Accident Wedding

Accident Wedding
Bab 10.Kata-kata menyakitkan



Sudah dua hari malik sakit dan alhamdulillah sekarang keadaan malik sudah cukup membaik karna ayu merawat malik dengan sangat cekatan. Ayu memasakkan malik bubur serta makanan yang malik inginkan ayu selalu membelikan apapun yang di minta oleh malik asalkan malik mau makan. Ayu merawat malik seperti ia merawat anaknya sendiri itu karna sikap malik yang terlihat seperti kekanak-kanakan. Malik tidak akan makan jika makanan itu tidak ia sukai malik selalu meminta apa yang ia inginkan kalau tidak di belikan ia akan merajuk dan tidak akan makan bahkan meminum obat pun malik enggan jika kehendaknya tidak di turuti.


"Alhamdulillah akirnya demam kamu turun juga mas. Muka kamu juga ngga pucet lagi. Makan kamu juga udah lahap"ucap ayu setelah mengecek keadaan malik. Ayu tersenyum lebar melihat kesembuhan malik.


" Kalo bukan karna sakit saya ngga bakal mau di rawat sama kamu terlebih makan masakan kamu. jadi saya ingetin ke kamu ngga usah GR dan jangan pernah berharap saya akan suka sama kamu"tegas malik berkata tanpa memikirkan perasaan ayu.


Ayu hanya tersenyum menanggapi kata-kata malik, lagi pula ia juga tidak berharap lebih kepada malik.


"Nih"ucap malik memberikan mangkok bubur yang sudah ia santap sampai habis."Bubur kamu ngga enak. " sambung malik mencaci masakan ayu.


"kalo ngga enak kenapa di makan mas, abis lagi"balas ayu.


" Ya karna saya menghargai masakan kamu" jawab malik memberi alasan.


Memangnya sejak kapan kamu menghargai masakan aku? "tanya ayu lagi semakin menggoda malik yang tidak mau mengakui jika masakan ayu itu enak.


" Sejak kamu di sini lah" jawab malik patang kalah.


"Masa? Waktu itu aku tawarin makan kamu ngga mau tuh mas kamu malah pergi gitu aja "ayu semakin memojokkan malik, membuat laki-laki itu kehabisan kata-kata dan mengalihkan pembicaraan.


" Aaah, sudahlah kepala saya sakit saya mau istirahat" elak malik, langsung membaringkan tubuhnya.


Ayu hanya menggeleng melihat tingkah suaminya yang sagat menggemaskan terlebih melihat wajah malik terpojok saat ia tanya-tanyai tadi.


"Harusnya saya tidak memulai percakapan itu! "batin malik yang merasa malu.


...*******...


Tok....


Tokkkkkk...


" Assalamualaikum..."


Ayu menjawab salam itu lalu buru-buru membukakan pintu untuk sang tamu yang belum ia ketahui siapa orangnya.


Ceklek.


" Waalaikumsalam" jawab ayu lagi. Ayu sedikit terkejut dengan kehadiran seorang pria ke rumahnya. Namun ayu merasa pernah bertemu dengan pria tersebut. "kamu yang nganterin mas malik malam itu kan?" Tanya ayu memastikan ingatannya.


"Iya kebetulan saya temennya malik, boleh saya masuk? "tanya mario merubah gaya bahasanya menjadi lebih sopan.


" Silahkan" jawab ayu sembari membukakan jalan. "mas maliknya lagi sakit, jadi langsung ke kamarnya aja ya. Kamanya di samping ruang tamu deket tangga" jelas ayu, menujukkan arah kepada mario.


"Iya, kenalin namaku mario. Kamu panggil aku kak mario aja. Secara aku kan masih umur tujuh belasan. Kan kemaren kita ngga sempet kenalan "mario mengelurkan tanggannya ke arah ayu.


" Aku ayu" ayu tidak membalas uluran itu, ayu mendekap kedua tangannya di dada.


Mario langsung menyingkirkan tangannya, ia sedikit malu dengan kelakuannya itu kenapa ia bodoh sekali jelas-jelas yang ada di hadapannya ini adalah bidadari berhijab mana mau ia bersalaman dengan laki-laki yang bukan muhrimnya.


"Kalo gitu saya langsung ke kamar malik ya"ucap mario yang bertambah salting jika berlama-lama bersama ayu.


" Iya" jawab ayu tersenyum. Senyumman ayu yang indah membuat mario bertambah salah tingkah hatinya terasa meleleh, itu merupakan pemandangan yang sangat indah yang ia lihat.


...********...


Gubrak....


Bunyi gebrakan pintu yang keras membuat malik terbangun, padahal ia baru saja memejamkan mata untuk tidur. Gubrakan pintu itu membuat malik kesal dan langsung berceloteh tanpa melihat orang yang masuk.


"Bisa ngga kalo buka pintu itu pelan-pelan saya ini baru mau istirahat "kesal malik.malik berusa duduk kemudian melihat ke arah pintu kamarnya.


" Mario?" ucap malik kaget melihat mario berdiri kaku di pintu kamar dengan wajah yang memerah.


Mario berjalan ke arah malik kemudian menjatuhkan dirinya di ranjang sebelahnya.


" Jatung gue serasa mau meledak, tubuh gue seketika jadi ngga berdaya kayak gini. Senyumannya, kata-katanya itu - tu buat gue meleleh. "oceh mario yang tidak dimengerti oleh malik.


" Kesurupan ya lu?" Malik mmemukul kepala mario untuk menyadarkan Mario dari sikap anehnya itu.


"Gue kaya, Sadar juga kan lo"ucap malik tersenyum sinis" lo ngapain ke sini? Dateng-dateng udah buat rusuh"


"mau bunuh lo. " jawabnya membalas tatapan sinis malik. Mereka berdua saling bertatapan sinis sampai akirnya mario mengalah karna tatapan malik jauh lebih menakutkan dari tatapannya.


"Gue tadi ke kantor lo tapi kata resepsonis lo ngga ngantor karna sakit. Sakit apaan sih lo? "jelas mario.


"ooo... gue tau pasti lo sakit karna mabok kemarin malam kan?. ngga heran sih siapa juga yang ngga sakit ujan-ujanan gitu teriak-teriak ngga jelas lagi di pinggir jalan untung aja gue lewat kalo ngga mungkin aja lo udah mati tuh di pinggir jalan" sambung mario.


"Gue teriak-teriak gaur lo, mana pernah gue mabok sampai segitunya"ucap malik tak percaya. Malik memang tidak mengingat apapun saat ia mabok kemarin ia hanya ingat kalo ia pergi ke diskotik lalu Bangun-bangun ia sudah di rumah.


" Mini pirnih gue mibok sampai segitunye"ucap mario mengejek kata-kata malik." truss yang gue tolongin kemaren siapa, setan?" kesal mario.


Malik terdiam ia berusaha mengingat kejadian saat ia mabuk kemaren namun hasilnya nihil ia tidak ingat apapun.


"BTW lo cinta ngga sih sama istri lo?" Tanya mario penasaran.


"Ngga" jawab malik jujur.


"Niat untuk jatuh cinta?"


"Ngga ada sedikitpun niat gue untuk jatuh cinta sama perempuan yang udah ngerusak hidup gue"


"What? Ngerusak hidup lo?"ucap mario tertawa" yang ngerusak hidup lo itu aleta bukan ayu"sambungnya.


"Tetap aja dia juga termasuk orang yang udah ngerusak hidup gue"


"gue ngga ngerti sama jalan pikir lo cewek secantik dan sesoleha ayu lo sia-siain gitu aja"


Ayu yang akan mengantarkan minum untuk mario tidak sengaja mendengar percakapan kedua orang itu.


"Kenapa? Lo suka sama dia? Ambil aja, gue juga ngga butuh, ngga guna sama sekali. Gue ngga pernah sedetikpun nganggap dia ada bagi gue dia cuma orang asing yang ngga segaja satu atap sama gue. Dan satu lagi Gue ngga pernah ngakuin dia sebagi istri gue.jadi kalo lo mau bawa aja!!! "jelas malik. Setelah apa yang sudah ayu lakukan kepada malik dengan semua kebaikan serta perhatiannya selama ini,bisa-bisanya malik menganggap ayu tidak berguna bahkan menceritakannya kepada orang lain.


Mendengar jawaban malik membuat ayu tidak sengaja menjatuhkan nampan minuman yang ia bawa tepat di depan pintu kamarnya,membuat malik dan mario terkejut.


Mariopun langsung membuka pintu dan melihat ayu tengah berdiri di depan pintu.


Mario melihat tetesan air mata dii pipi ayu walau ayu menghapusnya dengan cepat tetap saja mario yakin kalau itu adalah air mata. Ayu pasti menangis karna mendengar kata-kata malik tadi dan tidak sengaja menjatuhkan nampan berisi minuman ini.


"Maaf-maaf aku ngga sengaja,tadi kepeleset soalnya"ucap ayu memberi alasan. Ayu kemudian mengambil sapu serta skop untuk membersihkan pecahan beling yang berhamburan di lantai. Ayu juga mengepel minuman yang tidak sengaja ia tumpahkan itu.


Mario memperhatikan wajah sedih yang di sembunyikan ayu, entah kenapa mario merasa sangat bersalah karna sudah membahas ayu bersama malik.


"Aku permisi dulu"pamit ayu setelah selesai membersihkan. Mario mengangguk menatap punggung ayu yang perlahan menghilang dari tatapannya.setelah itu Mario kembali masuk dengan wajah marah serta tatapan tajam mengarah ke arah malik.


" Lo bener-bener ngga punya hati ya lik bisa-bisanya lo bilang kayak gitu "ucap mario yang tengah berdiri menatap malik yang duduk dan bersandar di kasurnya.


Malik terlihat biasa-biasa saja tidak mengindahkan kata-kata mario bahkan malik juga tidak meligat wajah mario yang tenagh kesal kepadanya.


" Istri lo kayaknya denger semua pembicaraan kita tadi termasuk kata-kata lo yang keterlaluan itu"jelas mario.


" Truss, biarin aja emang gitu kenyataannyakan. Mau gimana lagi?" ucap malik tanpa rasa bersalah sedikitpun di wajahnya. Mendengr itu membuat mario bertambah kesal dan memutuskan untuk pergi.


"Lo bener-bener Brengsek! "kata terakir yang di ucapkan oleh mario sebelum ia pergi.


Malik melanjutkan kembali tidurnya yang tadi sempat tertunda karna mario. Malik benar-benar tidak memikirkan kesalahan yang baru saja ia perbuat bahkan setelah sahabatnya sendiri marah ia masih saja bersikap cuek dan tidak peduli terhadap perasaan ayu yang kini tengah menangis di pojok dapur.


.


.


.


.


Bersambung..