Accident Wedding

Accident Wedding
Bab 5.Surat perjanjian



Semua rangkaian acara pernikahanpun telah usai semua tamu-tamu pun juga telah pulang semua keluarga malik satu persatu juga sudah pulang kini tinggallah Nirmala Radit dan Olif juga Malik dan Ayu yang masih berada di depan gedung.


"Malik, kamu jaga ayu baik-baik. Walau ini hanya pernikahan penyelamat nama baik keluarga kamu tapi tetap saja pernikahan kamu dan ayu itu resmi tercatat di KUA, kamu dan ayu itu sudah menjadi suami istri sekarang. Kamu ngerti?" jelas Radit, yang masih berat melepas anak tertuanya itu.


"Kalau sampai kamu nyakitin ayu mbak ngga bakal maafin kamu malik" ancam Nirmala kemudian memeluk ayu,penuh haru.


Malik mendengarkan semua kata-kata kakaknya, lagian pernikahan mereka hanyalah sementara setelah aleta kembali malik akan menyuruh ayu untuk menggugat cerai kemudian ia bisa kembali bersama aleta lagi.


"Ayo kita pulang! "ajak malik meraih tangan Ayu. Ayu sedikit terkejut dengan kelakuan malik, memang benar sekarang malik sudah sah menjadi suaminya harusnya ia bisa maklum jika malik berani memegang tangannya tapi entah kenapa ayu merasa tidak nyaman jika di pegang oleh malik, mungkin karna mereka belum kenal makannya ayu merasa seperti itu.


Malik membukakan pintu mobil untuk ayu setelah itu malik pun juga ikut masuk dan mengendarai mobil menuju rumah yang sudah malik beli bersama aleta sebelum mereka menikah.


Sepanjang perjalanan ayu dan malik hanya diam tidak ada satupun dari mereka yang memulai pembicaraan. Ayu melepas cadar yang ia gunakan meletakkannya di dasbord mobil. Malik memandangi ayu beberapa detik kemudian kembali fokus ke jalan.


"Kenapa dia begitu cantik."batin Malik, tersenyum tanpa ia sadari.


Lima belas menit di perjalanan yang membosankan cukup membuat ayu merasa sangat canggung ia merasa baru saja melewati perjalanan bertahun-tahun lamanya.


BRAK...


Malik baru saja keluar dari mobil ia membuka bagasi mobil dan mengambil-barang miliknya yang sudah di kemas oleh Nirmala. Ayu mengikuti malik keluar dari mobil dan mengambil barang-barangnya juga. Memang sebelum acara pernikahan selesai Nirmala menyuruh orang untuk mengemasi barang-barang ayu yang ada di kosan ayu.


Malik mendorong kopernya masuk ke dalam rumah yang berdesain minimalis. Pekarangan rumah yang di tanami rerumputan hijau dan juga bunga-bunga kecil yang berjejer rapi di sepanjang pagar. Terasnyapun juga di hiasi beberapa pot buga dan dua kursi yang terpampang di sebelah pintu masuk.


Ayu mengikuti langkah malik bahkan setelah mereka berdua masuk ke dalam rumah, karna jujur saja ayu tidak tau apa yang harus ia lakukan kecuali mengikuti malik.


Bugh...


Malik tiba-tiba saja berbalik dan ayu yang ada di belakangnya tidak sengaja menabrak dada bidang malik. Ayu meringis memengangi kepanya yang terasa sakit karna menabrak malik.


"Kamu ngapain ngikutin saya? "tanya malik yang berdiri di depan tangga menuju lantai atas.walaupun berkonsep minimalis namun rumah yang di beli malik ini juga mempunyai tingkat.


" Maaf aku ngga tau harus ngapain selain ngikutin mas" jawab ayu takut.


"Kamar kamu di sana, jadi berhenti untuk ngikutin saya! "Malik menunjuk kamar yang berada di sebelah tangga setelah itu malik kembali melanjutkan langkahnya menuju lantai atas.


Ayu menghela nafas, masih menatap punggung malik yang perlahan-lahan menghilang" Syukurlah aku ngga harus tidur sama dia"batin ayu kemudian ayu pergi menuju kamar yang di tunjuk oleh malik tadi.


Ayu masuk ke dalam kamar yang ternyata sudah lengkap dengan perabotan di dalamnya mulai dari lemari meja rias dan juga kasur yang di baluti dengan bedcover berwarna merah, walaupun tidak terlalu besar namun ayu merasa nyaman punyusunan setiap perabotan di dalamnya sangatlah rapi sehingga ayu tidak merasa pengap di dalamnya.


Ayu segera mengganti pakainya juga membersihkan make up yang ada di wajahnya ini ayu merasa sangat risih ia sudah tidak tahan ingin menghapus semua make up yang ada di wajahnya ini.


Setelah membersihkan diri dan berganti pakaian ayu pun segera tidur karna ayu harus bangun pagi-pagi sekali untuk menyiapkan sarapan untuk malik besok , ayu juga harus bekerja karna pernikahannya yang terlalu mendadak ayu tidak sempat meminta cuti bahkan memberitahu pihak kantor kalau ia sudah menikah.


...*********...


Ayu meletakkan satu mangkok besar nasi goreng di atas meja juga dua telur ceplok di atas piring. Ayu juga sudah membuat dua gelas susu panas yang ia terletakkan di samping piring makan.


Hari sudah menunjukkan pukul tujuh pagi malik turun dengan membawa koper besar di tangannya. Pakaian malik pun juga bukan pakaian kantor pakaian seperti orang yang akan berpergian. Malik memakai kemeja putih yang di padukan dengan celana jeans berwarna hitam.


"Kamu mau ke mana mas? "tanya ayu penasaran,ketika malik sudah berada tepat di depan meja makan. ayu tau jika malik mendapatkan cuti dari kantor selama seminggu untuk berbulan madu. Tapi tidak mungkin malik akan berbulan madu bersamanya terlebih ayu juga harus bekerja hari ini.


"Bukan urasan kamu, Jangan bersikap seolah-olah kamu itu istri yang saya inginkan. Kamu tidak perlu tau ke mana saya atau apapun yang terjadi dengan hidup saya. Kamu itu cuma orang yang kebetulan di butuhkan kemaren jadi ngga usah mempedulikan saya urus hidup kamu sendiri dan saya juga akan mengurus hidup saya sendiri!!!. "jelas malik dengan wajah datar memandang ayu dengan tatapan kebencian.


Ayu terdiam cukup lama, kata-kata yang baru saja di lontarkan malik membuat dada ayu terasa sakit. Ayu tau dia hanya lah istri pengganti untuk malik orang yang kebetulan di butuhkan untuk menyelamatkan nama baik keluarga malik, tapi tidak sepantasnya malik memperlakukannya seprti ini mau bagaimanapun status ayu sekarang ini adalah istrinya.Dan sudah sepantasnya seorang istri mempedulikan suaminya.


Malik menaruh satu lembar kertas di atas meja makan yang di tujukan untuk ayu" kamu tanda tangani ini.! "perintah malik.


" Apa ini mas?" tanya Ayu meraih kertas yang di letakkan malik di meja.


" ngga usah banyak tanya, tanda tangan buruan! "bentak malik yang membuat ayu terperannjak. Ayu kembali mengatur nafasnya membuang semua pikiran-piran buruk tentang malik, ia harus bisa mengerti kalau saat ini malik masih dalam ke adaan tertekan.


Ayu mulai membaca isi dari selembar kertas yang di berikan malik. Di lihat dari baris teratas surat ini adalah surat perjanjian antara malik dengan ayu. Ayu membaca detail semua isi surat itu ayu tak menyangka malik aku menyuruhnya melakukan hal yang tak bisa ia lakukan bagaimana jika Nirmala tau tentang semua perjanjian ini apa nirmala bisa menerimanya?.


Saya Ayunimdiya anggraini menulis surat ini tanpa paksaan siapapun. Saya berjanji akan menggugat cerai suami saya malik Ramiro Nugraha apabila Aleta Quenby elvina kembali ke Indonesia.


Ayunindita Anggraini Malik Ramiro Nugraha


Isi surat tersebut seolah-olah ayu lah yang membuatnya padahal itu semua di tulis oleh malik. Malik juga melengkapi dengan dua matrai di dalamnya untuk memperkuat surat perjanjian itu.


"Maaf mas aku ngga bisa ngelakuin ini"tolok Ayu yang memenculkan kekesalan malik.


"kamu tanda tangani, karna saya ngga butuh persetuan dari kamu!" jawab malik penuh penekanan.


"Lagian saya juga tau kamu menikahi saya juga karna terpaksa begitupun dengan saya. Jadi sekarang juga kamu tanda tangani ini karna saya akan pergi. Buruan!" lanjutnya memberikan sebuah pena ke tangan ayu.


"Tapi mas... "ayu masih berusa menolak namun tatapan malik yang menakutkan membuat ayu harus menurut dan menandatanganinya.


Malik mengambil surat itu kembali, melipatnya kecil kemudian memasukkannya ke dalam saku celana. Malik mendorong kopernya lagi menuju pintu keluar.


"Mas kamu ngga sarapan? Aku udah buatin kamu sarapan jadi tolong kamu makan dulu ya sebelum pergi! "pinta ayu menahan tangan malik.


Malik melepas tangan ayu kasar, melirik sebentar makanan yang tersaji di atas meja" Saya ngga sudi makan masakan kamu"tolak malik yang kemudian benar-benar pergi mengendarai mobilnya.


Ayu menghela napasnya panjang, menepis air mata yang berjatuhan dari matanya. Sangat sakit di perlakukan seprti itu oleh malik walau pun ayu sadar posisinya saat ini tapi tetap saja perlakuan malik kepadanya sangat keterlaluan.


.


.


.


Bersambung.