
PENGUMUMAN!
Accident Wedding dalam tahap revisi jadi ending yang kemaren ngga jadi,soalnya banyak yang komen katanya ngga seru kalo aleta meninggal gitu aja jadi sekarang ini aku bakal buat cerita ini lebih dramatis dan tentunya lebih greget! Aku juga bakal cariin pasangan buat mario juga elvan jadi buat yang penasaran akan kelanjutan cerita dan perubahn endingnya terus tungguin ya!!!
Perubahan accident Wedding dari bab 33 sampai...... ngga tau sampai kapan sih, soalnya aku masih sayang banget sama ayu dan malik. Teutama sama kalian yang selalu dukung cerita ini.
Jangan lupa kasih like yang banyak vote yang melimpah dan komen sebanyak-banyaknya ya gays! :)
_____________________________________
"Morning bee.Pagi ini aku ke kantor kamu ya, aku bakal bawain kamu sarapan. Kita sarapan bareng, Aku jamin kamu akan suka sama makanan yang aku bawa nanti. Sampai jumpa di kantor beee. I love you"
Pesan itu dari aleta ayu baru sadar ketika ia selesai membacanya. Ternya malik benar-benar kembali pada Aleta. Harusnya saat ini ayu bahagia karna tak lama lagi ia akan bebas dari malik, tapi entah kenapa ayu merasa sangat sakit. Ia tak pernah merasa sesakit ini,ada apa dengan dirinya. Apa ayu jatuh cinta pada malik?. Entahlah ayu tidak mengeri dengan dirinya.
Ayu segera menghapus air matanya ketika pintu kamar inap ayu terbuka , ayu yakin kalu itu malik.
"Kamu kenapa? "Malik memergoki ayu yang sedang menghapus air matanya. Langkah kaki malik terlalu cepat untuk ayu membersihkan seluruh air matanya.
Ayu terperanjak, ia langsung memalingkan wajahnya ke arah lain.
" Aku ngga papa mas," jawab ayu serak. Kesan ayu yang baru saja nangis terlihat sngat jelas apalagi dengan suara ayu yang serak membuat malik semakin hawatir.
Malik berdiri tepat di arah pandang ayu, entah kapan malik berjalan sampai tiba-tiba sudah ada di hadapan ayu. "ngga-ngga, kamu habis nangis?." nada khawatir malik semakin jelas, malik memegang pipi ayu dengan kedua tangannya. malik menatap mata ayu yang yang sembab.
"Bilang sama saya kamu kenapa? "ucap malik penuh penekanan.
Ayu melepaskan kedua tangan malik dari wajahnya." Aku ngga papa mas. Aku cuma terharu karna sangking senengnya bisa pulang ke rumah"jawab ayu dengan senyum yang ia paksakan. Ayu tidak mungkin mengatakan yang sebenarnya pada malik. Karna ayu tidak punya hak apapun untuk mengatur hidup malik.
Ayu sadar ia hanya istri yang tidak di inginkan yang kebetulan terlibat dalam kehidupan malik.
Malik menghela nafas lega, malik percaya pada ucapan ayu. Karna malik tau ayu memang mudah menangis dengan hal-hal kecil yang membuatnya bahagia.
"Kita pulang sekarang!" ucap malik mengenggam tangan ayu kemudian mengambil ponsel juga tas pakaian ayu. Bukan hanya ayu yang senang, jauh di lubuk hati malik saat ini ia juga sangat bahagia. Karna mulai hari ini ia bisa memandang wajh ayu yang ceria dan sambutan penuh kehangat ayu saat ia pulang kerja. Aaah rasanya malik sudah tidak sabar dengan semua hal itu.
************
Aleta sudah menunggu dari dua jam yang lalu di dalam ruangan malik tapi sampai sekarang belum ada tanda-tanda malik akan datang. Aleta semakin resah makanan yang ia bawa tadipun sudah dingin. Padahal Aleta sengaja segera bersiap-siap dan langsung membeli makanan faforit malik di lestoran tadi pagi dan segara membawanya ke kantor malik untuk ia makan bersama .
Aleta mengambil ponsel dari dalam tasnya untuk menelfon malik.
"Bee angkat dong bee!! "ucap Aleta yang mondar- mandir sambil memegang ponsel di telinganya.
Di sisi lin malik yang sedang mengendarai mobil mengabaikan telfonnya saat tau orang yang menelfon.
" Kenapa ngga di angkat mas?" tanya ayu yang memperhatikan malik dari tadi.
" Ngga papa, nanti saya telfon lagi. Saya mau fokus sama jalan." Jawab malik yang di angguki oleh ayu.
Sumpah serapah keluar dari mulut aleta, mengutuk malik karna tidak mengangkat telfonnya. Aleta sangat kesal dengan sikap malik.
*********
Setelah selesai berganti pakain malik langsung terburu-buru masuk ke dalam mobilnya lagi bahkan malik tidak berpamitan pada ayu. Ayu sempat mengejar dan memanggil malik tapi langkah kaki ayu kalah cepat dengan larian malik yang cepat bahkan malik tidak menghiraukan panggilan ayu. Entah suara ayu yang kecil atau malik yang memang sengaja mengabaikan ayu.
"Segitu pentingnya Aleta buat kamu mas? Sampai kamu lupa untuk berpamitan denganku. "ucap ayu mengasihani dirinya sendiri.
Malik melajukan mobilnya dengan sangat kencang. Malik baru ingat kalau hari ini ia punya rapat penting dengan para pemegang saham, sekretaris malik mengabarinya agar cepat datang ke kantor tadi saat malik berniat tidak jadi ke kantor. kalau saja sekretarisnya tidak mengabari pasti malik akan lupa dan kehilangan para pemegang saham.
Malik berlari kencang menuju ruangan kantornya ada berkas-berkas penting yang harus malik siapkan sebelum rapat itu di mulai.
Ceklek....
Aleta yakin jika yang membuka pintu adalah malik dengan cepat aleta bersembunyi untuk mengejutkan malik.
Malik langsung menuju meja kerjanya namun belum juga sampai malik di kejutkan dengan kehadiran aleta yang menghadang jalannya.
"Kejutan. "ucap aleta sambil tersenyum ke arah malik.
" Kamu ngapain ke sini?" tanya malik.
" iiiiihhh.... aku capek-cepek loh nungguin kamu dari tadi berjam-jam lagi. "ucap aleta memasang wajah cemberutnya di depan malik.
" Padahal aku udah capek-capek masak dari pagi cuma untuk bisa breakfeas sama kamu." lanjut aleta lagi. Aleta yakin pasti malik akan merasa bersalah apalagi dengan wajah cemberutnya seperti ini.
Entah kenapa mlik malah merasa bersalah, Malik meraih puncak kepala aleta kemudian mengelusnya pelan" Maaf ya boo. "ucap malik penuh penyesalan.Malik terbawa suasana saat ia masih pacaran dengan aleta.
Hati aleta serasa sedang berpesta saat ini akirnya ia kembali mendapatkan perhatian malik, ternyata wajah cemberutnya masih bisa meluluhkan hati malik.
" Tapi makanannya udah dingin, pasti udah ngga enak lagi." ucap aleta sembari menunjukkan rantang bawaannya.
"Yaudah kalo gitu kita makan di kafe faforite kamu aja nanti. "balas malik yang sangat merasa bersalah melihat raut wajah aleta yang kecewa dan sedih. Padahalkan ia sudah lelah memasak untuknya tapi malik tadi malah mengabaikan telfon aleta.
" kok nanti sih bee kenapa ngga sekarang aja? "tanya aleta.
" ada rapat penting yang ngga bisa aku tinggalin sekarang. Maaf ya, aku janji setelah rapat nanti kita bakal langsung ke kafe. "
" Ngga papa deh yang jelas sekarang gue udah dapetin perhatian malik lagi. Gue harus bisa baikgbaikin malik supaya cinta malik bisa tumbuh lagi dan bakal ninggalin istrinya. "batin aleta yang kemudian mengangguk mengiyakan ucapan malik.
" Yaudah kalo gitu aku rapat dulu." pamit malik sembari mengambil berkas dan keluar dari ruangannya.
" Sebentar lagi bee kamu bakal jadi milik aku lagi." senyum aleta sembari melihat punggung malik yang perlahan hilang.
************
Ayu duduk di teras rumah, ayu masih memikirkan malik yang pergi terburu-buru tanpa berpamitan kepadanya. Air mata ayu menetes,sakit rasanya bila ia kembali mengingat pesan yang di kirim oleh aleta untuk malik, apalagi melihat malik yang pergi sangat terburu-buru tadi.
" Tapi mau bagaimanapun mas malik itu adalah suami aku, aku ngga boleh biarin orang lain ngambil dan ngerusak rumah tangga aku. "ujar ayu saat ia sadar jika statusnya saat ini adalah istri sahnya malik.
"Sampai kapanpun aku ngga boleh pergi sampai mas malik memilih aku atau dia." ujar ayu lagi menguatkan dirinya.
"Kamu harus kuat yu, kamu ngga boleh lemah kayak gini! "ucap ayu menyemangati dirinya sendiri.
Pikiran ayu buyar begitu satu panggilan masuk ke ponselnya,ayu langsung mengangkat telfon tanpa melihat siapa penelfonnya. Entah apa yang membuat ayu yakin jika yang menelfon adalah malik, suaminya.
" Halo assalamualaikum mas malik. "ucap ayu.
Sontak yang menelfonpun langsung tertawa di buatnya," Mas malik? "ucapnya sembari terus tertawa.
Ayu langsung melihat layar ponselnya dan betapa terkejutnya ayu jika yang menelfonnya bukanlah malik melainkan mario.
" Kak mario."
" Ngarep banget ya yang nelfon malik?" ucap mario dengan nada mengejek.
Ucapan mario membuat ayu menjadi kecewa sekaligus malu di buatnya.
"kenapa kangen ya?" ujar mario lagi semakin menggoda ayu. Mario yakin jika saat ini pipi ayu sedang merona karna ulahnya.
"Apaan sih kak, ngga kok. "ayu bukannya kangen pada malik tapi ia hanya ingin mendengar penjelasan malik.
" Kalo kangen juga ngga papa kali yu, sama suami sendiri juga."
" Ngga kak, kakak ngapain nelfon?" tanya ayu mengalihkan pembicaraan.
" Gini akukan pergi ke rumah sakit tapi kata suster kamunya udah balik. "
"iya kak baru aja balik."
"terus sekarang kamu di mana?"
"Dirumah kok kak. "
" Ooo kirain kamu di rumahnya mbak mala."
'' Yaudah kalo gitu aku langsung kerumah kamu ya. "
" Iya kak."
"Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam"balas ayu.
" Pedahal aku berharap banget kalo kamu yang nelfon aku mas biar aku ngga terus curiga dan menduga-duga seperti ini." batin ayu.
*************
Miting penting antara malik dan para pemegang sahampun usai dengan cepat malik langsung kembali ke ruang kerjanya untuk menemui aleta yang pasti sangat lelah menunggunya berjamgjam seperti ini.
" Maaf ya boo lama" ucap malik begitu sampai.
"Ngga lama kok bee, lagian penantian aku ngga sebanding sama penantian kamu. "jawab aleta sembari menunduk bersedih.
" Kita ngga usah bahas itu sekarang," malik menjeda ucapannya "kita ke kafe sekarang."
Aleta tersenyum sembari mengangguk kemudian meraih tangan malik dan bergelayutan manja di tangan malik, "yuk!" ucap aleta menarik tangan malik sembari berjalan.
***********
Mario memarkirkan mobilnya di halaman rumah malik dan ayu. Mario tersenyum begitu melihat ayu yang telah menantinya di teras rumah.
"Yaampun yu sampe segitunya nungguin aku di depan rumah. "ujar mario begitu keluar dari mobilnya.
" Sengaja kak soalnyakan mas malik ngga ada di rumah takut nantinya timbul fitnah kalo kakak masuk kedalam rumah. "ucapan ayu seketika menjatuhkan kePD mario langsung ke dasar bumi sampai hancur berkeping-keping. Wajah tersenyum dan ceria mario tadi langsung kandas ucapan ayu sangatlah jauh dari ekspektasinya.
" Kenapa kak?" tanya ayu melihat wajah mario yang terlihat kecewa.
"Ngga papa"ujar mario kembali tersenyum." tapi kamu ngga papa di luar kayak gini, kamu kan baru aja keluar dari rumah sakit?"ujar mario sembari memberikan satu keranjang buah pada ayu.
" Ngga papa kok kak lagian aku juga bosen kalo terus-terusan baring terus."
" Hmmm... Iya sih" ujar mario sembari mengangguk-ngangguk.
Ayu teringat akan pesan-pesan yang selama ini di kirim aleta kepada malik, ayu ingin menanyakan semua kecurigaan serta ke kawatirannya pada mario, karna mario orang yang paling dekat dengan malik.
"Hmmm... Aku boleh tanya sesuatu ngga kak? "tanya ayu ragu-ragu.
Mario menyengit tidak biasanya wajah ayu seserius ini saat berbicara kepadanya," mau tanya apa yu? "ucap mario yang penasaran.
" Apa kak mario tau kalau aleta kembali ke indonesi." sontak pertanyaan ayu membuat mario kaget. Darimana ayu bisa tau jika aleta telah kembali?.
.
.
.
Bersambung