
Sepulang dari kantornya ayu terlihat sangat murung, matanya juga sembab membuat malik prihatin dengan keadaan ayu. Apa segitu berharganya pekerjaan itu untuk ayu sampai-sampai membuatnya murung seperti ini?.
"Apa bagusnya sih pekerjaan itu, saya bahkan bisa memberi pekerjaan lebih dari itu jika saya mau"batin malik meremehkan pekerjaan ayu.
Sebenarnya malik bisa saja mengucapkan itu langsung tapi malik tidak sejahat itu, malik tau jika ia mengatakan itu secara langsung akan membuat ayu bertambah murung dan pastinya akan marah lagi kepadanya. Bisa-bisa ayu mendiamkannya lagi dan tidak memasakkan makanan lagi untuknya.
Malik memutar otak mencari cara untuk membuat wajah ayu kembali ceria. Malik sangat terganggu melihat wajah ayu yang di tekuk, itu membuat malik menjadi kesal juga merasa bersalah.
Malik merogoh kantongnya mengambil ponsel dari dalam saku celana. Malik mebuka satu aplikasi yang serba tahu, apa lagi kalo bukan mbah google. Aplikasi yang dijadikan ladang pertanyaan oleh semua orang. Malik mengetik sesuatu di aplikasi itu. Malik tersenyum miring saat yang ia cari ia dapatkan.
"Kamu siap-siap sana kita akan pergi. Jangan lupa pakai pakaian yang hangat"perintah malik kepada ayu yang duduk di sofa ruang keluarga sambil menonton televisi.
Ayu menyengitkan dahinya" memang kita mau kemana mas? "tanya ayu tak mengerti dengan ucapan malik.
" Turuti saja!!" perintah malik yang langsung berjalan menuju kamarnya untuk bersiap-siap.
Ayu menghela nafas, apalagi rencana malik. Semoga saja kali ini tidak membuat mood ayu bertambah hancur. Ayu beranjak dari duduknya menuju kamar untuk bersiap-siap seperti yang di perintahkan malik.
...************...
Malik menghentikan mobilnya di tepi jalan saat tempat yang ia tuju sudah dekat. Malik melipat sapu tangan menjadi lipatan panjang. Ayu yang memperhatikan bertambah tidak mengerti dengan apa yang di lakukan malik.
Sini deketan!! "ucapnya menyuruh ayu untuk mendekat kepadanya. Ayu semakin tidak mengerti dengan sikap malik.
" Aku mas?" tanya ayu dengan polos.
"Ya kamu, ngga mungkin setan! "ujar malik tak kalah ngegas.
Ayu menghela nafas panjang" Sabar ayu, ini ujian"batin ayu.
Ayu mengikuti perintah malik untuk mendekat kepadanya.
"Pejamin mata akamu! "perintah malik lagi.
" Hah?" kaget ayu . Apa yang sebenarnya yang akan malik lakukan. apa malik akan membunuhnya?. Ayu semakin merinding dengan gelagat malik yang sangat menyeramkan untuknya.
" Ngga usah mikir aneh-aneh sanya ngga bakal ngapa-ngapain kamu" ujar malik seolah tau dengan jalan pikir ayu.
"Lagian kalo ngapa-ngapain kan ngga papa kan udah sah"lanjut malik dengan suara pelan sehingga ayu tidak mendengarnya dengan jelas.
"Apa mas? "tanya ayu karna tidak mendengar perkataan malik.
" Bukan apa-apa. Buruan merem!!"
Ayu menurut saja dengan malik dari pada urusannya jadi panjang lebih baik ia menurut. Malik melingkarkan sapu tangan itu di mata ayu,
Menutupi semua area mata ayu sehingga ayu tidak bisa melihat.
"Kamu gini aja, sampai saya suruh kamu buka!!" ujar malik yang kemudian melanjutkan perjalanannya lagi menuju tempat yang sudah ia pesan.
...************...
Malik menuntun ayu berjalan masuk kedalam restoran. Restoran ini sangat sering ia kunjungi bersama aleta. Ini merupakan restoran kesukaan aleta. Interior restoran yang mewah yang elegan, juga pemandangan yang asri membuat aleta betah berlama-lama di restoran ini.
Malik sudah sampai di meja yang ia pesan, terlihat di meja itu sudah ada makanan dan juga minuman komplit dengan makanan pembuka dan juga penutup.malik juga menyiapkan kejutan-kejutan kecil untuk ayu, sesuai dengan yang di katakan oleh mbah google. Entah kenapa malik menuruti kata-kama aplikasi itu padahal malik tidak pernah berprilaku seromantis ini kepada Aleta. Ini gara-gara mbah google membuat malik bersikap aneh seperti ini.
"Sekarang kamu boleh buka tutup mata kamu!! "ucap malik meminta ayu untuk melepas tutupan matanya. Malik tidak sabar ingin melihat ekspresi ayu.
Ayu membuka matanya perlahan-lahan hal yang pertama yang ia lihat adalah malik. Ya tentu saja, karna malik berdiri tepat di depan ayu dengan jarak yang sangat dekat hanya beberapa centimeter.
Ayu melihat sekeliling, restoran ini sangat mewah pasti makanan di sini sangat mahal interior dan fasilitas di sini tidak kaleng-kaleng semuanya terlihat sangat mahal. Jujur baru kali ini ayu masuk kedalam restoran bak istana seperi ini. Ayu sangat terpana.
Prok.. Prok
Malik menepukkan tangannya dua kali, seperti mengisyaratkan sesuatu. Benar saja tidak lama datang para pelayan wanita yang berjalan berjejar, masing-masing dari mereka membawa sekuntum bunga. Satu persatu pelayan itu menyerahkan bunga kepada ayu sembari mengucapkan arti dari bunga yang mereka bawa.
"Bunga mawar merah melambangkan cinta sejati dan kesetiaan"ucap pelayan itu sambil menyerahkan sekuntum mawar merah. Ayu berdiri kemudian menerima bunga yang di berikan pelayan itu sambil tersenyum.
" Bunga tulip melambangkan cinta dan kasih sayang"ucap pelayan satunya lagi.
" Bunga anyelir merah melambangkan cinta mendalam"
"Bunga lily putih melambangkan kemurnian cinta sejati"
"Bunga krisan melambangkan tanda cinta dan kasih sayang"
Kelima pelayan itu satu persatu pergi setelah menyerahkan bunga kepada ayu. Kini tangan ayu penuh dengan bunga ayu sulit untuk memegangnya. Tapi ayu juga senang ayu tak menyangka malik sampai seromantis ini kepadanya. Terlebih Ayu sangat suka dengan bunga apalagi yang beraroma wangi seperti ini.
Malik tersenyum melihat ayu kembali ceria usahanya berhasil tidak sia-sia ia menuruti semua cara-cara lewat mbah googlenya.
Ayu menatap malik dengan tatapan senang, senyumnya begitu lebar moodnya kembali baik karna malik.
"Makasi mas"ucap ayu singkat yang di senyumi kembali oleh malik. Entah kenapa malik selalu ingin melihat wanita di hadapannya ini selalu tersenyum. Hatinya terasa tentram saat melihat senyuman ayu yang tulus.
" Ada satu lagi." ucap malik malik menjentikkan jarinya memberikan isyarat pada pelayan.
tak lama terdengar suara musik dansa yang memenuhi isi ruangan.
Malik menjalan mendekat ke arah ayu meletakkan bunga-bunga yang di pegang oleh ayu ke atas meja.
Malik melingkarkan tangannya ke pinggang ayu dan meletakkan tangan ayu di pundaknya.
Malik melangkahkan kakinya ke kanan dan kekiri mengikuti alunan musik dansa yang romantis.
Ayu mengikuti langkah dan gerakan malik, ia tidak terlalu bisa untuk berdansa seperti ini, jujur saja baru kali ini ayu melakukan dansa seperti ini sebelumnya ayu hanya melihat di tv atau film - film romantis yang pernah ia saksikan.
Malik dan ayu larut dalam keromantisan dansa sampai musik yang di putarpun berhenti. Dan malikpun menghentikan gerakannya. Dengan di tutup dengan ciuman hangat dikening ayu.
Malam ini dan saat ini juga ayu merasa dunia hanyalah milik mereka berdua, malik dan ayu tidak mempedulikan tepuk tangan meriak dan sorakan dari pelayan yang ada di kafe tersebut.
...********...
Malik menarik kursi ayu mempersilahkan ayu untuk duduk dan menikmati makan malam mereka.
" Buruan makan, saya sudah lapar!" ucap malik yang bersiap-siap akan memotong steaknya.
Ayu mengangguk kemudian memotong stek yang ada di hadapannya dengan senyum yang dari tadi tak lepas dari wajahnya. Begitupun dengan malik yang terus tersenyum. Ia tidak menyangka akan bisa seromantis ini. Padahal dulu ia tidak pernah melakukan hal romantis seperti ini bersama Aleta karna jadwal aleta yang padat dan juga kekakuan malik yang sulit untuk mengutarakan rasa kasig sayangnya. Tapi entah kenapa bersama Ayu malik malah bisa mengungkpkan kasih sayangnya seperti hal yang ia lakukan saat ini. Hal konyo yang dulu sempat ia caci - caci bersama mario. Dan sekarang ia lakukan bersama ayu. Malik tidak terbayang jika mario sampai tau apa yang telah ia lakukan malam ini bersama ayu pasti mario akan menertawakannya dan mengejeknya habis- habisan.
Henphone malik tak henti-hentinya berdering membuat laki-laki itu kesal dan merogoh sakunya ingin tahu siapa orang yang telah berani mengganggu makan malamnya. Malik melihat layar ponselnya, terlihat ada pesan dan juga pangilan tak terjawab dari aleta. Malik membaca pesan dari notif Henphone. Bertapa terkejutnya malik saat ia membaca pesan itu. Pesan yang di kirim aleta membuat malik mematung di tempat matanya tak berkedip sedikitpun.
.
.
.
.
Bersambung..