Accident Wedding

Accident Wedding
Bab 43. Tuntutan



Aleta melajukan mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata. Aleta tidak tau ia harus kemana dan bagaimana yang jelas saat ini ia hanya ingin oergi jauh sampai jejaknya tidak di temukan oleh polisi. Pokoknya ia tidak mau masuk penjara .


Aleta terus memantau media sosial dan acara fresconfres yang di adakan malik, aleta ingin memastikan apa benar ia akan di jebloskan ke penjara oleh keluarga Nugraha.


Aleta semakin tidak tenang melihat fresconfres yang di adakan malik karna di akir vidio Papa malik terlihat sangat serius dengan perkataannya.


"Engga... Engga gue ngga mau masuk penjara. "Aleta memukul-mukul stir mobilnya, aleta sangat frustasi dengan apa yang ia saksikan saat ini.


Ting


Ting


Ting


Notif dari media sosial aleta tak henti-henti memenuhi ponsel aleta. Aleta membuka notif tersebut melihat jika ada yang penting atau informasi dari kelanjutan tindakan keluarga nugraha kepadanya.


"Dasar penipu"


"Tukang cari sensasi "


"Tukang Fitnah"


"Ngga kasihan ap sama istrinya malik jadi sasaran kemarahan netizen. "


"Sok-sok jadi korban padahal salah sendiri ngapain pergi di pernikahannya. "


"Makannya jadi cewek jangan banyak gaya, di tinggalkan. "


"Dasar cewek ngga ada pendirian."


"Nyesel gue pernah ngefens lo. "


"Buruan aja lo ke penjara,biar mendekam di sana."


"Aaaaaaakkkh....." Teriak aleta.


"Kurang ajar! "Aleta menepikan mobilnya di dekat jembatan yang dia sendiri tidak tau dia dimana.


" Kenapa hidup gue kayak gini? " Aleta sangt kesal kenap dia yang menderita sekarang? Apa salah ia bahagia? Kenapa sesulit ini?.


Aleta keluar dari mobilnya dan menghempas kuat pintu mobil.aleta berjalan menuju jembatan.


"AAAAAAAKKKHHH"teriak aleta di di pembatas jembatan.


" Gue cuma mau bahagia, apa salah?" Aleta menangis di jembatan tersebut meluapkan kesedihan dan rasa frustasinya saat ini.


" Aku cuma mau kamu malik, kenapa sesusah ini?"


" Apa hebatnya iatri kamu, dia cuma anak angkat. "


Aleta mengacak-ngacak rambutnya membiarkan air matanya membasahi wajahnya.


Ting..


Bunyi notifikasi lagi di ponsel aleta.


"Keluarga nugraha telah membuat laporan tentang penangkapan model cantik bernama Aleta Quenby Elvina . Laporan telah di proses dan akan segera di lakukan penangkapan terkait kasus pencemaran nama baik." aleta menutup mulutnya dengan informasi yang ia baca saat ini. Aleta tidak percaya dengan apa yang baru saja ia terima.


" AAAAAAAA" Aleta melempar ponselnya ke sungai besar yang ada di bawah jembatan.


"Ngga gue ngga mau masuk penjara, GUE NGGA MAU. "teriak aleta .


" Dari pada gue masuk penjara lebih baik gue mati." pikir aleta mengambil jalan pintas agar ia tidak merasakan penderitaan di dalam penjara.


Aleta menaiki satu persatu dinding pembatas jembatan, pikiran aleta saat ini memang telah buta dan telah kehilngan akal sehat.


***********


Arka berlaru menuju mama dan papa begitu semua pertengkaran yang ia saksikan tadi usai. Arka sangat ketakutan melihat aleta yang marah-marah seperti tadi.


" Pa, ma kak aleta kemana? "tanya arka memeluk papnya.


" Kak aleta ngga kemana-mana sayang." jawab Vina berjongkok menyamakan tingginya denga anaknya yang baru berusia enam tahun itu.


" Tapi kenapa kak aleta marah-marah, arka takut pa, ma?" ucapnya lagi dengan polos.


" Kak aletakan emang suka marah-marah sayang." jawab Vina lagi mengelus wajah anaknya yang terlihat sangat ketakutan itu.


Wisnu ikut berjongkok menyamakan tingginya dengan arka," Tapi mama dan papa mau keluar dulu mau suruh kak aleta pulang. Arka ngga papakan di tinggal sama bibik di rumah? "ucap wisnu.


Wisnu dan Vina saling bertatapan," sayang arka kan harus bobok siang, harus belajar. Arka tinggal di rumah ya sama bibik! Mama sama papa akan cepet pulang dan bawa kak aleta. "bujuk Vina.


" Yaudah deh. Arka dirumah aja nunggu papa sama mama dan kak aleta balik."


" Yaudah kalau gitu papa dan mama pergi dulu ya. Kamu baik - baik di rumah!" ucap Vina mencium kening anaknya.


Wisnu dan Vinapun bergegas berjalan menuju pintu keluar untuk segera mencari aleta.


Ceklek..


" Selamat siang buk pak." dua orang polisi sudah berdiri di depan pintu rumah Vina begitu ia membuka pintu.


Jelas saja kedatangan dua orang polisi kerumahnya membuat wisnu bingung.


"Bapak adaapa ya ke rumah saya? "tanya wisnu.


" Jadi Nugraha benar-benar melaporkan aleta?" batin Vina, hal yang ia takutkan menjadi kenyataan saat ini.


" Maksud kedatangan kami kesini kami ingin menangkap Aleta Quenby Elvina karna aleta sudah melakukan pencemaran nama baik terhadap keluarga Nugraha. "jelas polisi itu.


" Jadi ini yang di maksud aleta tadi ma?" tanya Wisnu melihat ke arah Vina


" Iya pa." jawab Vina.


" Apa saudari aleta ada di rumah?" tanya polisi itu lagi.


Maaf pak anak saya ngga ada di rumah dia pergi. Kalau bapak tidak percaya bapak bisa cek sendiri ke dalam!" ucap Wisnu mempersilahkan polisi itu masuk.


Kedua polisi itupun masuk untuk memastikan ucapan wisnu.


***********


Elvan di perintahkan oleh Mario untuk mengecek proyek yang sedang di jalankannya karna tadi ada laporan jika proyek yang berada di jalan melati indah itu terjadi masalah.


Di sepanjang perjalanan elvan melihan fersconfres yang di adakan keluarga nugraha, ia senang karna sekarang identitas ayu sebagai istri malik telah terungkap dan dengan begitu tidak akan ada lagi permasalahan yang akan mengganggu rumah tangga mereka.


"Aku seneng liat kamu bisa tersenyum lagi yu." ujar elvan yang senang melihat ayu telah tersenyum.


"Sekarang tinggal aku yang harus Move On dari kamu yu." ucap elvan yang mencoba untuk menerima kenyataan dan keadaan sekarang.


Di sisi lain aleta telah berdiri di atas tembok jembatan, sambil terus menangis.


"Aku ngga nyaka lik kamu setega ini sama aku."


" Kemana cinta kamu selama ini ke aku. "


" Kenapa secepat ini kamu lupain aku."


"Apa hebatnya ayu, kenapa kamu lebih memilih dia dari pada aku."


"Kamu tega jeblosin aku ke penjara, gancurin karir aku demi perempuan itu. "


Batin aleta terus menyalahkan orang lain tanpa mau menyalahkan dirinya sendiri.


Aleta melihat ke bawah jembatan yang sangat tinggi, sungai yang luas dan sangat dalam telah menantinya saat ia jantuh nanti.


Aleta merentangkan kedua tangannya kemudian memejamkan matanya untuk bersiap-siap terjun ke dalam sungai.


"Aku pergi lik, pergi dari hidup kamu selama- lamanya."


"Mungkin dengan aku mati kamu akan senang dan hidup kamu tenang."


"Dan mungkin dengan aku mati kamu bisa menyadari kalau cinta aku ke kamu sangat dalam dan ngga sebanding dengn cita yang di berikan istri kamu. "


Setelah mengatakan itu semua aletapun menjatuhkan tubuhnya ke bawah jembatan.


.


.


.


Bersambung


Hay hay gays menurut kalian gimana aleta jadi mati ngga? Komen di bawah ya!


Tapi sebelum itu jangan lupa like, komen dan vote cerita ini ya gays!