Accident Wedding

Accident Wedding
Bab 44.Siapa Dia?



Dengan cepat tangan aleta di cekal oleh seorang laki-laki saat Aleta akan melompat.tangan aleta di tarik ke bahu jalan sampai tubuh aleta beradu dengan pria tersebut. Pria itu dan aleta jatuh di atas bahu jalan dengan posisi tubuh aleta berada di atas pria itu.


Aleta dan pria itu saling bertatapan.


"Aaakkkhh.. "Rintih pria itu karna tangannya yang terluka karna terbentus aspal.


Aleta segera berdiri di ikuti oleh pria itu.


" Lo ngapain nyelamatin gue?"Aleta mendorong tubuh pria itu kemudian memukulinya." Gue itu mau mati, ngga ada gunanya gue hidup."sambung aleta.


" Lo ancurin semua rencana gue. Ngapain lo dateng?!"Aleta sangat kesal dengan laki-laki yang yang ada di hadapannya saat ini, kenap dia harus ikut campur dengan hidupnya dan kenapa dia harus menyelamatkan dirinya?.


" Gue ngga minta lo untuk nyelamatin gue.'' bentak Aleta, air mata aleta mengalir membasahi wajahnya.


" Kenapa lo harus dateng sih?kenapa lo harus dateng ikut campur urusan gue?"Aleta memukul pria itu untuk meluapkan kekesalannya.


Elvan memandangi wanita yang tengah memarahinya saat ini. Elvan membiarkan wanita itu memukul dan mengeluarkan isi hati dan kekesalannya. Setidaknya dengan begitu pikirannya bisa tenang dan dia tidak mengulangi perbuatannya seperti ini.Elvan sangat leg karna perempuan yang ada di hadapannya itu bisa ia selamatkan dan tidak jadi bunuh diri. Untung saja tadi ia melihat perempuan itu dan dia datang di saat yang tepat sehingga ia bisa menggagalkan rencananya.


FLASHBACK~~~


Elvan sedang mengendarai mobilnya menuju tempat proyek yang di perintahkan oleh mario. Namun di saat elvan sendang mencari alamat proyek ia malah melihat wanita yang sedang berdiri di tembok pembatas jembatan.


"Tu cewek mau ngapin? "Elvan langsung menepikan mobilnya dan berlari menu wanita itu begitu ia melihat jika wanita itu akan menjatuhkan dirinya ke dalam sungai yang ada di bawah jembatan.


*********


Malik dan ayu sampai di rumah dengan cepat setelah fersconfres yang ia adakan, malik dan ayu memilih untuk pulang lebih dulu dan tidak ikut ke kantor polisi karena mengingat kondisi ayu yang belum sembuh.


Malik melihat ke arah ayu yang masih duduk diam dan tidak bergeming di dalam mobil.


Malik meraih tangan ayu, "kamu kenapa?" tanya malik menatap ayu yang terlihat sedang memikirkan sesuatu.


Ayu melihat ke arah suaminya yang kini sedang menunggu jawaban darinya"Aku kepikiran soal tuntutan papa ke Aleta mas. "jawab ayu.


Malik menghembuskan nafas kasar,begitu mendengar jawaban ayu. Istrinya itu memang mudah sekali kasihan kepada orang yang jelas-jelas sudah mencelakakannya.


" Sayang.." malik memegang kedua tangan ayu, "kamu ngga perlu kasihan sama orang seperti aleta yang sudah mencelakakan kamu."


"Kamu inget kejadian waktu kamu di serang sama ibu-ibu komplek, kamu sampai syok berat dan masuk kerumah sakit. "Malik mengingatkan ayu dengan kejadian itu lagi. Malik tidak mau ayu kasihan kepada aleta karna orang seperti aleta tidak pantas untuk di kasihani.


" Mas aku inget kejadian itu tapi itu semua juga bukan kesalahan aleta sepenuhnya. "bukan maksud ayu ingin membela aleta dan membenarkan semua perbuatannya tapi hanya tidak tega jika nanti melihat aleta masuk ke penjara, ayu sudah terbayang pasti aleta sangat menderita nanti apalagi selama ini ia terbiasa hidup mewah dan bebas pastiia akan sangat sensara jika ia di jebloskan ke dalam penjara. Membayangkannya saja ayu sudah kasihan apa lagi jika ia melihat sendiri itu semua.


Ayu orang seperti aleta memang harus di kasih pelajaran seperti itu biar dia sadar dan ngga ngulangin perbuatannya lagi.


Raut wajah Ayu masih saja sedih, "perbuatan aleta bukan cuma ngancurin rumah tangga kita tapi dia juga ngancurin semua keluarga besar kita. Banyak orang yang kena imbas karna perbuatan Aleta jadi aku minta sama kamu ngga usah mikirin aleta lagi kamu harus fokus sama kesembuhan kamu. Aku ngga mau kamu drob lagi hanya karna memikirkan masalah ini. Soal Aleta biar polisi yang ngurus kamu ngga perlu mikirin ataupun kasihanin dia!"Ayu mengangguk mengiyakan ucapan suaminya itu, mungkin saat ini suaminya itu masih dalam ke adaan emosi jadi apapun ucapan dan usahanya untuk mencabut laporan tentang aleta tidak akan berhasil. Namun ayu akan berusaha membujuk malik lagi agar ia bisa meminta papanya untuk mencabut semua laporan itu.


Malik mengelus Rabut ayu, sekarang kita masuk ya! "ucap malik yang kemudian turun dan membukakan pintu mobil untuk istrinya.


*********


" Udah selesai ngomongnya? Boleh sekarang gantian saya yang bicara?" Aleta menatap tajam ke arah pria yang tidak di kenalnya itu, aleta berpikir kena pria itu sangat tenang menyikapi sikapnya yang brutal tadi.


Aleta menis air matanya dengan sorot mata yang masih tertuju pada pria yang berada di hadapannya.


" Boleh ikut saya sebentar? "tanya elvan sangat sopan pada wanita itu walau wanita itu tidak ada sopan santunnya sama sekali kepadanya.


Aleta menatap pria yang berada di hadapannya itu dengan penuh curiga,.


" Tenang saja saya ngga bakal ngapa-ngapain kamu, saya cuma mau kamu tenang dan ngga ngelakuin hal bodoh itu lagi. "jelas elvan yang menunjuk sebuah kursi yang ada di sebrang jalan. Kursi itu terletak di bawah pohon yang rimbun jadi cukuo nyaman dan aman jika wanita itu ia bawa ke sana, agar ia lebih tenang dan bisa berpikiran jernih.


Aleta mengangguk lagian tidak mungkin juga ia kembali melakukan aksi nekadnya lagi setelah ia gagal mati karna di selamatkan pria itu.


Elvan dan aleta berjalan menuju kursi tersebut.


"Kamu tunggu di sini sebentar dan jangan kemana-mana!"Elvan meninggalakn aleta sendiri di kursi itu agar ia bisa membelikan aleta minum karna elvan yakin aleta pasti sangat haus saat ini.


Aleta melihat kemana pergi laki-laki yang telah menolongnya itu, pria itu berlari menuju ke sebuah warung kecil yang lumayan jauh dari tempatnya duduk saat ini.


Kurang lebih lima menit elvanpun sampai di tempat aleta tengah duduk saat ini. Elvan menyodorkan satu botol air meneral ke arah aleta.


Aleta mengambil minuman tersebut dan kemudian memalingkan wajahnya ke arah lain.


"Nama gue Elvan arka Baskara, lo bisa panghil gue elvan. "ucap elvan memperkenalkan dirinya pada aleta namun aleta masih diam dan tak ingin membalas ataupun menjawab perkataan pria itu.


Elvan mendengus,melihat sikap Aleta yang terlihat masih marah kepadanya" Semua orang pasti punya masalah mereka masing - masing tapi kalau lo menyelesaikan masalah lo dengan cara seperti tadi lo ngga bakal dapet apa-apa. ''


Elvan memperhatikan Aleta yang masih memalingkan wajahnya "Lo hanya akan menambah masalah lo sendiri, dan yang lebih parahnya lagi orang - orang bakal mandang lo pengecut." Aleta menatap Elvan dengan tatapan kesal begitu elvan mengatakan pengecut tepat di depan mukanya.


"Jadi gue cuma mau bilang, jangan ngelakuin hal bodoh itu lagi. Gue tau dengan lo lompat kayak tadi hidup lo bakal berakir tapi masalah lo ngga akan berakir. Dengan lo mati lo cuma bakal nambah masalah bari bagi orang-orang yang ada di sekitar lo. "elvan masih menatap wajah perempuan yang baru saja ia selamatkan itu entah kenapa Elvan merasa sangat tidak asing dengannya.


"Apapun masalah lo mau itu seberat apapun lo harus bisa ngapin itu semua tanpa pernah berfikir untuk mengakiri hidup lo." Elvan memalingkan wajanya sembari bangkit.


" Cuma itu yang mau gue omongin gue harap pikiran lo bisa terbuka dan hati lo bisa lebih tenang sekarang. Gue pergi dulu," ucap elvan meninggalkan Aleta terdiam membisu di bangku tersebut.


.


.


.


Bersambung....