
"Ayu!.." tangis mala pecah saat melihat kondisi ayu yang sangat mengenaskan. Kepala ayu yang di perban, hidung yang di pasang oksigen dan infus yang mengalir di tangan ayu membuat mala tak tega melihat keadaan putrinya itu.
" Ayu mama di sini sayang, kamu bangun yu!. Jangan buat mama khawatir. " pinta mala memohon memegang tangan ayu dengan air mata yang terus mengalir, mala tak henti-hentinya menyuruh anaknya itu untuk bangun.
Radit mencoba menenangkan istrinya yang meraung-raung histeris. Radit tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi pada ayu kenapa ia bisa seprti ini. Radit tidak sempat menanyai itu tadi ke malik karna kondisi yang tidak memungkinkan Radit untuk bertanya.
"Ma ayu pasti sadar, mas yakin itu. Ayu anak yang kuat "ucap radit mengusap punggung istrinya.
" Ayu" mala masih menangis ia masih tak mengerti kenapa putrinya sampai seperti ini. Mala akan menanyainya nanti pada malik dan malik, mala sangat kecewa karna malik telah lalai menjaga ayu.
...*********...
Sudah dua hari ayu terkulai lemas di ranjangnya , mata ayu belum terbuka ia belum sadar dari komanya. Sudah dua hari Malik menunggui ayu tanpa meninggalkannya, malik selalu di sisi ayu menunggu ayu untuk membuka matanya.
"Ayu saya minta maaf, tidak seharusnya saya bersikap seperti itu. saya minta maaf, kamu bangun jangan membuat saya semakin merasa bersalah seperti ini! "sesal malik, malik menggenggam tangan ayu ia duduk di sampai ranjang ayu malik berkali-kali mencium tangan ayu agar gadis itu sadar.
" Saya janji tidak akan marah-marah lagi sama aku, asalkan kamu bangun. "
" Tolong jangan tinggalkan saya!"
Brak..
Pintu ruangan ayu terbuka terlihat seorang pria masuk kedalam ruangan ayu membawa burket bunga mawar merah di tangannya dan buah di tangan satunya lagi. Malik berdiri dan mengahadang pria itu agar tidak mendekat pada istrinya.
"Ngapain anda di sini? "tanya malik menatap tajam pria itu.
Pria itu mendengus kemudian memandang remeh malik" Ck. Saya ke sini untuk menjaga ayu dari suami yang tidak bisa menjaga istrinya sendiri.seperti anda"jawab elvan. Ya pria yang datang adalah elvan. Elvan setiap hari datang menjenguk ayu membuat malik semakin muak melihat wajah pria itu. Memang elvan yang menyelamatkan ayu tapi di bukan siapa-siapanya ayu yang pantas ada di sisi ayu sekarang ini hanya lah dia sebagai suami sah ayu.
Elvan menaruh burket bunga dan buah itu di samping tempat tidur ayu "Buruan bangun yu, aku ngga sabar nunggu balasan terima kasih dari kamu!" ucap elvan.
"Dasar pria licik. Ternyata dia nolongin ayu ngga ikhlas. Brengsek, pengecut, licik" kutuk malik dalam hati, sebenarnya bisa saja malik mengatakan itu langsung tapi untuk saat ini malik tidak ingin membuat keributan.
...*********...
Malam harinya seluruh keluarga Nugraha berkumpul kecuali kakak kedua malik karna mereka sedang berada di luar negri. Mereka semua datang untuk menjenguk ayu.Mereka semua duduk di sofa yang di sediakan di dalam kamar inap ayu.
"Gimana keadaan ayu nak? "tanya Mama malik yang tak lain adalah ibu mertua ayu.
" Seperti yang mama, liat ayu belum sadar"jawab malik yang masih menatap ayu sedih.
" Kenapa ayu bisa seperti ini?" tanya Nugraha yang kini ikut bicara.
" Apa maksudmu nak?" tanya Mamanya dengan lembut, ia mengusap punggung anak laki-lakinya itu.
"Malam itu malik mengusir ayu. " Radit yang tadinya hanya mendengar kini menjadi naik pitam mendengar penjelasan malik. Berani-beraninya malik mengusir ayu. Kalau ia tidak mau harusnya ia mengantar ayu pulang ke kediamannya.
" Jadi kamu mengusir ayu hingga ayu pergi malam itu dan kritis seperti ini. " ujar Radit meninggikan nada bicaranya.
"Maafkan aku mas. "malik meminta maaf karna memang ini kesalahannya ia pantas di marahi seperti itu bahkan ia juga rela di pukuli jika itu bisa membuat ayu sadar.
" Kenapa kamu mengusir istrimu? "Tanya Nugraha, Nugraha ingin mendengar lebih jelas penjelasan malik ia tidak ingin semua ini menjadi salah paham bagi keluarganya.
" Itu karna Majalah aleta"semua keluarga menatap malik tidak percaya rupanya putranya itu masih menyimpan rasa pada gadis yang sudah mempermalukan keluarganya itu.
" Jadi Kamu mengusir ayu karna Aleta, wanita yang meningalkan kamu di hari pernikahan kamu dengan dia. Otak kamu di mana? Seharusnya kamu itu berterima kasih pada anak saya, kalau bukan karna ayu mungkin kamu tidak ada di sini. Kalo bukan karna ayu mungkin kamu sudah di coret dari keluarga Nugraha. " ujar Radit yang emosinya sudah sampai di ubun-ubun tangan Radit sudah mengepal kuat ingin memberi pelajaran kepada malik namun Mala menahan tangan suaminya.
"Bukan karna itu mas,aku tau ternyata yang menawari kontrak untuk aleta pergi ke swiss adalah ayu. Ayu yang membuat Aleta pergi mas kalau saja ayu tidak menawari aleta kontrak itu mungkin aleta sudah.......... "malik tidak melanjutkan perkataannya lagi karna sepertinya keluarga malik tidak suka malik menyebut nama Alaeta di hadapan mereka.
" Itu bukan salah ayu malik, ayu hanya menjalankan tugas dari kantornya kamu tidak patut menyalahkan ayu karna perempuan yang gila karir dan ketenaran seperti Aleta"ujar Nugraha yang kini ia lah yang marah bisa-bisanya putranya itu menyalahkan orang lain karna perempuan seperti Aleta.
"Yang patut kamu salahkan itu aleta. Dia yang tidak serius dengan kamu sampai tega meninggalkan kamu di hari pernikahan yang kalian rancang berdua. "tegas Radit.
" Dia terlalu tergila-gila akan karirnya malik. Kalo saja ia lebih memikirkan perasaan kamu mungkin dia sudah menolak tawaran kontrak tersebut walaupun di tawarkan oleh ayu. "sambung Nirmala.
" Dari dulu mama memang tidak terlalu suka dengan Aleta. Dia terlalu terobsesi akan karirnya, dia selalu tidak puas dengan apapun yang dia capai. "tambah Mama Malik.
" Keluarga yang tak beretika, setelah ia mengacaukan acara pernikahan kamu, mana tidak ada satupun dari keluarganya yang datang dan meminta maaf. Mereka seolah-olah bersikap tidak melakukan kesalahan apapun. "saut Nugraha.
Nugraha, Mama, kakak dan Radit memarahi Malik karna tak terima malik memperlakukan ayu seperti itu. Kurang apalagi ayu ia sudah berusaha menjadi istri yang baik untuk malik dia selalu menemani malik di kala senang ataupun susah tapi kenapa malik masih menyimpan perasaan pada gadis kejam seperti Aleta.
Percakapan mereka terhenti saat mendengar lirihan suara pelan dari ranjang ayu,suara yang selama ini mereka rindukan.
.
.
.
Bersambung....