Accident Wedding

Accident Wedding
Bab 29. Aleta?



Ayu duduk sambil bersandar di ranjangnya, hari ini ayu sangat bosan ingin segera pulang tapi dokter belum mengizinkannya lantaran ayu baru sadar dari koma. Memohon pada malik? Itu hal yang sia-sia karna malik tidak mau ambil resiko yang ujung-ujungnya ia yang di salahkan oleh keluarga.


Ayu memperhatikan malik yang dari tadi tidur pulas di sofa tidak jauh dari ranjangnya. Ayu memperhatikan wajah lelah yang tergambar dari raut wajah malik. Ayu menghela nafas panjang ia merasa bersalah karna telah membuat malik repot, gara-gara dirinya malik juga tidak masuk kerja sudah beberapa hari ini.


Walaupun ayu tetap menyuruh malik bekerja tapi tetap saja malik kekeh tidak ingin berangkat.


Merasa di perhatikan malikpun bangun dan langsung melihat ke arah orang yang memperhatikannya dari tadi.


"Kenapa? "tanya malik datar.


Ayu kaget karna tiba-tiba malik bangun membuatnya tertangkap basah sedang memeperhatikannya.


Ayu gelagapan" aku hmmmmm..... "ayu berfikir sejenak mencari alasan agar dirinya tidak terlalau malu" aku lapar mas"dusta ayu.


Malik mendengus kemudian bangkit dari posisinya"Saya akan belikan kamu beberapa makanan di kantin. Tunggu saya dan jangan kemana - mana"tutur malik yang beranjak keluar dari kamar inap.


Ayu menatap punggung malik sampai benar-benar hilang dari indra penglihatannya.


"Aku selalu berharap kita bisa jadi keluarga yang bahagia dan menjalankan pernikahan ini dengan sungguh-sungguh karna allah"batin ayu yang belum memalingkan wajahnya.


Getaran ponsel yang nyaring membuat ayu tersentak dan mencari sumber suara. Ayu melihat kedipan cahaya seirama dengan nada ponsel di sofa tempat malik tadi tidur. Ayupun turun dari ranjang dan beralih pergi ke sofa. Ayu melihat ponsel malik tergeletak di sela-sela sofa sambil terus berbunyi. Ayu mengambilnya dan melihat orang yang menelfon. Air mata ayu membendung saat melihat orang yang menelfon dadanya tak kuasa menahan sesak karna tangisan yang ayu tahan. Hatinya begitu sakit harapannya yang baru saja ia buat hancur. Ayu tak sangka kebahagiannya benar-benar tak bertahan lama.


"Aleta. "ya orang yang menelfon malik adalah aleta. Wanita yang telah meninggalkan malik tepat di hari pernikahannya . Wanita yang telah membuat ayu sampai masuk ke rumah sakit dan hampir kehilangan nyawanya. Kenapa wanita ini harus datang di saat ayu mencintai malik?.kenapa wanita ini kembali hadir di saat malik sudah membuka hati padanya?.


Air mata yang ia bendung seketika mengalir di pipinya dengan sangat deras ketika membaca notif pesan yang terdapat di layar ponsel malik. Apa ini saatnya? Apa ia benar-benar harus meninggalkan malik?.


"Bee Akirnya hari yang aku tunggu-tunggu tiba hari di mana kamu dan aku akan bertemu kembali dan bisa melanjutkan pernikahan kita. Kamu tau hari ini aku akan pulang ke Indonesia, aku sudah di bandara dan sebentar lagi pesawatku akan berangkat aku harap kamu bisa menjemputku di bandara nanti dan kembali berbincang tentang rencana pernikahan kita kembali. "


Ayu kembali menaruh ponsel malik di tempatnya semula, apa yang harus ia lakukan sekarang? Apa sekarang waktunya ia harus pergi dan membiarkan malik bahagia dengan wanita pilihannya. Karna memang malik sangat menginginkan aleta ada di hidupnya ayu tau itu malik belum bisa melupakan wanita itu bahkan malik marah besar kepada ayu saat tau ayu yang menawari kontrak pada aleta.


...**********...


"Makasi buk"ucap malik kepada seorang wanita paruh baya saat menerima makanannya.


Wanita itu mengangguk sambil tersenyum mengiyakan ucapan terima kasih malik. Malik berjalan keluar kantin rumah sakit sambil menenteng kantong plastik bening berisikan makanan kotak yaitu nasi goreng dan nasi uduk juga beberapa roti dan air mineral di dalamnya.


Malik melangkah masuk ke kamar inap ayu berniat memberikan makanan yang ia beli untuk ayu, tapi ia urungkan ketika melihat ayu tertidur.


Malik menghela nafas"Katanya laper, tapi malah tidur, "lirih malik berjalan menuju sofa dan meletakkan makanan di sampingnya.


Malik mengambil ponselnya yang tergeletak di sofa, malik membuka layar ponsel dan terlihat ada beberapa pangilan tak terjawab dan juga pesan chat dari Aleta. Malik langsung membuka pesan itu dan membacanya.


"Bee Akirnya hari yang aku tunggu-tunggu tiba hari di mana kamu dan aku akan bertemu kembali dan bisa melanjutkan pernikahan kita. Kamu tau hari ini aku akan pulang ke Indonesia, aku sudah di bandara dan sebentar lagi pesawatku akan berangkat aku harap kamu bisa menjemputku di bandara nanti dan kembali berbincang tentang rencana pernikahan kita kembali. "


"Apa ini?. "ucap malik setelah selesai membacanya.


Malik memegangi kepalanya ia bingung harus bahagia atau sedih mendengar kabar ini. Malik menatap ayu dengan tatapan sendu hatinya kembali bimbang untuk memilih salah satu di antara mereka.


.


.


.


Bersambung...