
"Kamu harus istirahat total, jangan sampai drop lagi!! "ucap malik memapah ayu ke dalam kamarnya.
" Dan satu lagi kamu harus minum obat, karna saya ngga mau di tinggal wanita yang saya cintai lagi." ayu terkejut dengan kata-kata malik, apakah malik menyatakan cintanya?.Tapi Ayu sangat bahagia, semangat hidupnya terasa kembali pulih di perhatikan dan di perlakukan seperti ini oleh malik.
" Mas" ucap ayu memegang tangan malik.
Malik berjongkok untuk menyamakan tingginya dengan ayu yang sedang berbaring di atas kasur.
"Apa lagi? "tanya malik.
" Makasih udah cinta sama saya. "ucap Ayu tersenyum menatap mata malik.
Mereka berdua saling bertatapan cukup lama sampai ayu memejamkan matanya saat wajah malik semakin mendekat ke wajahnya. Deruan nafas malik terasa jelas di wajah ayu. Sampai....
Cup
Bibir malik dan bibir ayu menyentuh,malik mengulam bibir ayu ke atas dan bawah bergantian. Malik merasakan manis dan lembutnya bibir ayu. Kehangatan dan kelembutan begitu indah di rasakan ole malik. Ia merasa memang sudah sangat jatuh hati pada wanita yang sedang ia cium saat ini. Rasa cinta itu kembali tumbuh di hati malik bahkan melebihi cintanya pada aleta. Karna malik tidak pernah merasakan kenikmatan yang seindah ini bersama aleta.
Pipi ayu memerah, jantungnya seakan berpacu. Ciuman? Baru kali ini ia merasakan apa yang namanya ciuman dan itu di rasakannya bersama malik saat ini. Perasaan apa ini kenapa ia merasa nyaman di perlakukan semanis ini ole malik?.
Malik menyudahi itu semua ia berdiri, ia merasa canggung saat ini. Apa yang baru saja ia lakukan pada ayu? Yaampun ia lepas kontrol, apa yang harus di jelaskannya. Ia harus berkata apa supaya ia bisa lari dari sini sekarang?.
" Saya.. Sa.. Say.. Saya akan membuatkanmu sup ayam dulu. Jadi beristirahatlah!!"malik beralasan agar bisa keluar dari kamar ayu.
" Memangnya kamu bisa masak mas? "tanya ayu, sebenarnya ia juga sedang merasakan apa yang di rasakan malik tapi jika keingin tahuannya membuat mulutnya keceplosan untuk mempertanyakan itu pada malik.
Malik terdiam, kemudian berfikir sejenak.
"Iya juga, sayakan tidak bisa masak, tapi manamungkin saya kasih tau, gengsilah. . Lebih baik saya jawab saja bisa lagian jamankan udah modern, saya bisa liat yutub nantinya." batin malik.
"Tentu saya bisa, ketimbah masak doang" jawab malik dengan Percaya diri.Rasa canggungnya sedikit hilang karna ayu sepertinya menanggapi hal tadi biasa saja.
Ayu mengangguk.
"Yaudah istirahat sana! "ayu membaringkan tubuhnya di atas ranjang mengikuti perintah malik. Setelah melihat ayu beristirahat malikpun beranjak pergi dari kamar.
Ayu memegang pipinya yang terasa panas, ayu memegang bibirnya. Ayu kembali teringat dengan apa yang baru saja ia lakukan dengan malik. Ciuman? Ciuman pertamanya?. Ciuman pertamanaya telah di ambil oleh malik.
Ayu tersenyum malu-malu begitu mengingat kejadian itu. Hatinya terasa begitu bahagia saat ini. Hatinya serasa sedang di taburi beribu bunga saat ini. Rasa saki yang ia rasakan seketika lenyap berganti dengan rasa bahagia yang tiada tara.
...*********...
Malik memulai ritualnya dengan bermodalkan vidio youtube dan berharap masakannya enak.
Malik mulai mencari bahan-bahan yang akan ia masak di dalam kulkas.Mulai dari wartel, kol, kentang, brokoli dan ayam.
"Huh, ngga sulit juga ternyata"ucap malik dengan sombongnya setelah menemukan semua bahan-bahannya. Tapi, dengan cara memberantakkan semua isi kulkas.
" Sekarang kita akan memotong wartelnya" kata shef yang ada di dalam vidio youtube.
"tinggal potong-potong aja gampang" ucap malik meremehkan. "ini saya juga bisa bikin vidio ginian."
Namun setelah di coba malik malah kebingungan. Ia tidak tahu bagaimana cara memotong wartel.malik bingung bagian mana yang harus ia potong terlebih dahulu, atas atau bawah.
"Bodo amatlah, yang pentingkan rasanya"Malik membelah dua wartel itu kemudian menyisihkannya. Begitupun dengan kentang serta sayuran lainnya.
Parkk....
Gelas yang di pegang ayu tidak sengaja pecah, karna ayu menginjak sebuah sayur yang tergeletak di lantai sehingga ayu tergelincir. tapi untung saja ayu tidak sampai jatuh karna ayu berpegangan ke kursi makan.
"Ayu.. "malik yang sedang memotong sayur langsung berlari ke tempat ayu.
" yaampun yu kaki kamu"ucap malik saat melihat kaki ayu berdarah akibat terkena pecahan beling.
Malik segera membawa ayu ke meja makan yang berada di depan dapur.
"Sebentar saya ambil p3k dulu" ucap malik berlari ke dalam kamarnya.
Ayu melihat ke sekitar dapur terlihat semua bahan makanan berhamburan keluar, wajan dan piring tertata tidak beraturan. Keadaan dapur begitu kacau entah apa yang malik lakukan sampai membuat dapur seperti kapal pecah.
Malik yang baru saja turun, langsung segera mengobati ayu"Kamu tahan, okey. Ini mungkin sedikit perih"ucap malik meneteskan obat merah ke kapas kemudian menempelkannya di kaki ayu.
" Saya mau masak sup ayam, kan udah saya bilang tadi"
"Lagian kamu ngapain keluar kamar? "ucap malik mengalihkan pembicaraan.
" Aku mau ambil minum mas"
"Kenapa ngga panggil saya, sayakan bisa nganterin ke kamar kamu."
Nganterin? Yaampun mana bisa ayu memanggil malik apalgi menyuruhnya untuk ke kamar. Bayang - bayang kejadian tadi saja belum bisa hilang di ingatan ayu.
"Maaf mas"
"kamu mau ambil airkan?. "
Ayu mengangguk.
"Sebentar saya ambilin"
Malik berjalan ke dapur mengambilkan ayu segelas air, kemudian meletakkannya di meja makan tempat ayu duduk.
"Saya mau lanjut masak dulu, kamu ke kamar sana! "
"aku mau liat kamu masak boleh?"
Malik diam, otaknya berputar memikirkan apa yang ayu katakan nanti jika ia melihat caranya memasak.
"Boleh ya mas! "
"Lagian inikan pertama kalinya kamu masak."
Sudahlah kejadian tadi harus ia lupakan untuk saat ini. Yang paling utama sekarang adalah ayu ingin melihat malik memasak.
Melihat wajah ayu yang memohon membuat malik tidak tega untuk menolaknya.
"Iya, tapi kamu duduk di sini saja "
Ayu tersenyum, bahagia bisa melihat malik bisa mengabulkan ke inginannya.
Malik pun kembali melanjutkan potongan sayurnya. Ayu merasa heran dengan cara malik memasak tapi bagaimana cara memberitahunya, ayu juga takut kalau nantinya malik tersinggung.
" Oh iya, semoga aja mas malik ngga marah"ayu berjalan mendekati malik memeluk malik dari belakang dengan posisi kedua tangannya memegang tangan malik.
Deg...
Jantung malik seketika terasa akan copot saat ayu tiba-tiba memeluknya seperti ini di tambah dengan tatapan ayu yang menatap malik penuh ketulusan membuat hati malik menjadi tidak karuan.
Bayangan saat ia mencium ayu tadi kembali terlintas di otak malik membuat Malik buru-buru mengalihkan pandangannya"kamu ngapain meluk-meluk saya"tanya malik tanpa menepis pelukan ayu.
Ayu tidak menjawab.
Ayu menggerakkan tangan malik memotong tipis wartel yang di belah dua oleh malik,"Wartel ini akan lebih enak kalo di potong seperti ini mas,"
Malik grogi, malik melepaskan pelukan ayu "Saya juga mau motong gitu tadi"
"Maaf mas "
"Yaudah sana, balik duduk!"
Ayu pikir malik tidak tau, tapi ya sudah lah ayu percayakan semua kepada malik.
.
.
.
.
Bersambung..