
Setelah melihat jenazah yang di temukan timsar kemarin dan menemukan bukti yang cukup akurat Vina dan wisnupun mengakui jika mayat itu adalah anak mereka. Vina menolak keras jika anaknya harus di otopsi untuk lebih memastikan mayat tersebut.
Vina masih belum bisa percaya jika Anaknya harus meningal seperti ini. "aleta mama sayang sama kamu nak." ucap Vina mengelus batu nisan Aleta.
Ayu malik serta seluruh keluarga nugraha pergi melihat pemakaman aleta. Banyak wartawan juga meliput proses pemakaman aleta. Banyak dari mereka bertanya-tanya tentang kematian aleta pada malik juga ayu namun ayu dan malik memilih untuk menghindar dan tidak mengcuhkn semua pertanyaan para wartawan tersebut. Mau bagaimanapun mereka juga masih syok mendengar kabar kematian aleta yang secara tiba-tiba seperti ini.
Mario dan elvan juga turut hadir di pemakaman tersebut.
"Saya ngga nyangka perempuan yang saya pikir sudah saya selamatkan ternyata malah berakir seperti ini. "batin elvan melihat pemakaman Aleta.
" Gue emang benci sama lo ta tapi ngelihat hidup lo yang berakir seperti ini gue mlah jadi sedih. Andai aja sebelum lo lompat gue ada di san pasti gue bakal ngata-ngatain lo habis-habisan supaya pikiran sempit lo itu bisa kebuka dan lo ngga ngelakuin hal nekad kayak gini. "sesal mario dengan wajah sendu menatap makam aleta.
Malik melihat nanar ke arah makam aleta bukan perasan suka atau apa tapi malik masih belum bisa percaya jika orang yang pernah mengisi hari-harinya dulu kini pergi dengan cara tragis seperti ini.
Malik malah jadi berfikir apa perkataannya di fresconfres kemarin sangat keterlaluan sehingga membuat aleta menjadi mengakiri hidupnya seperti ini.
"Mas. "ucap ayu membuyarkan lamunan malik.
Malik melihat ke arah ayu," kamu ngga papakan mas? "tanya ayu melihat malik yang terlihat cukup terpukul dengan kematian aleta.
Malik mengangguk lemah mengiyakan kata-kata ayu.
Malik berjalan mendekat ke arah vina dan wisnu," tan, om saya turut berduka cita atas kematian aleta. "ucap Malik menunduk melihat ke arah Vina dan wisnu yang berjongkok di makam aleta.
Vina melihat ke arah malik dengan tatapan sinis. Vina berdiri kemudian mendorong tubuh malik menjauh dari makam anaknya." INI SEMUA GARA-GARA KAMU. KAMU YANG SUDAH BUAT ANAK SAYA MENINGGAL SEPERTI INI!" vina melampiaskan kemarahannya pada malik.
Wisnu menahan tubuh vina yang semakin memberontak ingin memukul malik. "Ma ini bukan kesalahan malik, ini sudah takdir aleta ma." ucap wisnu menenangkan vina.
Jelas saja keributan itu langsung di liput oleh para wartawan.
"Tante saya minta maaf kalau tante menuduh saya sebagai penyebab kematian aleta saya terima tante. Mungkin memang ucapan saya di fresconfres kemarin sangat keterlaluan. Jadi sekali lagi saya minya maaf. "ucap malik pasrah dengan semua tuduhan vina kepadanya. Malik siap dengan semua oerkataan yang akan di lontarkan oleh vina kepadanya.
"Malik! Apa yang kamu bicarakan?! "ucap nugraha yang tak terima jika anaknya di jadikan pelampiasan seperi itu.
" Pa mungkin ini memang kesalahan aku paa." ucap malik pasrah.
" Lik lo apa-apaan sih!" ucap mario yang sangat tidak suka melihat malik berbicr seperti itu. Jelas ini semua kesalahan aleta, dia yang memutuskan melakukan hal bodoh seperti itu tapi kenap sekarang malik bersikap seolah - olah dia lah orang paling patut di salahkan atas kejadian ini.
" INI MEMANG KESALAHAN KAMU, KAMU YANG LEBIH MEMILIH PEREMPUAN INI DARI PADA ANAK SAYA." Vina menunjuk ke arah Ayu yang berdiri di samping malik.
"GARA-GARA KAMU MEMBELA PEREMPUAN INI ANAK SAYA JADI MATI!" Vina semakin termakan emosi kali bukan hanya malik yang menjadi sasaran pelampiasan kemarahannya tapi juga ayu.
"Ma udah ma, ini di pemakaman anak kita sendiri!
"Jangan buat ribut di sini! "tegas wisnu pada Vina.
" Om tante lebih baik kita pergi dari sini sekarang!" ucap mario menyuruh semua kelurga sahbtnya itu untuk pergi karna mereka telah menjadi sorotan para wartawan saat ini. Jika terus di biarkan para wartawan akan ikut campur dan masalah ini akan semakin panjang dan ruyem.
Malik dan kelurganyaoun mengikuti saran dari mario merekapun pergi dari tempat pemakaman aleta.
*********
Seonjang perjalan pulanv elvan masih memikirkan perbuatan malik saat di pemakaman aleta tadi.
" Kenapa malik malah merelakan dirinya di kata - katai seperti itu oleh orang tua aleta?"
"Apa malik masih punya rasa pada aleta?"
"Dan kenapa malik malah diam saja di saat ayu di salahkan seperti tadi oleh mamanya aleta?"
"Atau jngan-jangan selama ini malik hanya berpura-pura cinta pada ayu? "
Semua pertanyaan itu berputar di otak elvan saat ini, walaupun elvan sudah berusaha untuk tidak ikut campur lagi dengan masalah ayu namun tetap saja semua tentang kehidupan ayu menjadi pikiran bagi elvan. Elvan masih menghawatirkan ayu dan kebahagian ayu. Setiap hari elvan selalu ingin tau apa ayu menjalani harinya dengan bahagia atau tidak. Elvan ingin sekali menjadi orang yang selalu membut hari - hari ayu bahagia dan menjadi orang yang bisa mengobati luka ayu.
Tapi yang jadi pertanyaannya saat ini adalah apa elvan bisa melakukan itu?. Kehadiran elvan di kehidupan ayu kembali malah membuat malik semakin posesif pada ayu, malik terlihat sangat cemburu dan berusaha untuk menjauhkannya dengan ayu.
Awalnya elvan berfikir jika malik memang sudah mencintai ayu mengingatboerkatan malik di restoran waktu itu, terlihat jelas jika malik sangat takut kehilangan ayu. Tapj setelah melihat kejadian di makam aleta tadi elvan malah menjdi ragu pada malik. Elvan malah bergikir jika malik hanya berpura-pura cinta pada ayu agar ia tidak mendekati ayu lagi.
"Aaaakhhh... "elvan memukul stir mobilnya keras, kegalauannya tentang ayu kembali lagi. Ia kembali menjdi elvan yang dulu karna pertemuannya dengan ayu juga malik akir akir ini. Luka lama yang berusaha ia obati selama ini malah kembali timbul dan sulit untuk ia obati semua rasa curiga dan dugaan itu kembali melintas di benak elvan. Semua itu membuat elvan tidak tenang dan tidak nyaman.
"Sampai kapan ia harus hidup seperti ini? Sampai kapan? "
********
Malik beserta keluarganya berkumpul di rumah nugraha, mereka semua membahas tentang sikap malik di pemakaman tadi.
'' Apa yang sudah kamu pikirkan sampai kamu bersikap seperti itu? "Baru saja ia dengan susah payah mengembalikan nama baik keluarganya tapi dengan gampangnya malik menjatuhkn harga dirinya seperti itu tadi.
" Kamu ngga sepantasnya bicara seperti itu malik, kematian aleta itu bukan salah kamu!" sambung nirmala yang juga tidak suka dengan sikao malik tadi.
"Jangan karna kamu membuka semua kebenaran kemarin di fresconfres malah membiat kamu berfikir jika apa yang kamu lakukan itu salah. Kamu ngga salah apapun. Kematian aleta itu semua adalah pilihan dia, dia yang memulai semua itu dan dia juga yang memilih untuk mati agar dia bisa terlepas dari jeratan hukum. "sambung Radit mencoba membuka pikiran adik iparnya itu, mau bagaimanapun radit tidak suka jika ayu ikut-ikutan di jadikan pelampiasan kemarahan vina tadi.
" Maafin aku pa mbak mas." ucap malik yang sadar jika yang ia lakukan tadi sudah menjatuhkan nama baik keluarganya sendiri.
Jangan pernah kamu bwrkata atau bertindak seperti itu lagi! "ucap Nugraha memperingati malik.
Malik mengangguk mengiyakn ucapan papanya.
" Ya sudah kalau begitu mama dan ayu buat minum dulu. Ayo ayu!" ucap sinta mencoba membuyarkan suasana yang sangat tegang di keluarganya.
Ayu melihat ke arah sinta yang telah berdiri.
Ayupun tersenyum kemudian pamit pada malik, ia mengikuti mertuanya berjalan menuju dapur.
Sesampainya di dapur ayu membatj mamanya memasukkan gula serta teh kedalam gelas.
"Semua yang terjadi di pemakaman tadi ngga usah di pikirin ya. Di lupain aja anggep malik ngga pernah ngelakuin itu! "ucap mama sinta kepada ayu.
" Iya ma." jawab ayu mengangguk sambil tersenyum ke arah mama mertuanya itu.
Sinta menuangkan air panas satu persatu ke dalm gelas yang sudah di isi gula oleh ayu. Ayu mengaduk gelas yang sudah di tuangkan air panas oleh mamnya namun menghirup aroma teh yang ia aduk malah membuat ayu merasa mual.
"Kamu kenap yu? "tanya sinta melihat menantunya yang terlihat sangt mual.
" Ayu ngga tau ma, ayu ke toilet sebentar ya ma!" pamit ayu yang kemudian berlari menuju toilet.
.
.
.
Bersambung
Hayo ayu kenapa tuh? Ada yang tau ayu kenapa atau ada ayang mau nambah gitu biar cerita makin asikk. Mau di buat gimana nih ayunya?
Jangan lupa like komen dan vote cerita ini ya gays!