
Ayu sedang duduk di sofa ruang keluarga menonton tv di temani dengan secangkir teh dan juga setoples keripik di tangan ayu.
Sebenarnya Malik ada di rumah namun karna ayu sedang memberi pelajaran kepada malik ayu pun masih bersikap acuh pada malik. Berapa hari ini ayu melihat malik selalu pulang cepat dan menunggunya di teras rumah. Malik seperti akan mengatakan sesuatu tapi ayu tidak mau menanyai malik terlebih dahulu ayu ingin malik memarahinya tanpa mengedepankan gengsinya.
Saat ayu sedang menonton tv ayu melihat promo tiket Taman impian jaya ancol kusus untuk sabtu dan minggu besok ayu sangat tertarik dengan promo tersebut terlebih memang sudah lama ayu ingin pergi kesana.
"Murah banget ".ucap ayu dengan mata berbinar bahagia. tanpa ayu sadari dari tadi sebenarnya malik sedang menunggu ayu di tengah tangga dekat kamarnya.
Malik penasaran dengan perubahan sikap ayu dan ingin bertanya namun selalu saja ragu dan gengsi. Malik melihat dan mendengar wajah gembira ayu saat melihat promo tiket ancol.
"liat tiket ancol murah aja senengnya sampe segitunya. Aneh" malik menggelengkan kepalanya tidak habis pikir dengan kelakuan wanita di depannya itu.Sikap ayu sangat berbeda dengan kebanyakan wanita lainnya yang biasanya akan senang apabila melihat diskon baju atau kosmetik.
"Coba aja bisa pergi kesana"ucap ayu murung. Ayu sebenarnya ingin pergi dan bersenang-senang melepaskan semua penat dan lelahnya bekerja tapi tidak mungkin ia pergi ke tempat wisata hanya sendirian, pasti tidak akan seru jika hanya sendiri.
" Tinggal pergi aja ribet banget" gerutu malik yang masih duduk di tangga.
Ayu berdiri kemudian mematikan tv dan masuk kedalam kamar. Begitupun dengan malik yang buru-buru masuk kedalam kamar tidak ingin ketahuan dengan ayu kalau dari tadi malik memandanginya.
...***********...
"Ayu"panggil malik lembut diikuti dengan senyuman di bibirnya. Dan sialnya ayu malah melihat senyuman manis yang menambah ke tampanan malik itu. Jantung ayu seketika berdegup lebih kencang pipinyapun mulai memerah.
" Perasaan apa ini?, kenapa aku merasa senang di panggil selembut ini dan kenapa juga jantungku berdetak kencang saat melihat senyuman mas malik?" batin ayu bertanya-tanya dengan apa yang terjadi pada dirinya.
Kalau sudah bertatapan seperti ini ayu tidak mungkin lagi menghindari malik dan bersikap acuh kepadanya.Dengan terpaksa ayu menjawab panggilan malik.
" Iya mas. Ada apa?"jawab ayu dengan wajah yang cemberut.
Senyum malik semakin lebar.
"Bisa temani saya untuk pergi ke sini? "mata ayu terbelalak ketika malik menunjukkan layar ponsel yang berisi pembelian dua tiket taman impian jaya ancol.
"kamu mau ngajak aku pergi ke ancol mas?" tanya ayu tidak bisa menyembunyikan rasa senangnya.
Malik menganguk"kamu bisa kan? "tanya malik memastikan kalau rencananya untuk membuat ayu bersimpati kepadanya lagi tidak gagal.
" Bisa mas"jawab ayu cepat.
"Yasudah kalau begitu sekarang juga kita siap-siap!"
"Iya mas" jawab ayu yang langsung berjalan cepat menuju kamarnya.
...*********...
Mata ayu berbinar ketika memasuki taman impian jaya ancol rasa kagum tak henti hentinya ia ucapkan melihat begitu besar wahana rekreasi yang ia kunjungi ini. Penataan yang begitu bagus juga interior yang begitu menakjubkan membuat ayu merasa begitu beruntung bisa masuk dan melihat itu semua.
"Sampai kapan kamu akan berdiri diam sambil memandang semua wahana ini?" Ucap Malik yang merasa sudah cukup lama ia berdiri tanpa melakukan apapun.
"Ayo kita naiki semua wahana ini agar tak ada sesal saat kita pulang nanti! "ucap malik menarik tangan ayu menuju sebuah permainan bernama Kora-kora. Sudah lama sekali malik tidak mengunjungi tempat satu ini. Ia juga rindu menaiki wahana yang menyerupai seperti perahu yang berayun ini.
Ayu begitu bahagia ketika perahu itu mulai berayun tawa bahagia terlukis indah di wajah ayu ini pertama kalinya malik membawa seorang wanita ke sebuah taman bermain seperti ini. Biasanya malik dan aleta hanya menghabiskan waktu di mall dan juga lokasi pemotretan aleta.
Wajah ayu mendadak tegang ketika kora-kora itu berayun cepat dan juga bertambah tinggi. Ayu dan malik yang duduk di ujung perahu jelas saja sangat merasakan ketinggian dan kecepatan perahu.
"Mas ini kenapa perahunya tambah tinggi? "Ayu memegang erat tangan malik wajah ayu memucat.
"Apa mas? Berarti ayunanya akan lebih tinggi dari ini?"
Malik mengannguk"kenapa kamu takut?, masa main ginian aja takut"ucap malik memalingkan wajahnya ke arah lain.
"Nggak.... aaaaaaa" ayu berteriak histeris dan langsung menenggelamkan wajahnya ke dada bidang malik sambil menutup kedua matanya dengan tangannya ketika kora-kora itu berayun sangat tinggi dan cepat. Sontak saja malik yang kala itu sedang melihat pemandangan ancol terkejut dengan teriakan dan tindakan ayu yang tiba-tiba.
"kamu ngapain?, buruan singkirin wajah kamu dari dada saya!" tegas malik mencoba mendorong kepala ayu.
"aku takut mas. Aku beneran takut. Aku...aku takut ketinggian" terdengar isakan tangis ayu yang membuat malik merasa kasihan. Malik mengelus kepala ayu mencoba menenangkan ayu yang terisak-isak.
"Benter lagi juga berenti, jadi ngga usah lebay" ketus malik.
Setelah berayun tinggi permainan kora-kora itu pun beransur-ansur berhenti.
"Udah berenti, buruan turun! "ucap malik dengan wajah datarnya. Ayu mengangkat wajahnya dari dada malik kemudian menghapus sisa air mata di pipinya.
Mereka berdua turun dari wahana kora-kora itu. Namun saat ayu akan menuruni tangga kepalanya terasa pusing pemandangan terasa berputar-putar ayupun juga sulit mengimbangkan badannya. Ayu mencoba meraih tangan malik yang berada di sampingnya.
"kenapa kamu? "tanya malik saat ayu memegang tanganya erat dengan tubuh yang sempoyongan.
" Aku pusing mas" jawab ayu yang terus memegangi kepalanya.
Malik mendengus kesal. "Ternyata bawa kamu itu ribet" ucap malik, Malik menggedong tubuh ayu untuk menuruni tangga dan berjalan mencari tempat untuk duduk agar ayu bisa menghilangkan pusing karna efek dari permainan yang baru saja ia naiki.
"kamu tunggu di sini, saya mau beli minum dulu!"
Ayu menganguk mengiyakan ucapan malik. Malik meninggalkan ayu di sebuah kursi taman di bawah rimbungan pohon,tidak beberapa jauh dari wahana permainan yang ia naiki tadi.
"Nih, minum!" malik menyodorkan sebotol air mineral kepada ayu. "ngga usah GR saya baik sama kamu karna saya ngga mau aja kamu tiba-tiba pingsan di sini." sambungnya.
Ayu mengambil air yang di berikan malik kemudian meminumnya hingga air itu tersisa setengah.
Malik juga memberikan dua bungkus roti kepada ayu saat ayu selesai minum.
Ayu melihat malik dengan tatapan heran" itu saya kasian aja sama penjualnya makannya saya beli"jelas malik.
Ayu tersenyum simpul melihat kepedulian malik yang berusaha ia tutup-tutupi. Ayu mulai memakan roti yang di berikan oleh malik.
"Kamu ngga mau mas?. Enakloh. "tawar ayu kepada malik yang sedang menyeruput sebuah minuman kaleng di tangannya.
" Ngga" tolak malik.
Ayu menarik tangan kiri malik kemudian meletakkan satu bungkus roti di atas telapak tangannya. "Makan sendiri itu ngga enak mas!!" ucap ayu, saling beradu tatap dengan malik.
.
.
.
.
Bersambung.