
Aleta tak menyerah begitu saja setelah di usir secara halus oleh malik ke marin kini aleta pergi ke kantor malik untuk menemuinya kembali.
Setibanya di kantor aleta di sambut hormat oleh para kariawan malik awalnya aleta heran namun setelah itu ia sadar jika orang-orang taunya malik menikah dengannya bukan ayu. Peluang aleta untuk mengambil malik krmbali semakin besar, ia sadr jika ayu tidak ada apa-apanya di banding dirinya.
"Saya mau ketemu suami saya. "ucap aleta pada sekretaris malik.
" Maaf buk, tapi bukannya pak malik pergi liburan bersama ibuk?" sontak aleta terkejut dengan jawaban sekretaris malik tersebut.
" Maksud kamu?" tanya aleta ingin mendengar lebih jelas.
" Iya kemarin pak malik menyuruh saya untuk memesan tiket pesawat dan hotel di bali."jelasnya." emangnya ibuk ngga tau? "tanya sekretaris tersebut heran kenapa bisa istrinya sendiri tidak tau hal ini.
Bukannya menjawab tapi aleta malah pergi begitu saja.
" Liburan? Apa ayu dan malik pergi bulan madu?" pikir aleta yang sangat takut hal yang ia duga terjadi.
" Kalau mereka beneran bulan madu dan setelah itu ayu hamil gimana? "kesal aleta.
" Kalau ayu sampai hamil maka peluang gue untuk dapetin malik lagi akan semakin kecil."cemas aleta lagi yang semakin takut jika hal yang ia pikirlan saat ini kejadian.
Sangking takutnya aleta akan hal yang ia pikirkan saat ini malah membuatnya menabrak seseorang hingga membuatnya jatuh sendiri.
Aleta merintih kesakitan namun orang yang ia tabrak malah tertawa terbahak-bahak. Aleta sangat kenal dengan suara orang yang kini sedang menertawainya.
Aleta berdiri kemudian menatap orang tersebut dengan tatapan sini.
"Lo ngapain, nangkep kodok apa belalang? "ucap mario masih dengan tawanya. Ya Orang yang di tabrak oleh aleta adalah mario.
" Banyak bacot lo." ketus aleta sembari membersihkan pakaiannya.
Mario menyudahi tawanya kemudian beralih menatap serius ke arah aleta." lo ngapin di sini? "tanya mario dengan tatapan menyelidik ke arah aleta.
" Bukan urusan lo." jawab aleta yang kemudian memilih pergi namun baru selangkah aleta berjalan tangannya sudah di cekal oleh mario.
" Jangan mimpi dapetin malik lagi, karna dia udah dapetin pendamping yang jauh lebih baik dari pada lo! "ucap mario penuh penekanan.
" Dan satu hal lagi jangan pernah lo deketin malik lagi, kalo sampe lo berani ngusik rumah tangga dia gue pastiin lo bakal ancur. Inget baik-baik!" ancam mario yang kemudian melepas cekalan tangannya kemudian berjalan santai seperti tidak ada apa-apa yang ia lakukan.
Aleta menatap sinis punggung mario," lo pikir gue bakal takut sama anceman lo? "gumam aleta yang kemudian pergi.
*********
Elvan duduk di dalam ruangan milik bosnya. Ini adalah hari pertama elvan bekerja dan penyesuaian diri dengan pekerjaannya yang di bilang juga baru pertama kali ia lakukan. Sekretaris pribadi, ia tidak pernah membayangkan akan menjadi ini sebelumnya namun karna tidak ada pilihan lain mau bagaimana lagi.
Ceklek...
Sontak mata elvan langsung melihat ke arah pintu ruangan tersebut.terlihat seorang pria bertubuh kekar dengan kulit putih dan wajah tampan namun terlihat sangar masuk kedalam ruangan itu. Pria tersebut berjalan menuju elvan.
Elvan langsung berdiri dan menunduk hormat pada pria tersebut yang ia yakini jika itu adaah bosnya.
"Santai aja kali ngga usah hormat-hormat gitu" ujarnya.
Elvanpun kembali menegakkan badannya setelah mendengar kata-kata bosnya tersebut.
"Jadi kamu yang terpilih jadi sekretaris pribadi saya? "tanya yang langsung di angguki oleh elvan dengan sopan.
Pria tersebut duduk dan mengode elvan melalui tangannya untuk ikut duduk.
" Iya pak."
" Tapi inikan di kantor pak. "
"Tapikan di sini ngga ada orang selain kitakan jadi mulai sekarang kamu panggil saya kak kalo nanti ada rekan kerja atau ada kariawan lain baru kamu panggil saya pak!" jelasnya pada elvan.
"Baik pak"
"Kak maksudnya''ujar elvan memperbaiki kalimatnya.
" Kenalin nama saya mario arsenio, kamu bisa panggil saya kak mario karna kalo di lihat-lihat umur kita ngga terlalu jauh. "jelas mario sembari mengulurkan tangannya pada elvan, ya bos elvan adalah mario. Iya mario sahabatnya malik orang yang udah di anggep kakak oleh ayu.
" saya elvan aska baskara"jawab elvan menerima jabat tangan mario.
"Baskara?, kok saya merasa pernah dengar nama itu ya." heran elvan karna akiran nama itu tidak asing untuknya.
"Mungkin kebetulan aja kak. "
Mariopun mengangguk-nganggukciya kalik ya , yasudahlah ngga usah di pikirin. "ujar mario.
Mario dan elvanpun melanjutkan obrolannya tentang seputar pekerjaan elvan dan apa-apa saja tugas elvan sebagai sekretaris pribadinya.
************
Ayu dan malik duduk di pinggir pantai menikmati angin sore dan deburan ombak di pantai dengan kicauan burung yang terbang di atas langit. Malik merangkul bahu ayu agar bersandar di bahunya. Kepala ayu di miringkan ke bahu malik sebagai sandaran. Dan kepala malik sedikit di miringkan sehingga kepala mereka saling beradu.
"Disini pemandangannya bagus banget ya mas? "ucap ayu memuji keindahan alam yang ia saksikkan saat ini.
" Iya, tapi masih lebih indahan kamu." gombal malik yang berhasil membuat pipi ayu merona. Entah kenapa ayu merasa saat ini malik sangat sering menggombal, sikap dingin malik yang dulu kini berubah menjadi sikap ceria dan sering mengeluarkan kata-kata gombalan yang membuat ayu tersipu malu di buatnya.
"Tapi mas, apa mbak mala dan keluarga tau kalau kita sedang berlibur? "entah kenapa ayu tiba-tiba teringat akan keluarganya. Lagian kasihan juga mama dan papa mertuanya nanti jika tau mereka tidak di rumah takutnya mereka berfikir jika mereka menghilang di culik atau kejadian buruk lainnya yang membuat keluarganya khawatir dan cemas.
"Mereka semua ngga tau, mas sengaja ngga ngasih tau mereka. Yang ada kalu kita kasih tau nanti mereka malah ngejek atau ngetawain kita lagi. Kan mas malu apalagi mbak mala pasti dia bakal ngejek mas abis-abisan. "
Ayu tertawa kecil mendengar penuturan malik, ternyata di balik sifat dingin dan galak suaminya itu ia juga sosok orang yang sangat pemalu.
Ayu menenggak melihat ekspresi malik yang menahan malu dengan penuturannya sendiri.
" Tapi kamu tenang aja mario tau soal ini jadi kalo seandainya ada keluarga kita yang nyarin pasti mario bakal kasih tau. '' jelas malik.
"Tapi mas berharap ngga ada yang nyariin sih. "sambung malik bergumam pelan namun masih bisa di dengr oleh ayu.
Ayu tersenyum simpul mendengar ucapan malik, ia baru tau jika suaminya itu sangat pemalu.
Di sisi lain tanpa sepengetahuan malik dan ayu dari balik pohon kelapa yang tidak jauh darinya ada seseorang yang sedang memperhatikan mereka berdua dari tadi. Kamera yang di pegangnya beberapa kali menangkap potret kemesraan mereka berdua.
.
.
Bersambung
Hayo hayo itu siapa yang diem-diem merhatiin malik sama ayu. Apa suruhan aleta? Atau........
Kita cari tau di bab berikutnya besok ya!
Jado jangan lupa like komen dan vote cerita ini gays!