lagi dan lagi kakinya di tahan oleh aleta. Aleta. Memegang kaki malik erat, Aleta ingin malik mendengar semua penjelasannya.
"Aku ngga seburuk yang kamu pikirin bee. Awalnya aku emang deketin kamu agar kamu bisa aku manfaatin untuk kemajuan karir aku. Tapi semakin lama aku sama kamu, aku jatuh cinta bee. Aku jatuh cinta sama kamu, aku bener-bener suka sama kamu bee. Cinta aku tulus ke kamu bee. "
Malik menghela nafas entah kenapa hati malik semakin sakit mendengar penjelasan dari aleta. Malik bukannya tenang tapi malah semakin marah di buatnya.
" Lepasin saya, sebelum saya bertindak lebih kasar ke kamu."
" LEPAS" bentak malik dengan wajah yang menyeramkan membuat aleta refleks melepaskan kaki malik.
"Saya harap ini terakir kita bertemu, saya ngga mau liat muka kamu di hadapan saya lagi." ucap malik yang mulai berjalan ke mobilnya.
"Dan satu hal yang perlu kamu tau, cinta saya ke kamu udah lenyap yang tersisa saat ini hanya rasa kecewa, sakit hati dan marah." tutur malik sebelum masuk ke dalam mobilnya.
Aleta berlari menghadang mobil malik.
"KALO KAMU NINGGALIN AKU, AKU AKAN BEBERIN KE MEDIA KALO KAMU NGGA NIKAH SAMA AKU TAPI DENGAN WANITA LAIN, YANG BERKEDOK DENGAN NAMA AKU." ancam aleta, ini adalah satu-satunya cara sekaligus harapan terakir yang sudah ia rencanakan dari rumah. Aleta yakin malik tidak akan meninggalkannya jika ia telah menyangkut nama baik keluarga.
Malik keluar dari mobilnya berjalan mendekat ke arah aleta yang tengah berdiri di tengah jalan.
"Minggir!! "ucap malik sambil mendorong tubuh aleta ke tepi jalan.
" Kamu pikir saya takut dengan ancaman kamu? Ngga sama sekali. Terserah apa yang akan kamu lakukan, keluarga saya tidak akan hancur hanya karna berita murahan itu." Setelah mengatakn itu malik kembali masuk ke dalam mobilnya kemudian berlalu meninggalkan aleta yang berdiri bak patung di tepi jalan.
Aleta terpaku beberapa saat dengan ucapan malik tadi Aleta tidak percaya malik mengatakan itu kepadanya.
" Aku bakalan lakuin itu bee. Aku pastiin kamu akan jadi milik aku lagi" ucap Aleta melihat mobil malik yang perlahanglahan hilang dari pandangannya.
.
.
.
Bersambung....